Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:11:35 WIB
PRO SUMBAR

Buka Keterisoliran 6 Kecamatan

Pembangunan Jalan Pasir Putih Kambang Dikebut

Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 12:00 WIB • * • 570 klik

Painan, Padek—Pelak­sa­na­an pembangunan ruas jalan Pasir Putih Kambang dan pe­ngamanan bibir pantai se­pan­jang 4 kilometer di Keca­ma­tan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel),  terus dipacu. Perbaikan ruas jalan negara sepanjang 350 meter yang terban akibat banjir bandang  November 2011 lalu itu, akan menjawab kete­riso­lasian 6 kecamatan bagian selatan di Pessel. 

 

Sebab pembangunan jalan alternatif sepanjang 3 kilometer dari Simpang Lakuak hi­ng­ga simpang Padang Rubiah yang juga tengah berjalan pembangunanya, belum bisa diandalkan. Sampai saat ini ruas jalan itu masih sulit dilewati. Kondisi ini bukan saja menjadi keluhan ma­syarakat di sekitar, tapi juga oleh pemilik kendaraan ka­rena  sering terjerembab  ke dalam lobang disaat melintas. Karena  tidak ada pilihan lain, sehingga oleh pengendara resiko ini merupakan pilihan terakhir.

 

Bupati Pessel, Nasrul Abit ketika meninjau pem­ba­ngu­nan jalan pasir putih Ka­m­bang mengatakan pe­laksa­naan pembangunan ruas jalan itu, disejalankan dengan pem­ba­ngunan pengamanan bibir pantai dan  pintu muara TPI Kambang di Pasar Gompong.

 

“Ditergetkan pemba­ngu­nan semua sarana itu tuntas hingga akhir 2012 ini, dengan pelaksana PT Basuki Rah­manta Putra,” Katanya. 

 

Dijelaskan bahwa dana yang disediakan untuk pem­bangunan pemulihan pasca bencana itu mencapai Rp 62 Miliar. Dana itu  bersumber dari APBN dengan masa pe­lak­sanaan  selama 1 tahun anggaran.

 

“Karena 1 tahun anggaran, sehingga kegiatan itu akan tun­tas  pada tahun ini,” jelas­nya.

 

Dikatakanya bahwa ben­cana banjir bandang yang terjadi tanggal 3 November 2011 lalu itu, sempat mem­buat 6 kecamatan di Pessel terisolasi. Keterisolasian ini terjadi akibat terbanya jalan negara sepanjang 350 di ruas pasir putih Kambang.

 

“Dengan telah dibangun kembali ruas jalan yang ter­ban ini, sehingga warga bisa kembali memanfaatkanya. Cuma saja statusnya  bukan lagi jalan negara, tapi jalan pariwisata” jelasnya.

 

Ditambahkanya bahwa jalan itu berubah status men­jadi jalan pariwisata sesui dengan nama kawasan wisata pasir putih Kambangnya. Se­dangkan jalan negara dipin­dah­kan melingkar sepanjang 3 kilometer melewati kam­pung Padang Rubiah dari sim­pang Lakuak hingga Pasar Gompong.

 

“Agar pembangunan ini betul-betul berkualitas serta  memberi nilai manfaat. Maka pengawasan dan dukungan masyarakat secara umum sangat diharapkan. Bila dua ini tidak sejalan diyakini hara­pan itu akan tercapai,” harap­nya.

 

Sedangkan PT Basuki Rah­man­ta Putra melalui manejer lapangan, Anggiat Sirait men­jelaskan kepada Padang Eks­pres bahwa pihaknya saat ini tengah memacu pem­ba­ngu­nan sarana yang rusak akibat banjir November 2011.

 

“Selain pembangunan ja­lan, yang dipacu saat ini juga pembuatan Jeti. Jumlahnya sebanyak 30 buah dengan lokasi pembangunan tersebar pada garis pantai sepanjang  4 kilometer,” terangnya.

 

Untuk kelancaran aliran air di TPI Muaro Pasar Gom­pong, pihaknya juga me­la­kukan pem­bangunan nor­malisasi dengan cara mem­buka pintu muara.

 

“Pembukaan puntu muara ini, selain bermanfaat untuk normalisasi, juga dapat dija­di­kan sebagai arus keluar masuk kapal menuju TPI Pa­sar Gom­pong itu,” tutupnya. (yon)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!