- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:23 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:21 WIB
- 13:16 WIB
- 13:13 WIB
- 13:10 WIB
- 13:02 WIB
Fahd A Rafiq Ditahan
Terkait Dugaan Korupsi Dana Penyesuaian Daerah
Padang Ekspres • Sabtu, 28/07/2012 13:39 WIB • * • 490 klik
Jakarta, Padek—Setelah sekian lama melenggang bebas di luar, kemarin (27/7) tersangka kasus suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Fahd A Rafiq akhirnya ditahan di Rutan KPK. Dengan tangan terborgol mengenakan baju tahanan, dia ditahan setelah menjalani pemeriksaan. Alasan KPK menahannya adalah untuk menjauhkannya dari intervensi pihak lain yang berkepentingan.
Fahd tiba di KPK sekitar pukul 10.00. Kemarin, dia dimintai keterangan sebagai tersangka. Memang, itu adalah pemeriksaan pertama Fahd sebagai tersangka. Sebelumnya, anak penyanyi dangdut kondang A Rafiq itu beberapa dipanggil sebagai saksi untuk tersangka anggota Banggar Wa Ode Nurhayati.
Bahkan, pria yang kini menjabat sebagai pengurus di Musyarawah Kekeluargaan dan Gotong Rotong (MKGR), organiasi sayap Partai Golkar itu pernah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Wa Ode di Pengadilan Tipikor. Ya, Fahd sendiri mengakui dirinya sebagai perantara antara tiga pemda tiga kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan Wa Ode.
Dia pun mengakui dirinya pernah bertemu Bupati Aceh Besar di Hotel Sultan, Bupati Pidie Jaya di Sari Pan Pacific dan Kepala Dinas PU Bener Meriah di Hotel Sultan. Dia pun menawarkan akan membantu mengawal anggaran DIPD melalui Wa Ode yang merupakan anggota Banggar dari Fraksi PAN. Dia juga menjanjikan akan meloloskan DIPD setiap daerah sebesar Rp 40 miliar. Namun mereka diminta untuk menyetor Rp 6 miliar sebagai komitmen fee.
Sekitar pukul 16.45, Fahd keluar. Berbeda dengan saat dia masuk, kali ini dia keluar sudah mengenakan pakaian khusus tahanan KPK berwarna putih. Petugas KPK juga mengenakan borgol di kedua tangannya. Setelah digiring keluar, Fahd pun langsung dimasukkan ke mobil tahanan KPK yang kemudian meluncur ke rutan KPK yang berada di basement.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan pihaknya memang langsung melakukan penahanan kepada Fahd sampai 20 hari kedepan hingga masa penyidikan rampung. ”Dia memang kami tahan di rutan Jakarta Timur Cabang KPK,” kata Johan.
Menurut Johan, penyidik memang memiliki alasan mengapa harus menahan Fahd. ”Ada beberapa kemungkinan mengapa menahan yang bersangkutan. Bisa untuk mempermudah penyidikan atau bisa juga untuk mencegah adanya intervensi dari pihak-pihak lain,” imbuhnya.
Namun saat disinggung apa benar Fahd mendapat ancaman dari pihak lain, Johan mengaku tidak mengetahuinya. Menurutnya hingga kemarin dirinya belum mendapat informasi sama sekali soal ada atau tidaknya ancaman kepada Fahd. (kuh/jpnn)
[ Red/Administrator ]
PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi perekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!
Masyarakat Sipil Meradang
Maju taruih.................................................!
Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat
Patuik didukuang tu.......................................!