Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 06:17:33 WIB
INTERNASIONAL

Mobil Listrik Seharga Dua Motor Bebek

Gang Car Karya PT DI Siap Jelajah Jalan Sempit

Padang Ekspres • Sabtu, 28/07/2012 11:08 WIB • * • 1201 klik

Mobil listrik karya PT Dirgantara Indonesia

Bandung, Padek—PT Dir­gan­tara Indonesia (DI) tak mau ketinggalan mendukung la­­hirnya mobil listrik nasional. Pe­rusahaan produsen pesawat itu memberikan alternatif mo­bil listrik bernama Gang Car. Se­suai namanya, mobil terse­but siap menjelajah gang-gang sem­pit perkotaan karena bodi­nya yang ramping.

 

Direktur Utama (Dirut) PT DI Budi Santoso kemarin (27/7) memamerkan Gang Car de­ngan empat varian. Yakni, dua varian berpenumpang dua orang termasuk sopir.

 

Kemudian satu varian ber­pe­numpang empat orang ter­ma­suk sopir. Terakhir, mobil ber­pe­numpang dua orang ter­masuk sopir, dilengkapi bak terbuka di bagian belakang.

 

Budi mengatakan, sejatinya mo­bil itu sudah tercipta lebih dari 10 tahun lalu. “Waktu itu ka­mi buat karena sedang me­ngang­gur, tidak ada order peker­jaan utama (pembuatan pesawat ter­bang, red),” katanya. Saat ini, kata Budi, anggota tim pencipta Gang Car itu tinggal tersisa dua orang saja.

 

Gang Car ini diciptakan un­tuk masyarakat yang tinggal di gang-gang kecil. Lebar mobil ini ti­dak sampai 150 cm. Se­hingga cu­­kup mudah untuk melewati gang-gang sempit. “Keunggulan ka­mi di sini. Gang sempit tidak bisa dilalui kendaraan-ken­daraan pada umumnya kan?” tandasnya.

 

Meski belum diproduksi se­cara massal, PT DI sudah me­miliki cetakan untuk mem­buat bo­di mobil tersebut. Sehingga jika nantinya Gang Car dipilih pe­­merintah untuk diproduksi se­cara massal, mereka sudah siap.

 

Ganjalan utama saat ini adalah mengubah sistem bahan bakar. Budi menuturkan jika Gang Car ini diciptakan sepuluh tahun lalu dengan bahan bakar mi­nyak (BBM). Tetapi sekitar se­pe­kan lalu, Budi mengaku men­da­pat telepon dari Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk me­ngu­bah sumber energi Gang Car dari BBM menjadi listrik.

 

Budi menjanjikan, dalam se­pe­kan ke depan, Gang Car ha­rus bisa jalan dengan sumber ener­­gi listrik. Dia optimistis mo­bil ini siap dipamerkan di Hari Ke­bangkitan Tek­nologi Nasional 3­0 Agustus men­datang. Dia ya­kin, PT DI tidak akan me­ngalami ham­­­batan ber­arti dalam me­ngu­bah sumber energi dari BBM ke lis­trik.

 

Mobil ini, kata Budi, mampu me­laju dengan kecepatan 60 km per jam. Soal harga, Budi mem­per­kirakan, mobil yang sudah di­patenkan ini, harganya setara de­ngan dua motor bebek stan­dar. “Mobil ini mudah-mudahan bisa men­jadi alternatif penduduk per­kotaan,” katanya.

 

Menteri Pendidikan dan Ke­budayaan (Mendikbud) Mo­ham­mad Nuh yang ikut menin­jau proyek Gang Car menga­ku se­nang karena saat presentasi di de­pan Presiden SBY nanti, su­dah memiliki banyak alternatif mo­bil listrik nasional. “Insya Allah tanggal 10 Agustus nanti saya pre­sentasi ke presiden,” kata dia.

 

Nuh menceritakan, Kemen­dik­bud menjadi koor­dinator pro­gram mobil listrik nasional. Da­lam presentasi di hadapan Pre­s­iden SBY nanti, Nuh akan me­maparkan seluruh jenis mo­bil listrik nasional yang sela­ma ini berhasil ia kumpulkan. Baik itu buatan kampus negeri mau­pun karya BUMN, serta lembaga ne­gara lainnya.

 

Nuh berharap semakin ba­nyak alternatif mobil listrik na­sio­nal bisa mempermudah me­ngejar target penciptaan prototype pada 2013 nanti. “Jadi nanti akan dikaji dan dipilih mana yang paling tepat. Mulai dari sisi tam­p­ilan, teknologi mesin, hing­ga nilai ekonomisnya,” ucapnya.

 

Setelah berhasil mencip­takan prototype, upaya berikut­nya adalah tahap pro­duksi mas­sal. “Di negara-negara lain, pro­yek mobil listrik sudah berja­lan dua sampai tiga tahun lalu. Jadi, kita tidak terlalu ketinggalan,” ka­tanya.

 

Menteri asal Surabaya itu me­n­ceritakan, semangat awal pe­nerapan program mobil listrik ini untuk mengatasi pem­boro­san BBM. Dia mengatakan, jika se­lama ini BBM cukup boros un­tuk kendaraan pribadi, trans­por­tasi masal, dan angkutan ba­rang. Dia berharap mobil listrik nasio­nal bisa mengatasi pem­borosan BBM untuk kendaraan pribadi. (wan/nw/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!