Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 12:23:16 WIB
XPRESI

Materi Perlu Direvisi

Pesantren Ramadhan di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo Padang

Padang Ekspres • Selasa, 31/07/2012 12:21 WIB • • 235 klik

Peserta Pesantren Ramadhan tingkat SMP di  Masjid Mukhlisin

Kegiatan Pesantren Ra­madhan di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Kampung Olo, Ke­camatan Nanggalo, hingga kemarin berjalan lancar.

 

Selama itu, partisipasi dari anak-anak untuk ikut dalam Pesantren Ramadhan itu cukup baik. Ditambah partisipasi orang­tua yang setiap saat memberikan dukungan pada anak-anaknya terhadap pentingnya mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan. Pasalnya, tidak saja terkait nilai yang diharapkan disini, tapi yang lebih penting, bagaimana melalui Pesantren Ramadhan ini ada perubahan tingkah laku di dalam diri siswa ke arah yang lebih baik.

 

“Dukungan orangtua kepada anak-anaknya sudah cukup baik dibanding tahun lalu. Anak-anak dan orangtua sudah peduli me­ngi­kuti kegiatan Pesantren Ra­madhan tahun ini,” kata Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan Mesjid Mukhlisin, Musli.

 

Musli menyebutkan, tahun ini anak-anak dituntut hafal 10 ha­dist, berbeda dari tahun lalu yang difokuskan untuk menghafal ayat pendek.

 

Mendasari kondisi itu dihu­bungkan dengan materi ajar ha­dist yang diberikan kepada anak-anak rasanya perlu dilaku­kan revisi dan perbaikan materi ajar hadist ini untuk tahun mendatang.

 

Pasalnya, materi hadist yang diajarkan tahun ini, sulit diterima anak-anak karena beberapa ala­san. Alasan pertama, narasumber tak menguasai sepenuhnya ter­kait hadist, dan alas an kedua terjemahan hadist tersebut tidak sesuai dengan lafazhnya.

 

“Seharusnya sebelum materi ini dilaksanakan, terlebih dahulu disosialisasikan kepada para pemateri. Ini akan lebih mengu­rangi permasalahan di tingkat mahasiswa nanti. Ditambah lagi mahasiswa dituntut untuk meng­hafal sementara nara sumber banyak yang tidak menguasai. Bagaimana jadinya nanti ini diterima oleh anak-anak?,” ta­nyanya.

 

Dia menegaskan bahwa ma­sa­lah paling mendasarnya ada­lah pemateri yang dijadikan sebagai nara sumber tidak se­muanya punya keahlian khusus agama atau hadist. “Ini yang menyulitkan ketika hadist ini diajarkan kepada anak-anak. Sementara nara sum­bernya ba­nyak yang tidak tahu, bagaimana pula nanti anak-anak yang me­nerima pelajaran ini,” cetus Musli yang juga salah seo­rang pengajar itu.

 

Disamping itu Musli juga mengungkapkan minimnya par­tisipasi dan monitoring dari UPTD dinas pendidikan setem­pat dan pihak kelurahan serta pejabat terkait lainnya yang semestinya melakukan monitoring terhadap kegiatan Pesantren Ramadhan ini. Minimal kekura­ngan yang dirasakan oleh panitia bisa disampaikan untuk menjadi masukan bagi pemerintah. “Ke depan ini akan kita laporkan soal hadist ini. Kita berharap laporan kita ini dapat menjadi perbaikan untuk perubahan materi ajar pesantren ramadhan tahun se­lanjutnya,” harap Musli.

 

Dia menjelaskan, kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini lebih difokuskan bagaimana hendaknya ada perubahan sikap anak-anak, dari yang biasanya tidak baik menjadi baik.

 

Pesantren Ramadhan hen­daknya dapat menempa akhlak­nya menjadi lebih baik lagi. Terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.(bis)

 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Ujian Nasional

Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Jumat, 24 Mei 2013

Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil

Tungkek mambaok rabah mah ...........!

 

Anak Nagari Manggopoh Demo

Jaan amuah dikicuah lai..........................!

 

Masyarakat Sipil Cecar Kajati

Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!