- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
DPRD Padang Bagi-bagi Uang Rp 675 Juta
Asrinaldi: DPRD Manjakan Diri dengan Uang Rakyat
Padang Ekspres • Selasa, 17/07/2012 10:39 WIB • RICCO MAHMUDI • 884 klik
Sawahan, Padek—Menjelang Ramadhan, anggota DPRD Padang mendapat jatah uang rakyat untuk kunjungan kerja ke daerah pemilihan terhitung Senin (16/7) hingga Jumat (20/7). Nilainya lumayan besar, Rp 675 juta. Artinya, setiap anggota dewan mendapat Rp 15 juta untuk lima hari kegiatan.
Sekretaris DPRD Padang, Sastri Y Bakri mengatakan, kunjungan kerja tersebut untuk menyerap aspirasi dari konstituen yang telah memberikan suaranya kepada anggota DPRD itu pada Pemilihan Umum 2009 lalu.
“Dalam kegiatan ini, masing-masing anggota dewan mendapatkan dana Rp 15 juta,” kata Sastri Y Bakri, kepada Padang Ekspres, kemarin (16/7).
Dalam kegiatan itu, setiap anggota dewan akan mempertanggungjawabkan anggaran yang terpakai dengan membuat laporan dan penyerahan kuitansi seluruh kegiatan yang telah mereka. Laporan itu diserahkan ke Sekretariat DPRD Padang untuk dibuatkan laporan pertanggungjawabannya.
Untuk menjemput aspirasi dan bertemu konstituen, jelas Sastri, anggota DPRD mengeluarkan biaya makan dan minum, dokumentasi serta sewa tempat. Setiap anggota dewan harus membuktikan telah melaksanakan kegiatan itu, dengan mencantumkan absensi kehadiran konstituen dan disertai dokumentasi foto kegiatan.
“Kalau nantinya anggota dewan tidak bisa memperlihatkan itu, tentu akan menjadi persoalan baru yang akan ditanggung mereka sendiri,” jelas Sastri, yang mengaku ikut melakukan pengecekan terhadap kegiatan anggota DPRD Padang tersebut.
Dalam kegiatan ini, ungkap Sastri, satu dari 45 anggota DPRD tidak mengikuti reses dapil ini karena istri yang bersangkutan dirawat di RSUP M Djamil. Yakni, Muchlis Sani dari Partai Demokrat Padang. “Yang bersangkutan telah mengembalikan anggaran itu ke Sekwan,” ungkap Sastri.
Ketua DPRD Padang, Zulherman, membenarkan kegiatan itu dilakukan selama lima hari ke depan. “Memang seluruh anggota dewan sedang menggelar kunjungan ke dapil, yang sudah diatur dalam agenda kedewanan,” jelas Zulherman, saat dihubungi kemarin (16/7).
Politisi Partai Demokrat yang berasal dari daerah pemilihan IV (Padang Selatan, Padang Timur dan Bungus Teluk Kabung) tersebut mengatakan, kunker itu menjemput aspirasi masyarakat, baik dalam bentuk keluhan, saran, maupun permasalahan dihadapi masyarakat. Nantinya, seluruh persoalan itu akan diakomodir untuk ditindaklanjuti, dan dibahas di DPRD.
Disesalkan
Pengamat politik dari Unand, Asrinaldi mengatakan, kunker dapil tersebut tidak perlu menggunakan dana rakyat, karena setiap hari anggota dewan bisa bertemu dengan konstituen. “Ini artinya anggota DPRD manjakan diri dengan uang rakyat. Kegiatan itu sebenarnya bisa dilakukan tanpa menggunakan dana rakyat,” kritik Asrinaldi pada Padang Ekspres, kemarin (16/7.
“Seharusnya anggota DPRD sebelum mencalonkan diri mereka sadar akan kemampuan mereka. Kalau tidak punya uang, sebaiknya jangan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD. Buktinya, anggota DPRD yang tidak memiliki kemampuan finansial, selalu menyandar dana masyarakat yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan lainnya,” ungkapnya.
Kunker ini, kata Asrinaldi, seharusnya bisa dilakukan dengan memfungsikan partai masing-masing. “Kalau fungsi partai telah dijalankan, tentu dana APBD tidak sebesar ini keluarnya. Dana kunker itu bisa dialihkan untuk pendidikan, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya. (*)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?