Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 15:44:01 WIB
NASIONAL

Uang Jamaah Dikembalikan Rp 9 Juta

Dirjen Pastikan Dana Haji Aman

Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 12:37 WIB • * • 326 klik

Jakarta, Padek—Kemen­terian Agama (Kemenag) se­laku penyelenggara ibadah haji di Indonesia terus beru­paya memperbaiki pengelo­laan da­na setoran awal iba­dah haji yang diterima dari para calon jamaah. Dirjen Penyelenggara Haji dan Um­roh (PHU) Keme­nag, Anggito Abi­manyu me­ngatakan, saat ini pun semua proses pe­nerimaan dan penge­lolaan dana tran­sparan.

 

”Saat ini juga tengah dila­ku­kan audit terhadap dana yang masuk dan dana yang keluar. Sehingga, jika terjadi pe­nyimpangan-pe­nyim­pangan bisa dila­por­kan,” ung­kap Anggito, kepa­da JPNN di Jakarta, Senin (23/7).

 

Menurutnya, semua ben­tuk penyimpanan dana haji yang terkumpul menggu­na­kan skema Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) yang ma­suk di perbankan. ”Jadi, tidak ada istilah dikelola sendiri (oleh Kemenag). Adanya su­kuk itu menunjukkan bah­wa uangnya ada dan aman,” imbuhnya,

 

Mengenai transprasinya, Anggito menerangkan bah­wa pihaknya akan selalu siap untuk mempublikasikan selu­ruh laporan penggunaan dana tersebut. ”Semua lapo­rannya ada. Berapa dana yang diguna­kan, yang di­kem­balikan kepa­da jamaah, itu ada semua. Intinya, tidak akan ada yang ditutup-tutu­pi,” ujar Anggito.

 

Mantan Kepala Badan Ke­bijakan Fiskal Kemen­teri­an Keuangan ini menam­bah­kan, pemerintah juga telah me­ngembalikan dana sebesar Rp 9 juta per jamaah. Dijelaskan, dana tersebut merupakan hak jamaah dari kelebihan biaya pe­nyeleng­garaan haji per ja­maah yang digunakan untuk peng­guna­an sendiri.

 

”Biaya penyelenggaraan haji per jamaah sekitar USD 4.627. Tapi karena ada yang dikembalikan ke jamaah yang totalnya Rp 1,8 triliun, maka biaya penyeleng­garaan haji menjadi USD 3.716 per ja­maah,” tutur­nya.

 

Lantas bagaimana de­ngan adanya rekomendasi KPK me­n­ge­­nai pengelolaan ang­garan haji? Anggito men­­jawab, pi­hak­nya belum begitu jelas menge­nai reko­men­dasi terse­but.  (cha/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Nakhoda Baru Komisi Yudisial

KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Kamis, 20 Juni 2013

Hasil Pleno PAN Tuai Polemik

Namo e politik tu iyo ado polemik......!


333 JCH Batal Berangkat

Basaba sajo,  nan pantiang adoh niaik ...............................................!


Bemokrat Serahkan Hand Traktor

Lai ndak udang balik bak wan tu..............?