Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 01:07:20 WIB
PRO SUMBAR

Dua Kali ke TPS, Sebulan tak Ketemu Anak

Bersama Riza Falepi saat Pemungutan Suara

Padang Ekspres • Jumat, 13/07/2012 13:25 WIB • FAJAR RILLAH VESKY -- Payakumbuh • 621 klik

Cawako Payakumbuh Riza Falepi (tengah)

Beberapa jam sebelum me­ngungguli perolehan suara se­bagai wali kota Pa­yakumbuh pe­rio­de 2012-2017, Ri­za Falepi Da­tuak Rajo Ka Am­­pek Su­ku, dua kali men­­­da­ta­ngi tem­pat pe­mu­ngutan suara (TPS). Jan­jinya mem­bawa anak dan keponakan un­tuk jalan-jalan ke Lembah Harau, nyaris batal gara-gara tamu yang datang silih berganti. Untung Riza pandai membagi waktu.

 

Ayolah, Datuak Riza sudah me­nung­gumu dari tadi,” ujar Ke­tua Per­sa­tuan Keluarga Dae­rah Pa­ria­man (PKDP) Kota Paya­kum­buh dan Ka­bupaten Lima­pu­luh Kota, Haji Ja­yusman Rang­­kayo Mulie ketika me­ngajak Pa­dang Ekspres menemani Riza Fa­lepi mem­­beri­kan hak suara di TPS 2, Koto Baru Balai Janggo, Pa­ya­kumbuh Uta­ra, Kamis (12/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Benar saja, saat Padang Eks­pres tiba di Koto Baru Balai Jang­go, Payakumbuh Utara, Riza sudah selesai memberikan hak suaranya. Bersama sang istri, Dr Henni Yusnita Falepi, se­nator lahir di Paya­kumbuh 17 Ju­ni 1970 itu, sudah tiba pula di ru­mah ibunya, Rumah Gadang Su­ku Kampai, Nagari Koto Nan Gadang.

 

Setelah mengobrol sejenak, Pa­dang Ekspres menawari Riza untuk kembali ke TPS.

 

“Mau apa kita kembali ke TPS? Ambil foto ya? Cobalah ditanya dulu ke PPS, apa boleh kita ngambil foto? Ka­lau PPS atau KPPS izin, kita pe­r­gi,” ujar Riza sambil meminta staf­nya bernama Candra, meng­hubungi anggota KPPS.

 

Tidak sampai 15 menit, PPS Ko­tobaru bersama KPPS II Ko­to­baru, memberi izin buat Riza un­t­uk mengambil foto di TPS di­saksikan banyak masya­rakat. Na­mun, alumni SD 5 Pa­yakum­buh dan SMP 1 Payakumbuh ter­se­but,  tidak mau langsung ma­suk ke dalam TPS untuk se­kadar ber­pose. Sebaliknya, Ri­za me­ngan­tre dulu di kursi yang dise­diakan buat para pemilih.

 

Ketika anggota PPS dan KPPS sudah mempersilakannya ma­suk ke TPS yang memakai ba­n­gunan milik SDN 03 Koto­baru, Riza baru berani berpose.

 

Tidak sampai 5 menit di TPS, Riza pun kembali ke rumahnya de­ngan berjalan kaki bersama Haji Jayusman Rangkayo Mulie. Di sepanjang perjalanan, Riza yang enjoy berjalan kaki, henti-hentinya disapa warga Kotobaru Balai Janggo. “Lah sudah miliah Tuak? Monang datuak beko mah (Datuak, sudah selesai me­mi­lih ya? Nanti, Datuk pasti me­nang),” ujar sejumlah warga. “Amiin, olah Da. Mokasih yo Da (Amin, sudah Uda. Terimah kasih Uda),” jawab Riza sambil melempar senyum.

 

Sesampai di depan rumah­nya, Riza kembali mengajak Pa­dang Ekspres masuk. Riza me­ngawali obrolan dengan mem­ba­has Pilgub DKI Jakarta. “Pil­gub DKI Jakarta itu sungguh luar biasa. Jokowi yang dianggap gu­­bernur dari kampung dan se­ring dijelek-jelekkan, malah bisa me­nang dari Fauzi Bowo dan Pak Hidayat. Sungguh luar biasa. Ini menandakan, kehendak rak­yat tak dapat dilawan,” ujar pria yang pernah bersekolah di SMAN 3 Payakumbuh selama se­ta­hun, tapi kemudian melan­jut­kan di SMAN 13 Jakarta.

 

Setelah itu, pria yang me­na­mat­kan pendidikan S-1 di Tek­nik Elektro ITB pada tahun 1994 dan S-2 Tekno Ekonomi ITB pa­da tahun 2002, balik bertanya ke­pada Padang Ekspres, “Ayo te­­bak, Pilwako Payakumbuh, be­ra­pa putaran?.” Saat men­dengar ja­­waban dua putaran dari Pa­dang Ekspres, Riza hanya ter­se­nyum.

 

“Saya yakin, satu putaran. Ini bu­­kan takabur, bukan sombong. Ada kajian ilmiahnya. Ber­dasar­kan survei Incost sebelum pe­mu­­ngu­tan suara, kita mem­pero­leh 45,6 persen suara. Disu­sul pa­sa­ngan lain, 27,5 persen, 13,2 per­sen, 6,4 persen, 3,9 persen, 2,4 per­­­sen, dan 1 persen. Bia­sa­nya, sur­­­v­ei Incost tak meleset,” ka­ta Riza.

 

Tak lama berselang, bekas pe­ngurus Keluarga Mahasiswa Is­lam ITB, Pengajian Mahasiswa Mi­nang ITB dan Muda-Mudi Gon­jong Limo Bandung ini, di­dekati oleh seorang bocah. “Ini anak saya, namanya Aisyah Mar­dhiyyah. Kalau yang ini, na­ma­nya Muhammad Yusuf Ab­dur­rah­man. Kami sudah hampir se­bu­lan tak ketemu, karena ke­sibukan Pilwako ini,” ujar Riza.

 

Rupanya, Riza yang aktif se­bagai Pengurus Pusat Ikatan Alum­ni ITB (IA ITB) serta  Per­himpunan Petani & Nelayan Se­jahtera Indonesia, sudah mem­buat janji dengan anak dan ke­­po­nakannya, untuk mem­bawa me­r­eka berjalan-jalan ke Lem­bah Harau.

 

Belum jadi berangkat ke Lembah Harau, tiba-tiba rumah Riza kembali didatangi banyak orang. Ada wanita yang berasal dari Nunang, mengaku masih pu­nya pertalian darah dengan Riza, dan berharap Riza mem­ban­tunya menyelesaikan perso­alan tanahnya yang dipakai buat sa­l­ah satu rumah dinas pejabat Pem­kab Limapuluh Kota.

 

Dengan ramah, pembina Ya­yasan Raudhatul Jannah yang me­n­gelola sekolah Islam terpa­du TK, SD, SMP, dan SMA di Pa­yakumbuh ini, melayani ta­mu­nya. “Saya tidak berjanji mem­bantu Uni, nanti saya akan coba cari solusi. Tapi percayalah, saya tak bisa bela siapa-siapa, kecuali ke­benaran,” ucap Riza.

 

Perempuan itu pun nampak me­­ngerti, bahkan berterima ka­sih sebelum permisi pulang. Ti­dak lama berselang, orang-orang dekat Riza Falepi ber­datangan. Di antaranya, nampak Ketua Re­la­wan Anak Nagari Payo­kum­buah untuk Pemenangan Riza Fa­lepi-Suwandel Muchtar, An­ton Permana.

 

Kemudian, nampak pula Af­rizal, bekas Ketua PKPI Sum­bar, sekaligus calon anggota DPD RI pengganti Riza Falepi. Se­lain itu, terlihat Ketua Kerapatan Adat Na­gari Koto Nan Gadang Heri Is­wandi Datuak Rajo Mantiko Alam, Ketua PKPI Payakumbuh Met­ta Samainal, Ampang Nan Limo Koto Nan Gadang Jum­hur, dan sejumlah politisi PKS.

 

12 Program Unggulan

 

Bersama mereka, Riza terli­bat obrolan sampai masuk wak­tu Shalat Zuhur. Sebelum me­nu­n­ai­kan shalat, Riza me­ngajak pa­ra tamunya makan bersama.

 

Menurut bekas pengurus  DPD Partai Keadilan Kabupaten Ban­dung ini, dia bersama Su­wandel Muchtar memiliki visi “Ter­wujudnya Payakumbuh men­jadi Kota yang Maju, Sejah­tera dan Religius, Pro-Rakyat, ber­basis Ilmu Pengetahuan dan Pen­didikan yang berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Dengan tagline, “Basamo Kito Bangun Payokumbuah”.

 

”Untuk mewujudkan visi ter­sebut, saya bersama Pak Wan­del memiliki 12 misi. Di an­tara­nya, menjadikan Paya­kum­buh se­bagai pusat pertumbuhan eko­nomi baru di Sumbar, baik dari se­gi pertanian, perternakan, jasa, perdagangan, dan pariwi­sa­ta,” papar Riza.

 

Kemudian, menerapkan tata ke­lola pemerintahan yang bersih ber­kualitas, jujur, akomodatif ter­buka, santun, efektif, efisien, ber­keadilan, dan akrab dengan mas­yarakat. Misi ini akan dieva­lua­si secara terus menerus da­lam peningkatan pelayanan ke­pada masyarakat.

 

Sedangkan program ung­gu­lan yang ditawarkan Riza-Wan­del, menuntaskan pem­bangu­nan kampus Unand di Paya­kum­buh dalam 3 tahun. Menjadi pio­neer dalam realisasi pem­ba­ngunan Bandar Udara di Luhak Li­mo Puluah, baik dengan per­mo­­dalan konsorsium peme­rin­tah daerah maupun swas­ta­nisasi. Lalu, membangun ka­wa­­san Islamic Centre dan Mas­jid Agung Kota Paya­kumbuh.

 

”Kami juga ingin mem­ba­ngun serta meningkatkan sarana dan prasarana puskesmas, RSUD menjadi unit pelayanan ke­sehatan yang modern dan ber­kualitas, dengan konsep me­najemen service excellent. Ka­mi juga merencanakan program-program pinjaman ber­gulir Rp 1 miliar per kecamatan setiap ta­hun untuk pelaku UKM dan mas­yarakat,” beber Riza.

 

Di samping itu, Riza dan Wandel ingin membentuk bank pu­­puk dan bank peternak seba­gai jaminan dan stabilisator ke­berlangsungan kegiatan usaha pe­­t­ani dan peternak. Kemudian, me­­ngembangkan konsep Paya­kumbuh digital, dalam realisasi e-governance dan clean-go­ver­nan­ce, berbasis IT dengan stan­­darisasi menajemen ISO-9001.

 

“Kita juga tawarkan program City Branding Kota Pa­yak­um­buh, sebagai kota ku­liner (pu­s­at oleh-oleh ma­kanan spe­sifik), pu­sat bu­daya, pari­wisata, jasa per­dagangan agronomi dan eta­lase sumber daya alam dari Sumbar di ­tingkat nasional dan regional,” se­but Riza.

 

Semua program dan cita-cita ter­­sebut, sebut Riza, tentu akan bisa diwujudkannya bila men­da­pat kepercayaan masyarakat. “Dan Alhamdulillah, mas­yar­a­kat memberi kita ke­per­cayaan. Kita tentu ber­syukur se­kali. Ini ke­­menangan mas­yarakat Paya­kum­buh,” sebut Riza. (***)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Ujian Nasional

Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Jumat, 24 Mei 2013

Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil

Tungkek mambaok rabah mah ...........!

 

Anak Nagari Manggopoh Demo

Jaan amuah dikicuah lai..........................!

 

Masyarakat Sipil Cecar Kajati

Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!