Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:31:14 WIB
METROPOLIS

Pensiunan PDAM Sesalkan Kebijakan Dirut

Padang Ekspres • Kamis, 19/07/2012 13:05 WIB • * • 1170 klik

Agus Salim, Padek—Seba­nyak 104 pensiunan PDAM Pa­dang menuntut Dirut PDAM, Azhar Latief untuk memba­tal­kan rencana penarikan diri PDAM Padang dari yayasan da­­na pensiunan bersama PDAM Seluruh Indonesia (Da­penma Pam­si). Akibat keluar­nya PDAM Padang dari Da­pen­ma Pamsi, para pensiunan me­ngaku, tak lagi menerima uang kenaikan berkala pen­siun sejak Februari lalu.

 

104 pensiunan ini juga me­nyesalkan kebijakan PDAM Padang membuat yayasan ba­ru, dinamakan dana pensiun­an PDAM Tirta Nusantara.

 

“Kami heran, dari 308 PDAM seluruh Indonesia, ha­nya PDAM Padang yang me­narik diri. Ini berdampak ke pen­siunan seperti kami-kami ini. Uang kenaikan ber­ka­la pensiun yang kami harap­kan untuk kebutuhan keluar­ga, belum juga kami terima. Kami juga mengkhawatirkan, ke depan THR pensiunan ja­ng­an-jangan juga tak diba­yar­kan,” kata Ketua Persatuan Pensiun­an PDAM Padang, Edi Mar­sono didampingi wakil sekre­taris, Djoko Santoso saat jum­pa pers di Ulakkarang, kema­rin.

 

Edi menjelaskan, karena PDAM Padang menarik diri, maka Dapenma Pamsi tak mau membayarkan uang ke­naik­an berkala pensiun. “Kami jelas-jelas menolak kebijakan PDAM Padang untuk mem­buat yayasan baru, dana pen­siun­an PDAM Tirta Nusan­tara. Yang namanya yayasan baru, kami jelas khawatir. Kami sendiri juga meminta Da­pen­ma Pamsi untuk meno­lak per­mintaan penarikan diri PDAM Padang,” terang Edi.

 

Edi menjelaskan, dana pen­­siunan PDAM Tirta Nu­san­tara sendiri telah berdiri se­jak Mei 2012. Sekretariatnya bera­da di Jakarta. “Ini yang aneh­nya, sekretariatnya di Jakarta pula. Kami juga sudah me­nyampaikan aspirasi ke DPRD. DPRD telah memanggil kami dan perwakilan PDAM sendiri, termasuk Azhar Latif. DPRD saat itu, menyarankan dirut PDAM agar mempertim­bang­kan kembali kebijakan terse­but. Dan PDAM Padang sen­diri berjanji akan memanggil para pensiunan untuk duduk bersama kembali. Namun nya­tanya hingga saat ini, kami tak pernah diundang mem­bicara­kan masalah ini,” tuturnya.

 

Terpisah, Kabag SDM PDAM Padang, Hendra Peb­ri­zal saat ditemui Padang Eks­pres mengaku PDAM Padang telah mengajukan permohon­an pengunduran diri dari yaya­san Dapenma Pamsi terhitung 31 Desember 2011. Ini dikare­nakan ada miss manajemen, jika ada kerugian dari yayasan, PDAM Padang juga harus ikut menanggungnya. Seperti dike­tahui, pendirian Dapenma Pamsi itu dulu digagas PDAM Cirebon.

 

“Kini, kami mencoba un­tuk menggagas yayasan baru, na­manya dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara. Namun, hing­ga saat ini Kementerian Ke­uangan RI belum menge­sah­kan pendirian yayasan dana pensiunan PDAM Tirta Nusan­tara. Jadi, hingga kini, pem­ba­yaran uang pensiun dan ke­naikan berkala pensiun, masih tanggungjawab Dapenma Pam­si. Untuk diketahui pula, hingga kini sudah ada tiga PDAM yang ingin bergabung ke yayasan dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara,” kata Hendra. Pembentukan yaya­san baru ini, jelas Hendra, sudah sesuai aturan UU No 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. “Surat persetujuan dari wali kota juga sudah ada,” pungkasnya.

 

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas PDAM Pa­dang, Deno Indra meminta direksi PDAM untuk meninjau kembali pembentukan yaya­san baru tersebut. “Masih banyak syarat-syarat atau atu­ran-aturan yang harus dileng­kapi untuk pendirian yayasan baru tersebut. Kami meminta direksi untuk melengkapinya. Kasihan pensiunan, ini juga menyangkut keberlangsungan hidup anggota keluarganya,” tukasnya. (san)

 

 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!