Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 07:17:13 WIB
METROPOLIS

DPRD Padang Bagi-bagi Uang Rp 675 Juta

Asrinaldi: DPRD Manjakan Diri dengan Uang Rakyat

Padang Ekspres • Selasa, 17/07/2012 10:39 WIB • RICCO MAHMUDI • 884 klik

Sawahan, Padek—Men­jelang Ra­ma­dhan, anggota DPRD Pa­dang men­dapat ja­tah uang rakyat un­tuk kun­jungan kerja ke daerah pemi­lihan terhitung Senin (16/7) hingga Jumat (20/7). Nilai­nya lumayan besar, Rp 675 juta. Artinya, setiap anggota dewan mendapat Rp 15 juta untuk lima hari kegiatan.

 

Sekretaris DPRD Padang, Sastri Y Bakri mengatakan, kun­jung­an kerja tersebut untuk me­nyerap aspirasi dari kon­stituen yang telah mem­berikan sua­ranya kepada ang­gota DPRD itu pada Pemi­lihan Umum 2009 lalu.

 

“Dalam kegiatan ini, masing-masing anggota dewan men­da­patkan dana Rp 15 ju­ta,” kata Sas­tri Y Bakri, ke­pada Padang Eks­pres, ke­marin (16/7).

 

Dalam kegiatan itu, setiap anggota dewan akan mem­per­tang­gungjawabkan ang­garan yang terpakai dengan mem­buat laporan dan penye­rahan kuitansi seluruh kegia­tan yang telah mere­ka. Lapo­ran itu di­serahkan ke Sek­retariat DPRD Padang untuk di­buatkan lapo­ran pertang­gung­jawabannya.

 

Untuk menjemput aspira­si dan bertemu konstituen, je­las Sas­tri, anggota DPRD me­nge­luar­kan biaya makan dan minum, dokumentasi ser­ta se­wa tempat. Setiap anggota de­wan harus mem­buktikan telah melaksana­kan kegiatan itu, dengan men­cantumkan absen­si kehadiran konstituen dan di­ser­tai doku­mentasi foto ke­giatan.

 

“Kalau nantinya anggota de­wan tidak bisa mem­perli­hat­kan itu, tentu akan men­jadi persoalan baru yang akan ditanggung mere­ka sendiri,” jelas Sastri, yang mengaku ikut melakukan penge­ce­kan terha­dap kegiatan anggota DPRD Padang tersebut.

 

Dalam kegiatan ini, ungkap Sastri, satu dari 45 anggota DPRD tidak mengikuti reses dapil ini ka­rena istri yang bersangkutan di­ra­wat di RSUP M Djamil. Yakni, Muchlis Sani dari Partai Demok­rat Padang. “Yang bersangkutan telah me­ngembalikan anggaran itu ke Sekwan,” ungkap Sastri.

 

Ketua DPRD Padang, Zul­her­­­man, membenarkan kegia­tan itu dilakukan selama lima ha­ri ke depan. “Memang seluruh anggota dewan sedang me­ng­gelar kun­jung­­an ke dapil, yang sudah diatur dalam agen­da kedewa­nan,” jelas Zulher­man, saat dihu­bungi kemarin (16/7).

 

Po­litisi Partai Demokrat yang berasal dari daerah pemi­lihan IV (Padang Selatan, Pa­dang Timur dan Bungus Teluk Kabung) tersebut mengatakan, kunker itu menjemput aspirasi masyarakat, baik dalam ben­tuk keluhan, saran, maupun permasalahan dihadapi masyarakat. Nantinya, seluruh persoalan itu akan diakomodir untuk ditindaklanjuti, dan dibahas di DPRD.

 

Disesalkan

 

Pengamat politik dari Unand, Asrinaldi mengatakan, kun­ker dapil tersebut tidak perlu menggunakan dana rak­yat, karena setiap hari anggota dewan bisa bertemu dengan konstituen. “Ini artinya ang­gota DPRD manjakan diri dengan uang rakyat. Kegiatan itu sebenarnya bisa dilakukan tanpa menggunakan dana rak­yat,” kritik Asrinaldi pada Pa­dang Ekspres, kemarin (16/7.

 

“Seharusnya anggota DPRD sebelum mencalonkan diri me­reka sadar akan ke­mam­puan mereka. Kalau tidak punya uang, sebaiknya jangan men­calonkan diri sebagai ang­gota DPRD. Buktinya, anggota DPRD yang tidak memiliki ke­mampuan finansial, selalu me­nyandar dana masyarakat yang seharusnya bisa diguna­kan untuk keperluan lainnya,” ung­kapnya.

 

Kunker ini, kata Asrinaldi, seharusnya bisa dilakukan dengan memfungsikan partai masing-masing. “Kalau fungsi partai telah dijalankan, tentu dana APBD tidak sebesar ini keluarnya. Dana kunker itu bisa dialihkan untuk pendi­dikan, dan pengentasan kemis­kin­an,” ujarnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?