- 12:05 WIB
- 11:53 WIB
- 11:44 WIB
- 11:36 WIB
- 11:29 WIB
- 11:16 WIB
- 11:16 WIB
- 13:32 WIB
- 13:30 WIB
- 13:27 WIB
Materi Perlu Direvisi
Pesantren Ramadhan di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo Padang
Padang Ekspres • Selasa, 31/07/2012 12:21 WIB • • 235 klik

Kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, hingga kemarin berjalan lancar.
Selama itu, partisipasi dari anak-anak untuk ikut dalam Pesantren Ramadhan itu cukup baik. Ditambah partisipasi orangtua yang setiap saat memberikan dukungan pada anak-anaknya terhadap pentingnya mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan. Pasalnya, tidak saja terkait nilai yang diharapkan disini, tapi yang lebih penting, bagaimana melalui Pesantren Ramadhan ini ada perubahan tingkah laku di dalam diri siswa ke arah yang lebih baik.
“Dukungan orangtua kepada anak-anaknya sudah cukup baik dibanding tahun lalu. Anak-anak dan orangtua sudah peduli mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini,” kata Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan Mesjid Mukhlisin, Musli.
Musli menyebutkan, tahun ini anak-anak dituntut hafal 10 hadist, berbeda dari tahun lalu yang difokuskan untuk menghafal ayat pendek.
Mendasari kondisi itu dihubungkan dengan materi ajar hadist yang diberikan kepada anak-anak rasanya perlu dilakukan revisi dan perbaikan materi ajar hadist ini untuk tahun mendatang.
Pasalnya, materi hadist yang diajarkan tahun ini, sulit diterima anak-anak karena beberapa alasan. Alasan pertama, narasumber tak menguasai sepenuhnya terkait hadist, dan alas an kedua terjemahan hadist tersebut tidak sesuai dengan lafazhnya.
“Seharusnya sebelum materi ini dilaksanakan, terlebih dahulu disosialisasikan kepada para pemateri. Ini akan lebih mengurangi permasalahan di tingkat mahasiswa nanti. Ditambah lagi mahasiswa dituntut untuk menghafal sementara nara sumber banyak yang tidak menguasai. Bagaimana jadinya nanti ini diterima oleh anak-anak?,” tanyanya.
Dia menegaskan bahwa masalah paling mendasarnya adalah pemateri yang dijadikan sebagai nara sumber tidak semuanya punya keahlian khusus agama atau hadist. “Ini yang menyulitkan ketika hadist ini diajarkan kepada anak-anak. Sementara nara sumbernya banyak yang tidak tahu, bagaimana pula nanti anak-anak yang menerima pelajaran ini,” cetus Musli yang juga salah seorang pengajar itu.
Disamping itu Musli juga mengungkapkan minimnya partisipasi dan monitoring dari UPTD dinas pendidikan setempat dan pihak kelurahan serta pejabat terkait lainnya yang semestinya melakukan monitoring terhadap kegiatan Pesantren Ramadhan ini. Minimal kekurangan yang dirasakan oleh panitia bisa disampaikan untuk menjadi masukan bagi pemerintah. “Ke depan ini akan kita laporkan soal hadist ini. Kita berharap laporan kita ini dapat menjadi perbaikan untuk perubahan materi ajar pesantren ramadhan tahun selanjutnya,” harap Musli.
Dia menjelaskan, kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini lebih difokuskan bagaimana hendaknya ada perubahan sikap anak-anak, dari yang biasanya tidak baik menjadi baik.
Pesantren Ramadhan hendaknya dapat menempa akhlaknya menjadi lebih baik lagi. Terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.(bis)
[ Red/Administrator ]
Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil
Tungkek mambaok rabah mah ...........!
Anak Nagari Manggopoh Demo
Jaan amuah dikicuah lai..........................!
Masyarakat Sipil Cecar Kajati
Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!