Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 05:50:30 WIB
PRO SUMBAR

BNI Fokus Pertumbuhan Ekonomi

Padang Ekspres • Minggu, 15/07/2012 09:30 WIB • * • 277 klik

Padang, Padek—Per­tum­buhan ekonomi Indonesia semakin membaik, salah satu buktinya dapat dilihat dari pertumbuhan dana bank BNI. Khusus di wilayah Sum­bar, Riau, Kepri, dan Kerinci per­tumbuhan BNI pada ta­hun ini mencapai angka 10 persen.

 

Pertumbuhan itu terdapat pada seluruh sektor seperti pertumbuhan kredit yang men­capai 30 persen. Untuk kre­dit, BNI membedakan da­lam tiga segmen, yaitu Coor­poration (perusahaan), me­nengah dan kecil.   Dalam tiga segmen tersebut antara me­nengah dan kecil berimbang.

 

Pemimpin Wilayah Pa­dang meliputi Sumbar, Riau, Kepri, dan Kerinci, Filani Zikri men­jelaskan dalam ta­hun ini salah satu fokus pe­ngembangan kredit BNI un­tuk wilayahnya adalah usaha menengah dan kecil. Ini di­buk­tikan dengan target pen­caira dana Kredit Usaha Rak­yat (KUR) sebesar Rp500 miliar.

 

”Saat ini saja, pencairan KUR telah mencapai 60 per­sen dari target. Salah satu program BNI adalah me­majukan usaha kecil dan menengah dengan mem­beri­kan pinjaman pada pengu­saha ini,” ujarnya ketika me­rayakan 66 tahun BNI, tum­buh kembang bersama negeri di Hotel Pangeran Beach, Jumat (13/7) malam.

 

Pada acara tersebut juga dihadiri unsur pemimpin BNI seperti Wakil Pemimpin Wi­la­yah Padang meliputi Sum­bar, Riau, Kepri, dan Kerinci, Ari­mathea, Pemimpin Ca­bang Padang, Irzam Munaf, pe­mimpin kelompok bisnis dan layanan, Suryana, Kajati Sum­bar, Muhammad Hamid, ke­luarga besar BNI dan mitra serta tamu undangan.

 

Untuk Sumbar, sudah ada pemetaan sektor unggulan, yaitu perdagangan, per­ke­bu­nan, pertambangan, industri kecil, dan kontraktor. Filani menjelaskan sektor ini akan difokuskan dalam pe­ngem­bangannya sehingga pe­ngu­saha yang berada di sector tersebut akan men­dapatkan modal dan mengembangkan usaha mereka.

 

”Setiap tahun akan ada pemetaan sektor untuk per­tumbuhan ekonomi. Hal ini dimaksudkan agart tampak perkembangan yang dibantu oleh BNI,” ulasnya.

 

Selain fokus pada per­tum­buhan kredit, BNI terutama yang berada dibawah wilayah kerjannya, Filani juga telah membenahi layanan dan kan­tor. Bagi Filani, jika layanan sudah memuaskan tentu akan menarik minat masya­rakat untuk menabung, me­min­jam, dan lainnya dengan BNI. (ek)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?