Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 22:51:20 WIB
NASIONAL

Lestarikan Tor-tor dan Gordang

Tokoh Adat Mandailing Dukung Malaysia

Padang Ekspres • Minggu, 15/07/2012 08:43 WIB • * • 353 klik

Jakarta, Padek—Pe­me­rin­tah daerah (Pemda), tokoh adat dan masyarakat Tapanuli Selatan yang mewakili tanah le­luhur Mandailing, men­du­ku­ng upaya yang dilakukan Ke­­rajaan Malaysia untuk me­les­­tarikan dan me­ngem­bang­kan budaya Mandailing, Gon­da­ng Sembilan dan Tari Tor­tor.

 

Dukungan antara lain di­sam­paikan Wali Kota Kota Pa­dang Sidimpuan, Zulkarnain Nasution, Bupati Kabupaten Mandailing Natal, HM Hidayat Batubara, Wakil Bupati Tapa­nuli Selatan, Aldinz Rapolo Siregar, Wakil Bupati Padang La­was Utara, H Riskon Hasi­buan dan Bupati Padang La­was, Ali Sutan Harahap.

 

Adapun tokoh adat Man­dai­ling yang menyampaikan dukungannya adalah Ketua Lembaga Adat Kota Sidim­puan, H. SS. Baginda Tam­ba­ngan Harahap, Ketua Umum Lembaga Adat Mandailing Natal, Raja Pidoli Lombang Baginda Mangaraja Saoloon Efendi Nasution dan Ketua Lembaga Adat Kabupaten Pa­dang Lawas Utara, Patuan Humala Pontas Harahap. Di luar tanah leluhur orang Man­dailing, sokongan disam­pai­kan Pemerintah Kotaa Medan seperti disampaikan wali ko­ta­nya, H Rahudman Harahap.

 

Dukungan tersebut disam­pai­kan langsung kepada Pre­si­den Persatuan Halak Man­dai­ling Malaysia, Ramli Abdul Ka­rim Hasibuan dan beberapa anggota Halak Mandailing Malaysia saat mengunjungi dan dan bersilaturahim yang dilakukan Senin kemarin hing­ga hari ini (Sabtu, 14/7).

 

“Kami bersyukur dan be­r­te­rima kasih kepada pihak Man­dai­ling Malaysia dan pe­me­rintah Malaysia karena mau mem­per­juang, memper­ta­hankan dan melestarikan kebudayaan kita, Gordang Sam­bilan dan Tortor Man­dai­ling,” ucap Bupati H.M. Hi­da­yat Batubara kepada rom­bo­ngan Mandailing Malayasia di sela-sela pertemuan, seperti disampaikan Sekretaris Per­satuan Halak Mandailing Malaysia, Diana Semaon Harahap dalam keterangan resminya, Sabtu (14/7).

 

Dalam kesempatan itu, Hidayat Batubara juga me­nga­takan bahwa masyarakat dari tanah asal leluhur suku Man­dai­ling tidak pernah mem­ban­tah atau memprotes usaha men­daftarkan Gordang Sam­bilan dan Tortor Mandailing sebagai warisan orang Man­dailing di Malaysia.

 

“Kita percaya bahwa de­ngan pendaftarannya sebagai warisan orang Mandailing di Malaysia, maka pemerintah di sana sudah pasti akan me­les­tarikan dan mengem­bang­kan­nya. Itu sangat kami bang­ga­kan,” katanya.

 

Sementara, lajut Diana Harahap dalam keterangan tertulisnya, dalam pertemuan lain, perwakilan pemimpin adat di Mandailing Natal, Raja Namora Bayo Parlaungan B. Sutan Iskandar Parlaungan Nasution mengatakan tidak pernah sedikit pun menga­takan pemerintah Malaysia ‘mengklaim’ Gordang Sam­bilan dan Tortor Mandailing. Tuduhan seperti itu sangat tidak berdasar dan datang dari orang lain yang bukan dari suku Mandailing.

 

“Kami pemimpin dan ma­sya­rakat Mandailing selu­ruh­nya di tanah leluhur ini (semua kabupten di Tapanuli Selatan) sangat berbangga dan mema­hami bahwa apa yang diusa­ha­k­an oleh pemerintah Malaysia itu hanyalah untuk meles­ta­rikan dua budaya kita. Per­ca­yalah, mereka yang mem­pro­tes dan mengatakan Anda ‘mengklaim’ itu adalah ke­lom­pok yang salah paham karena mereka tidak pernah mencari tahu bahwa Gordang Sambilan dan Tortor Mandailing adalah milik orang Mandailing. Maka saudara kami orang Man­dai­ling di Malaysia juga berhak membudaya dan me­les­tari­kan­nya,” katanya lagi.

 

Turut serta dalam rom­bongan dari Malaysia dalam kunjungan dan silaturahim ini adalah Ahli Panel Pemikir Mandailing Malaysia, Profesor Dr. Ahmad Atory Hussain Lubis yang juga dosen politik dan administrasi kerajaan di Universiti Sains Malaysia, sekretaris Mandailing Malaysia, Diana Semaon Harahap dan Ahli Majlis Pimpinan, Yusof Amin Noordin Nasution serta aktivis Mandailing Malaysia, Ahmad Ikram Abd Ka­rim Nasution dan Sulaiman Nasution Taibon.

 

Selepas jamuan di rumah dinas Bupati Mandailing Natal, rom­bongan langsung disam­but dengan paluan Gordang Sambilan dan Tortor Man­dai­ling di pekarangan istana Raja Pidoli Lombang, kira-kira lima kilometer dari bandar Panya­bungan. Sekitar seribu pen­du­duk kampung Pidoli Lombang ikut menyaksikan kegiatan ini.

 

Pada hari Kamis, rom­bo­ngan berkesempatan bersila­tu­rahmi dengan Ketua Lem­baga Adat Kota Sidimpuan, H. SS. Baginda Tambangan Hara­hap di kediamannya di Jalan Sutan Muhammad Arief di bandar Padang Sidimpuan. (jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!