Minggu, 26 Mei 2013 - 16 Rajab 1434 H 06:10:49 WIB
XPRESI

Lakukan Pengkaderan

Pesantren Ramadhan di masjid Jami’ Ukhuwwah, Flamboyan Baru, Padang Barat

Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 10:58 WIB • * • 218 klik

Suasana Pesantren Ramadhan Masjid Jami’ Ukhuwwah

Senin kemarin, Pesantren Ramadhan di Kota Padang dimulai. Dari pagi hingga sore, masjid dihidupkan dengan kegiatan islamiah untuk anak sekolah.

 

Anak-anak mulai SD hingga SMA secara bergiliran ke masjid atau mushala yang dekat dengan anak-anak sekolah berdomisili.

 

Kegiatan ini tak hanya bisa perintang hari bagi anak sekolah. Lebih dari itu, anak diajari mendalami ilmu agama. Bahkan tahun ini juga ditambah dengan pendidikan karakter yang mulai menipis di tengah-tengah masya­rakat. Pesantren Ramadhan di Kota Padang sudah dimulai sejak tahun 2004 lalu. Berarti sudah 8 tahun berlangsung.

 

Setiap masjid yang melaksa­nakan kegiatan Pesantren Ramad­han memiliki ciri khas masaing-ma­sing. Salah satunya Masjid Jami’ Uk­huwwah, di Kelurahan Flam­bo­yan Baru Kecamatan Padang Barat.

 

Selain mengikuti silabus yang telah diberikan Pemerintah Kota Padang, pengurus Pesantren Ra­mad­han mengaku juga mengisi jam kosong bagi siswa untuk memp­rak­tikkan yang telah dipelajari se­belumnya.

 

Salmadius, pengurus Masjid Jami’ Ukhuwah mengatakan, saat ini, pengurus masjid lebih cen­derung pada penyediaan fasilitas dan control. Hal ini dikarenakan setiap pelaksanaan Pesantren Ra­madhan, masjid tersebut selalu melakukan pengkaderan, sehingga setelah naik tingkat, siswa bisa menjadi pembimbing atau panitia yang mengurus administrasi.

 

“Siswa SLTA sudah bisa mem­berikan bimbingan pada siswa SMP, begitu pula siswa SMP terse­but juga bisa menjdi pembimbing untuk siswa tingkat SD. Sedangkan untuk siswa SLTA bisa dibimbing remaja masjid dan mahasiswa, jadi tidak terlalu fokus pada pemateri, siswa juga bisa membuat suatu kegiatan yang menghibur agar tidak merasa bosan,” ungkapnya.

 

Salmadius mengatakan, Pesan­tren Ramadhan telah diperkuat dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi semua tingkatan. Memasuki tahun 2012 pembelajaran dimantapkan de­ngan menyediakan bahan ajar, yang diharapkan guru pengajar lebih maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan.

 

“Jika dua tahun terakhir ini materi Pesantren Ramadhan lebih ditekankan pada pendalaman kandungan Asmaul Husna, maka pada tahun ini secara terstruktur difokuskan pada penanaman, pe­ngem­bangan, dan pembiasaan ka­rakter berbasis Al Quran,” katanya.

 

Menurutnya, Pesantren Ra­madhan memiliki tiga tujuan pen­ting sebagai pengalihan kegiatan pembelajaran dari sekolah ke masjid.

 

“Selanjutnya, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya siswa untuk memakmurkan masjid dan pemantapan aqidah Islam di kalangan peserta didik,” katanya.

 

Pelaksanaan pesantren Ra­mad­han bukan meliburkan seko­lah, melainkan memindahkan pro­ses belajar mengajar dari sekolah ke masjid bagi umat Islam. (mg18)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?