- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:22 WIB
- 12:21 WIB
- 12:20 WIB
- 12:19 WIB
- 12:18 WIB
- 12:17 WIB
- 12:16 WIB
- 12:15 WIB
Uang Jamaah Dikembalikan Rp 9 Juta
Dirjen Pastikan Dana Haji Aman
Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 12:37 WIB • * • 326 klik
Jakarta, Padek—Kementerian Agama (Kemenag) selaku penyelenggara ibadah haji di Indonesia terus berupaya memperbaiki pengelolaan dana setoran awal ibadah haji yang diterima dari para calon jamaah. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Anggito Abimanyu mengatakan, saat ini pun semua proses penerimaan dan pengelolaan dana transparan.
”Saat ini juga tengah dilakukan audit terhadap dana yang masuk dan dana yang keluar. Sehingga, jika terjadi penyimpangan-penyimpangan bisa dilaporkan,” ungkap Anggito, kepada JPNN di Jakarta, Senin (23/7).
Menurutnya, semua bentuk penyimpanan dana haji yang terkumpul menggunakan skema Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) yang masuk di perbankan. ”Jadi, tidak ada istilah dikelola sendiri (oleh Kemenag). Adanya sukuk itu menunjukkan bahwa uangnya ada dan aman,” imbuhnya,
Mengenai transprasinya, Anggito menerangkan bahwa pihaknya akan selalu siap untuk mempublikasikan seluruh laporan penggunaan dana tersebut. ”Semua laporannya ada. Berapa dana yang digunakan, yang dikembalikan kepada jamaah, itu ada semua. Intinya, tidak akan ada yang ditutup-tutupi,” ujar Anggito.
Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ini menambahkan, pemerintah juga telah mengembalikan dana sebesar Rp 9 juta per jamaah. Dijelaskan, dana tersebut merupakan hak jamaah dari kelebihan biaya penyelenggaraan haji per jamaah yang digunakan untuk penggunaan sendiri.
”Biaya penyelenggaraan haji per jamaah sekitar USD 4.627. Tapi karena ada yang dikembalikan ke jamaah yang totalnya Rp 1,8 triliun, maka biaya penyelenggaraan haji menjadi USD 3.716 per jamaah,” tuturnya.
Lantas bagaimana dengan adanya rekomendasi KPK mengenai pengelolaan anggaran haji? Anggito menjawab, pihaknya belum begitu jelas mengenai rekomendasi tersebut. (cha/jpnn)
[ Red/Administrator ]
KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Hasil Pleno PAN Tuai Polemik
Namo e politik tu iyo ado polemik......!
333 JCH Batal Berangkat
Basaba sajo, nan pantiang adoh niaik ...............................................!
Bemokrat Serahkan Hand Traktor
Lai ndak udang balik bak wan tu..............?