Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:32:44 WIB
RAKYAT SUMBAR

Mercon dan Pistol Mainan Ditertibkan

Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 12:18 WIB • * • 342 klik

Padang, Padek—Pedagang pistol mainan dan pedagang petasan diingatkan agar tidak men­jual barang dagangan yang membahayakan keselamatan banyak orang. Jika membandel, Tim Gabungan Pengamanan Ramadhan Pro­vinsi Sumbar bakal menyita barang dagangan berbahaya tersebut.

 

“Tindakan tegas itu diambil untuk men­cegah korban akibat pistol mainan dan mercon,” kata Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sumbar Edi Aradial kepada wartawan, kemarin (23/7).

 

“Kami harapkan tokoh masyarakat turut mengimbau pedagang dan orangtua agar tidak membeli mercon dan pistol mainan. Bukan kami melarang pedagang berjualan, tapi juallah pistol mainan yang tidak membahayakan orang. Jika kami menemukan benda itu dijual peda­gang di pasar, kami akan langsung menyitanya. Kami sengaja informasikan ini lebih awal, agar pedagang tak dirugikan nantinya,” ujarnya.

 

Catatan Padang Ekspres sejak tiga tahun terakhir, maraknya penjualan pistol mainan setiap Lebaran me­nyebabkan banyak mata anak-anak cedera dan nyaris mengal­a­mi kebutaan karena tertembak piston mainan. “Kami bukannya arogan dalam hal ini, tapi langkah ini perlu diambil untuk mencegah anak-anak kita jadi korban,” ujarnya.

 

Edi berharap Satpol PP kabupaten/kota turut me­nekan peredaran pistol mai­nan dan mercon di daerahnya. “Gencarkan razia dan sita pistol mainan yang mem­ba­ha­yakan. Para orangtua juga kita imbau agar melarang anak-anaknya membeli pistol mai­nan dan petasan yang mem­bahayakan,” ujarnya.

 

Bersama aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan, Satpol PP Sum­bar segera melakukan pe­ner­tiban.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah mengeluarkan surat edaran (SE) pada 3 Juli 2012 terkait pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum selama Ramadhan 1433 H. Dalam SE Nomor 332 tersebut, menegaskan bahwa penjualan dan peredaran mer­con dan kembang api tidak dibolehkan. Meriam bambu juga dilarang karena me­ng­ganggu ketenangan dan ma­sya­rakat dalam menjalankan ibadah. (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!