Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 08:28:41 WIB
NASIONAL

Jokowi Dituding Politik Uang

Padang Ekspres • Minggu, 15/07/2012 08:38 WIB • * • 621 klik

-

Jakarta, Padek—Pasangan Fauzi Bowo–Nachrowi Ramli (Foke-Nara) mulai aktif me­luncurkan peluru ke pesaingnya dalam lanjutan tahapan pilkada DKI. Melalui tim advokasi yang dimiliki, pasangan nomor urut satu itu menuding ada praktek politik uang yang telah dilakukan secara massif oleh pen­dukung pasangan Jo­kowi – Ahok pada putaran pertama lalu.

 

Sekretaris Tim Ad­vokasi Foke-Nara Das­­ril Affandi me­ngu­ngkapkan, bahwa praktik money politik yang dilakukan telah terjadi di sejumlah wilayah. Dari sisi waktu, pembagian uang juga bukan hanya dilakukan pada masa kampanye, me­lain­kan juga saat hari pencob­losan. ”Jum­lahnya bervariasi, dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu,” kata Dasril, di Media Center Foke-Nara, Jl. Diponegoro 61 A, Jakarta Pusat, kemarin (14/7).

 

Dia membeber, lokasi prak­tik money politik itu diantaranya ditemukan di wilayah Kelurahan Tanjung Priuk, Cilincing, Cijan­tung, Manggarai Selatan, Ci­pi­nang, Cawang, Pe­nga­ng­saan dan Kra­mat Jati. ”Mereka me­ngi­ming-ngimingi para pemilih dengan uang untuk datang ke TPS dan memilih pasangan ter­tentu,” tandasnya.

 

Atas temuan ter­sebut, Dasril me­nya­takan, kalau pihaknya sudah melakukan langkah se­suai ke­ten­tuan yang ada, yaitu dengan melaporkan  ke Panitia Pe­nga­was Pemilu (Panwaslu). Te­pat­nya, pada 13 Juli 2012, lalu.

 

”Intinya, ada motif yang terstruktur dan massif untuk memilih pasangan tertentu dengan menjanjikan sejumlah uang. Karenanya, kami berharap panwaslu segera menin­dak­lanjuti,” tegasnya, kembali.

 

Di tempat yang sama, ang­gota Tim Sukses Foke-Nara Yan Alisi Inrai menceritakan te­muan­nya terkait politik uang. Yaitu, money politik yang ber­langsung di RW 07 Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat.

 

Menurut dia, pihaknya men­dapati salah seorang anggota tim sukses Jokowi-Ahok bernama Arif  diduga sedang membagi-bagikan uang kepada sejumlah masyarakat. Caranya, dengan menyelipkan uang sebesar Rp 50 ribu hingga 75 ribu ke dalam baju warga. ”Kami punya bukti berupa foto dan dua saksi prak­tik dia,” beber Yan.

 

Terpisah, dalam acara dis­kusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Nachrowi Ramli yang akrab disapa Nara mene­gaskan kalau pihaknya tetap santai dengan gugatan warga. Meski, perjuangannya untuk memperebutkan kursi DKI 1 bersama Fauzi Bowo bisa batal kalau gugatan dimenangkan Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Maklum, ada suara sum­bang yang menyebut kalau guga­tan itu dilakukan oleh tim Jo­kowi – Ahok. ’’Silahkan, yang jelas tidak mudah membatalkan Undang-undang (UU),’’ ujarnya.

 

Seperti diberitakan sebe­lum­nya, tiga warga DKI Jakarta menggugat UU No 29/2007 tentang Pemprov DKI. Alasannya, pilgub harusnya sudah selesai dengan kemenangan Jokowi yang merai 42 persen suara. Namun, terpaksa ada putaran II karena UU tersebut mengisya­ratkan pemenang pilgub harus memiliki 50 persen suara.

 

Mereka menganggap kalau UU tersebut bertentangan dengan UU 12 tahun 2008. Nara menegaskan, saat ini pihaknya sedang fokus mendesain pola komunikasi baru. Diharapkan, cara itu bisa mendongkrak po­pu­laritas dan suara saat putaran ke II nanti berlangsung.

 

Dia memastikan kalau puta­ran berikutnya bakal lebih seru. Sebab, tim sudah melakukan evaluasi menyeluruh dan me­nyesuaikan komunikasi politik dengan medan sesungguhnya. ’’Bisa lebih fokus, kalau dulu lawannya lima, sekarang cuma satu. Bukan tidak mungkin kami meniru cara kampanye Jokowi - Ahok,’’ tandasnya.

 

Meski demikian, Nara me­mas­tikan ada formula sendiri yang membuat pola komunikasi politik nanti berbeda. Ada kultur yang dia sebut berbeda dengan Jokowi – Ahok, termasuk popu­la­ritas Fauzi Bowo yang dise­but­nya tetap tinggi. Dia mengakui, masih banyak celah yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh timnya.

 

”Sebelum pemilihan, ada tanda kalau kami sangat kuat. Itu yang menjadi sasaran kami untuk dimaksimalkan lagi,” tutur­nya. Bagaimana kalau tetap tidak maksimal? Dia memilih menye­rahkan kepada Tuhan. Baginya, berusaha semaksimal mungkin adalah kewajiban yang harus dituntaskan hingga KPU menya­takan siapa pemenang pilgub.

 

Ditempat yang sama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tidak ambil pusing dengan rencana Nara yang men­con­tek metode kampanyenya. Dia beralasan kalau timnya sudah memiliki cara lain untuk meningkatkan suara. Malah, dia sempat membocorkan strategi­nya kepada Nara.

 

”Caranya tetap, saya dan Pak Jo­kowi akan jalan-jalan ke kam­pung dan gang untuk bertemu masyarakat,” terangnya. Disam­ping itu, strategi utama pihaknya bertujuan agar warga mau me­milih sistem bukan janji kam­panye. Selain itu, mereka ingin agar warga bisa tahu jejak rekam dirinya dan Jokowi.

 

Kalau kedua cara itu ber­hasil, dia yakin masyarakat akan sadar jika pihaknya rela ber­kor­ban untuk melayani masyarakat. Yang paling penting, Ahok juga mengklaim sudah memiliki peta politik daerah mana yang sua­ra­nya masih kecil. ”Di TPS yang kami tidak unggul akan kami dicoba untuk menaikkan suara,” terangnya.

 

Bagaimana dengan koalisi? Dia membantah kalau saat ini pihaknya sedang melobi bebe­rapa partai. Tidak ada lobi-lobi khusus karena Ahok punya keyakinan tersendiri terhadap cagub yang kalah. Baginya, siapa saja yang ingin mewujudkan Jakarta baru pasti memilih dirinya ketimbang Foke-Nara.

 

Termasuk pertemuan Joko­wi dengan Hidayat Nur Wahid dihari pencoblosan. Menu­rut­nya, itu bukan lobi dan sekadar silaturrahmi biasa untuk me­ngisi waktu kosong. Bantahan serupa juga disampaikan saat disinggung tentang tiga warga yang melakukan gugatan di MK. ”Bukan tim kami yang meng­gugat,” tegasnya.

 

Kalaupun ada suara sum­bang yang menyebut timnya melakukan gugatan, Ahok lego­wo. Dia mengaku sudah biasa menerima black campaign dan itu justru menjadi salah satu kekuatan timnya. Diyakini kalau serangan negative itu justru menjadi bumerang bagi pihak-pihak yang berniat jahat kepada dirinya dan Jokowi.

 

Khusus untuk tudingan mo­ney politic, Ahok menantang balik tim Foke-Nara untuk mela­porkan hal itu ke Panwaslu. Dia yakin pihaknya tidak melakukan cara kotor karena memang tidak ada anggaran untuk itu. ”Akan jadi bumerang bagi mereka yang melempar isu itu, justru kami tambah populer,” urainya. (dyn/dim/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?