Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:56 WIB
RAKYAT SUMBAR

Angkutan Lebaran Wajib Kir

Harus Sediakan Alat Tanggap Darurat

Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 12:18 WIB • * • 453 klik

Padang, Padek—Angkutan Lebaran diwajibkan meng­gunakan peralatan tanggap darurat. Ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, akibat tidak memadainya sarana dan prasarana yang dimiliki awak angkutan. Jika tidak dipenuhi, Dinas Per­hu­bungan, Informatika dan Te­lekomunikasi Sumbar tidak diizinkan sebagai angkutan Lebaran serta mencabut izin kir angkutan tersebut.

 

Demikian ditegaskan Ke­pala Dinas Perhubungan, In­for­matika dan Telekomunikasi Su­mbar Mudrika didampingi Ke­pala Bidang Teknik Sarana dan Keselamatan Angkutan Da­rat Dinas Perhubungan Ko­munikasi dan Informatika Sum­bar, Con Aspi kepada Pa­dang Ekspres, kemarin (23/7).

 

Untuk angkutan Lebaran, Dishub sudah menyiapkan 1.927 angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan 523 ang­kutan kota antarprovinsi (AKAP). “Semuanya laik jalan. Namun, itu saja tidak cukup, setiap angkutan Lebaran wajib memiliki peralatan tanggap darurat. Ini belajar dari pe­nga­l­aman terbakarnya bus PO Yanti di Payakumbuh be­be­rapa waktu lalu yang banyak me­nelan korban jiwa,” ujar­nya.

 

Sejak tahun 2003 lalu, sebenarnya setiap angkutan penumpang sudah diwajibkan melengkapi diri dengan pe­ra­latan tanggap darurat. Namun dalam praktiknya, banyak pemilik kendaraan yang me­nga­baikannya. “Memang se­la­ma ini sosialisasinya agak kurang,” ujarnya. 

 

Kealpaan itu sudah di­per­baiki dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 551.21/090/ LLAD-KA/2012 tentang Standar Keselamatan  Tanggap Darurat Angkutan Pe­num­pang. “Kami juga gencar me­razia berbagai lokasi rawan ke­celakaan lalu lintas,” ujarnya.

 

Peralatan tanggap darurat meliputi palu pemecah kaca, pintu darurat untuk evakuasi, racun api, P3K serta papan informasi tentang tata cara penggunaan alat tanggap da­rurat tersebut.

 

Dishub Sumbar akan me­la­kukan kir ulang setiap ken­daraan yang menjadi angkutan Lebaran.

 

Fokus pemeriksaan pada komponen motor penggerak kendaraan, rem, kemudi, lam­pu, ban dan peralatan tanggap darurat. “Kalau memenuhi persyaratan, baru ditempelkan stiker “Angkutan Lebaran”,” ujarnya.

 

Con Aspi menambahkan, dalam surat edaran tersebut, setiap mobil bus umum yang dirancang untuk mengangkut penumpang wajib memenuhi berbagai persyaratan kese­lamatan. Untuk bus ber­pe­numpang kurang dari 15 orang, tidak termasuk pe­nge­mudi, harus mempunyai se­kurang-kurangnya satu pin­tu keluar atau pintu masuk pe­numpang pada dinding kiri bagian depan atau belakang yang lebarnya minimal 650 milimeter dan setinggi din­ding.

Untuk bus penumpang berkapasitas lebih 15 orang, tidak termasuk pengemudi, minimal harus mempunyai satu pintu keluar atau masuk minimal selebar 12.000 mi­liliter dan setinggi dinding atau dua pintu keluar atau masuk untuk  penumpang selebar 650 milimeter dan satu pintu lain­nya ditempatkan pada dinding kiri dengan lebar 550 mi­li­meter, setinggi dinding.

 

“Kendaraan yang me­ngang­kut penumpang se­ba­nyak 15 orang atau lebih wajib mematuhi  aturan main ini. Dasar dari SE ini adalah PP No 44/1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi serta SK Dir­jen Perhubungan Darat No­mor: SK 1763/AJ. 501/DRJD/ 2003 tentang Petunjuk Teknis Tanggap Darurat,” ujarnya.

 

Kaca bus wajib meng­gu­nakan kaca keselamatan (sa­fety glass). Setiap ken­da­raan juga wajib me­masang tanda atau tulisan yang menyatakan tempat keluar darurat dan penjelasan mengenai tata cara membukanya.

 

Untuk kir kendaraan ang­ku­tan Lebaran akan dilakukan H-7 sampai H-7 di terminal-terminal atau lokasi yang telah di­tun­juk sebagai tempat pe­lak­sa­naan kir kendaraan. Jika ken­daraan tak memenuhi per­sya­ratan tek­nis dan tidak mem­per­hatikan keselamatan nyawa  pe­num­pang, Dishub akan cabut kirnya.

 

“Kami kan juga sudah me­ng­gelar razia di sejumlah tem­pat, yakni Payakumbuh, Pa­dang, Tanahdatar, Pariaman, Solok dan Sijunjung. Ratusan kendaraan yang terjaring umum­nya kir mati, tanpa pa­pan trayek, mati kartu penga­was sampai kelebihan mua­tan,” ucapnya.

 

Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukur men­dukung langkah Dinas Per­hubungan Sumbar. Me­nu­rut­nya, peralatan tanggap darurat di angkutan penumpang harus ada. “Saya mengimbau seluruh awak angkutan selalu me­nyiapkan peralatan tanggap darurat ini. Saya  juga minta kernet atau penumpang tidak menempatkan barang bawaan pada lorong pintu masuk dan pintu keluar agar akses keluar masuk tidak terhambat,” im­baunya.  (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!