Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 10:11:49 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Cawako-Cawawako tak Siap Kalah

Penghitungan Suara, hanya 2 Calon Hadir

Padang Ekspres • Berita Politik • Selasa, 17/07/2012 12:19 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 1019 klik

Payakumbuh, Padek—Per­nyataan siap menang dan siap kalah yang disampaikan tujuh pasang calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh saat dek­larasi Pilwako Damai dan Ber­kualitas 6 Juni lampau, ter­nyata hanya sekadar jargon be­la­ka. Di atas fakta, para ca­lon pe­mimpin itu nam­paknya be­lum siap un­tuk menderita kekal­ahan.

 

Buktinya, saat Komisi Pe­mi­lihan Umum (KPU) Kota Pa­ya­kum­buh mengelar rapat ple­no ter­buka tentang reka­pitulasi peng­hitungan suara pemilihan wa­likota dan wakil wali kota di GOR Muhammad Yamin Ku­bu­gadang, Senin (16/7), ha­nya dua ca­lon yang siap mental un­tuk tam­pil da­lam acara ter­sebut. Yak­ni, Fitma Indrayani dan De­drizal.

 

Fitma yang merupakan ca­lon wakil wali kota dari jalur per­seorangan atau independen,  me­ng­hadiri rapat penghitungan sua­ra di tingkat KPU, sejak rapat itu dimulai pukul 14.00 WIB, sam­pai rapat selesai sekitar pu­kul 17.30 WIB. Sedangkan De­drizal yang diusung Partai Gol­kar, PPP, PBR, PKPB, PKB, PMB, PPRN, PDK dan PNI Mar­haenisme, hadir sekitar satu jam sebelum rapat ditutup.

 

Sementara, calon wali kota dan wakil wali kota lainnya yang be­lum mendapat kepercayaan ba­nyak untuk memimpin Paya­kum­buh, tidak hadir dalam ra­pat tersebut. Begitupula pasa­ngan calon wali kota dan wakil wa­li kota yang memperoleh sua­ra terbanyak, yakni Riza Fa­lepi-Suwandel Muchtar, tidak ter­lihat  dalam rapat penting ter­sebut.

 

Kondisi ini mengusik perha­tian Nedi Rinaldi, aktifis Forum Mas­yarakat Peduli Payakumbuh yang menghadiri rapat peng­hi­tungan suara di tingkat KPU ter­sebut. ”Dulu, para calon ber­ikrar di hadapan publik, bahwa mere­ka siap menang dan siap kalah. Se­karang, saat penghitungan sua­ra di tingkat KPU, kok cuma 2 calon yang hadir?  Yang lain pa­da kemana?” kata Nedi Ri­naldi.

 

Pengacara yang memimpin LBH Santika Payakumbuh itu me­mahami, bahwa sangat sakit dan melelahkan rasanya, kalah da­lam sebuah pemilihan kepala dae­rah. ”Tetapi, tidak hadir saat peng­hitungan hasil pemilihan itu sendiri, merupakan sikap yang tidak jantan. Tidak me­m­beri pendidikan berdemokrasi ba­gi masyarakat,” ucap Nedi.

 

Nedi pun mengapresiasi Fit­ma Indrayani, calon wakil wa­li kota dari jalur independen. ”Sa­ya masih salut dengan Fitma. Se­bagai seorang wanita, harus­nya dia yang merasa paling taru­muak karena kalah dalam Pil­wa­ko. Tapi sebaliknya, Fitma jus­tru hadir saat penghitungan sua­ra. Sikap seperti ini, sungguh ksa­tria. Lebih lelaki dari lelaki,” ujarnya.

 

Disisi lain, Fitma Indrayani ke­pada Padang Ekspres me­nga­ta­kan, kehadirannya da­lam r­a­pat pleno terbuka KPU ten­tang re­­k­apitulasi penghitungan suara Pil­­wako, bukan hanya atas nama pri­­badi, tapi juga mewakili pa­sangan Desra-Fitma. ”Saya ha­dir untuk membuktikan, bah­wa pa­sangan Desra-Fitma, siap me­nang dan siap kalah,” ujar­nya.

 

Fitma juga menyebut, pasa­ngan Desra-Fitma berte­rima­ka­sih kepada seluruh mas­yara­kat yang sudah memberikan du­ku­ngan buat mereka, dan se­luruh tim relawan yang sudah be­­kerja ke­ras. ”Kita juga mem­beri apre­siasi buat KPU, PPK, PPS, KPPS, Pan­waslu, Panwascam, dan PPL yang sudah bekerja keras, se­hing­ga Pilwako terlaksana se­cara damai,” ujar Fitma.

 

Bundo Kanduang dari Na­gari Aiatabik ini secara kstaria juga me­nyampaikan ucapan se­lamat ke­pada pasangan Riza Fa­lepi-Su­wandel Muchtar yang ter­pilih se­bagai wali kota dan wa­kil wali ko­ta Payakumbuh 2012-2017. ”Ha­rapan kita, pasangan Riza Fa­lepi-Suwandel Muchtar, be­nar-benar membangun Paya­kum­­buh, se­suai dengan tagline m­e­­reka, ba­samo kito bangun Pa­yo­kum­buah,” sebut birokrat aktif ini.

 

Sementara itu, Dedrizal yang dihubungi selepas rapat pleno pe­ng­hitungan suara menilai, ha­sil rekapitulasi penghitungan suara yang ditetapkan KPU, su­dah merupakan hasil yang bo­leh dikatakan betul sempurna. Ka­rena sudah melalui peng­hitu­ngan di PPS, PPK dan ter­akhir di tingkat KPU.

 

”Angka terakhir yang dite­tap­kan KPU, tidak jauh berbeda de­­ngan hitungan saksi Al­mai­syar-Dedrizal di TPS. Karena itu, pasangan Almaisyar-Ded­rizal, da­pat menerima reka­pitulasi penghitungan suara Pilwako Pa­yakumbuh di tingkat KPU,” ujar anggota DPRD Sumbar dari Par­tai Persatuan Pembangunan ini.

 

Soal komentarnya terhadap ke­menangan pasangan Riza Fa­lepi-Suwandel Muchtar, De­drizal punya komentar me­narik. Me­nurutnya, pasangan Al­mai­syar-Dedrizal berhasil me­raih suara yang lebih banyak dari incumbent.  ”Kita mengakui, pasa­ngan F-WAN lebih unggul. Khu­sus dari saya, mengucakan sela­mat kepada pasangan F-WAN yang lebih berhasil,” ucap­nya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?