Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 18:32:52 WIB
METROPOLIS

Harga Daging Merangkak Naik

Pedagang Sebut Naik sejak dari Pasar Ternak

Padang Ekspres • Kamis, 19/07/2012 13:06 WIB • * • 369 klik

Seorang penjual daging melayani pembeli di Pasar Raya

Pasar Raya, Padek—Harga daging sapi dan ayam di Pasar Raya dan sejumlah pasar tradi­sional jelang Ramadhan me­nga­lami kenaikan. Ber­dasar pan­tauan Padang Ekspres, satu kilogram daging sebe­lum­nya hanya Rp 65 ribu, kini menjadi Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Sedangkan satu ekor ayam sebelumnya berkisar Rp 35-37 ribu, kini menjadi Rp 40 ribu seekor.

 

Sementara harga sembako lainnya, tidak mengalami ke­naik­an signifikan. Pedagang di Pasar Raya menjamin stok ba­rang masih aman, di samping permintaan tidak begitu me­lonjak.

 

Salah seorang pedagang daging, Ramli, 49, mengata­kan, harga daging kembali me­ngalami lonjakan Senin (16/7). Harga daging naik sejak dari pasar ternak. “Jadi kami se­pakat untuk kembali me­naik­kan harga daging,” ung­kapnya.

 

Wati, 45, salah seorang pedagang ayam potong di Pa­sar Tabing mengakui harga seekor ayam potong juga me­nga­lami kenaikan. “Dulunya harga seekor ayam hanya Rp 28 ribu, kini sudah sampai Rp 40 ribu per ekor,” ucapnya.

 

Hal berbeda dengan harga cabai. Meski mengalami ke­naik­an Rp 1.000, dinilai belum memberatkan konsumen. “Me­mang ada kenaikan tapi tidak terlalu tinggi,” kata Ranti, 34, salah seorang ibu rumah tangga, kemarin.

 

Harga cabai, katanya, sebe­lumnya Rp 22 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 23 ribu. “Ka­lau tahun lalu, kenaikan harga cabai lebih dari Rp 10 ribu,” ungkapnya.

 

Arnida, 56, pedagang ke­bu­tuh­an pokok di Pasar Raya mengklaim kenaikan harga ba­han pokok masih tahap wajar. “Kenaikan harga itu tergan­tung pada stok dan pemasok. Jika pemasok mulai menaik­kan harga, terpaksa pedagang juga menaikkan harga. Tapi tahun ini masih belum, kenaik­an harga hanya dilakukan pedagang yang ingin mengam­bil keuntungan,” terangnya.

 

Untuk harga beras jenis medium sekitar Rp 13 ribu per gantang, sedangkan harga beras jenis premium Rp 14 ribu per gantang. “Wajar kalau kami mengambil keuntungan seribu hingga dua ribu,” im­buh­nya.

 

Begitu pula harga tepung dan gula. “Kenaikan harga dari pemasok hanya sekitar Rp 500 setiap kilonya. Jadi, terpaksa kita juga menaikkan harga sekitar Rp 1.000. Kalau tidak dinaikkan bias-bisa yang rugi kita,” tukasnya.

 

Marni, 45, salah seorang pedagang khusus cabai me­nga­takan, harga cabai relatif stabil karena sedang musim panen. “Peningkatan permin­taan cabai mulai naik. Tapi mes­ki musim panen, harga ca­b­ai meningkat sedikit dari hari biasanya,” jelasnya. (mg18)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!