Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 16:57:24 WIB
NASIONAL

Saatnya Bangun Gerakan Kepedulian Sosial

Padang Ekspres • Sabtu, 28/07/2012 13:46 WIB • * • 622 klik

MINDSET (pola pikir) keter­gan­tungan masyarakat terhadap ban­tuan pe­merintah setiap musibah terjadi, su­dah saatnya diubah. Sudah saatnya ada ge­rakan bersama melibatkan seluruh ele­men masyarakat turut terlibat da­lam pembangunan kesejahteraan sosial.

 

Demikian mengemuka dalam dis­kusi Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri bersama Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno dan sejumlah pejabat Ke­mensos ketika bersilaturahmi ke re­dak­si Padang Ekspres, kemarin (27/7). Dalam kunjungan yang diterima Pe­mimpin Perusahaan Padang Eks­pres Two Efly dan Pemred Montosori itu, Sa­lim Segaf Al Jufri menjelaskan, pintu m­asuk membangun gerakan itu bisa da­­tang dari berbagai pihak dengan cara mem­bangun kemitraan melibatkan ber­bagai pihak. “Kalau semua mem­be­rikan kontribusi, semua bisa teratasi. Se­mangat kebersamaan ini yang ingin kita bangun,” ujarnya.

 

Dia menyadari, peran media sangat be­sar dalam menyampaikan setiap pro­gram yang dilakukan Kementerian So­sial. “Media diharapkan berperan da­­lam penanggulangan permasalahan so­­sial, karena pemberitaan itu penting un­­tuk menggugah masyarakat,” ka­ta­nya.

 

Politisi PKS ini menjelaskan, per­ma­salahan sosial terjadi karena masih ting­ginya tingkat kemiskinan. Jurang pe­misah antara si kaya dan si miskin ber­tambah lebar di Indonesia akhir-akhir ini.

 

Untuk itu, kemiskinan harus dise­le­sai­kan. Namun, dia menya­yang­kan ba­nyak daerah tidak mem­prioritaskan Di­­nas Sosial dalam penanganan ma­sa­lah sosial.

 

Walaupun begitu, mantan Duta Be­sar In­donesia untuk Arab Saudi ini me­ne­­gas­kan, Kementerian Sosial terus be­r­usa­ha meningkatkan semangat mas­ya­rakat untuk bersama-sama menangani ma­salah sosial.

 

Misalnya, memberikan ban­tuan rumah yang dikerjakan ber­sama-sama tanpa upah, dan mem­­beli bahannya dengan har­ga tidak terlalu tinggi.

 

“Indonesia butuh orang yang mampu menjembatani antara orang miskin dengan mampu. Ka­rena, sebenarnya masyarakat In­­donesia jati dirinya mem­pu­nyai kepedulian. Tinggal ba­gai­mana kita mem­bang­kitkannya,” te­rang cucu dari ulama besar Pa­lu, yaitu Sayyid Idrus bin Sa­lim Al Jufrie ini.

 

Jika ada orang yang me­mulai, alumni Universitas Ma­di­nah ini merasa, akan banyak orang dan lembaga lain mengiku­ti­nya. Yang penting ada database akurat. “Buktinya, ketika ki­ta (Kemensos, red) membangun ru­mah atau melaksanakan program bedah kampung, hal itu di­be­ritakan media dan diketahui oleh pihak swasta. Mereka ber­bon­dong-bondong ikut mem­ban­tu,” papar pria kelahiran di Su­rakarta, Jawa Tengah, 17 Juli 1954 ini.

 

Pentingnya peningkatan ke­sa­daran masyarakat peduli ter­ha­­dap peningkatan kese­jah­te­raan sosial, menu­rutnya, te­r­jadi karena dia melihat mas­yarakat peduli terhadap bencana alam, na­mun tidak peduli terhadap ben­cana sosial.

 

Kepedulian Sosial Terkikis

 

Selain membicarakan pen­ting­­nya peningkatan kese­jahte­raan sosial, dalam diskusi yang juga dihadiri Wakil Pe­mimpin Umum Padang Ekspres Sukri Umar, Wapemred Nashrian Bahzein dan Heri Sugiarto, Asisten Redaktur Pelaksana Rommi Delfiano, Koordinator Li­putan Sanny Ardhy dan awak re­daksi Padang Ekspres itu, di­ba­has pula soal mulai hilang­nya ke­setiakawanan dan kepedulian so­sial di tengah-tengah mas­yarakat.

 

Itu terbukti kian menjamur­n­­ya anak jalanan di Padang, anak mis­kin makan pasir di Pa­dang­pa­riaman, dan kasus busung lapar di sejumlah daerah terting­gal di Sumbar. Realitas sosial ini sung­guh ironi di tengah Sumbar yang terkenal kuat kultur adat istiadatnya. Yaitu, selain mem­punyai keluarga, warga Minang­ka­bau juga memiliki ninik ma­mak, kaum, dan nagari. “Ka­lau saja masing-masing pihak men­ja­lankan fungsinya dan mem­pu­nyai kepedulian terha­dap orang terdekat, ini tidak mesti terjadi,” kata Montosori.

 

Hal senada disampaikan Sukri Umar. Bencana alam bera­wal dari bencana sosial atau kri­sis kepedulian. Terjadi pem­biaran terhadap penyimpangan yang akhirnya dianggap biasa alias permisif.

Karena itu, Nashrian Bah­zein mengusulkan kepada Ke­men­sos melalui dinas sosial se­bagai leading sector di daerah, me­nebar virus gerakan kekuatan mas­yarakat sipil untuk meng­hi­dup­kan kembali nilai-nilai kemi­na­ngan yang tergerus zaman.

 

Menanggapi itu, Mensos me­minta jajarannya di daerah mem­­buat gerakan pem­beran­ta­san anjal di Padang, dengan meng­gandeng media, mas­yara­kat, LSM dan perguruan tinggi se­bagai model. “Mari kita kero­yok persoalan anjal di Pa­dang ini bersama. Harus ada target, dalam tahun ini anjal di Padang tuntas,” kata Mensos memberi semangat. (ad/bis)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Nakhoda Baru Komisi Yudisial

KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Kamis, 20 Juni 2013

Hasil Pleno PAN Tuai Polemik

Namo e politik tu iyo ado polemik......!


333 JCH Batal Berangkat

Basaba sajo,  nan pantiang adoh niaik ...............................................!


Bemokrat Serahkan Hand Traktor

Lai ndak udang balik bak wan tu..............?