Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 20:04:22 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

Konflik PKB Goyang Posisi Fraksi

Padang Ekspres • Berita Politik • Kamis, 12/07/2012 12:11 WIB • * • 352 klik

Limapuluh Kota, Padek—Konflik internal di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Limapuluh Kota akhir-akhir ini diprediksi bakal memakan kor­ban. Kondisi tersebut dise­but-sebut juga bakal me­ngan­cam posisi anggota DPRD dari Fraksi Partai tersebut.

 

Endrijon Datuak Jun­ju­ngan yang kini duduk di komisi C DPRD Limapuluh Ko­ta, di­isu­­kan telah me­lakukan pe­lang­­garan atu­ran saat mela­kukan perjalanan keluar atau  kun­­jungan kerja. Sebab me­nu­rut kabar yang ber­kembang, En­­drijon telah melakukan per­ja­lanan mewakilkan kebe­rang­katannya kepada orang lain. Jika benar hal itu dila­kukan, ten­tunya merupakan sebuah pe­langgaran aturan yang bisa ber­akibat fatal terhadap ang­gota dewan bersangkutan.

 

Hal itu disampaikan Wakil Ke­tua DPRD Limapuluh Kota, Har­men, ketika di temui Pa­dang Ekspres di kantornya, Selasa (10/7). Namun sejauh ini,  menurut Harmen, belum ada laporan kepada pimpinan.

 

”Partai dan DPRD meru­pa­kan arena politik, sega­la se­suatu yang erat kaintan de­ngan po­l­itik akan mudah ter­jadi. Se­hing­ga kita harus te­liti mem­ba­ca setiap perkem­bangan si­tuasi dan kondisi. Namun se­jauh ini belum ada laporan res­mi kepada pimpinan soal ka­bar tersebut. Jika benar tentu­nya akan berakibat fatal,” ung­kap Harmen.

 

Dihubungi terpisah, Sekre­taris DPRD (Sekwan) Lima­pu­luh Kota, Husin Dar­wan, me­ngaku belum ada laporan ten­tang persoalan tersebut. ”Be­lum ada laporannya kepa­da ka­mi disini, namun untuk le­bih jelasnnya silahkan dita­nyakan kepada ketua komi­si C soal keberangkatan tersebut,” saran Sekwan.

 

Ketua Komisi C DPRD Li­ma­puluh Kota, Syukron mem­ban­tah adanya anggota komisi C yang melakukan kunjungan ker­ja ke Bali dengan digan­tikan orang lain, seperti kabar yang muncul tersebut. ”Selama ini anggota komisi C yang diisukan tersebut mengikuti kunker bersama kita,” terang Syukron.

 

Merasa Dizalimi

 

Endrijon Datuak Jun­ju­ngan membantah keras ka­bar mi­ring yang ditujukan ke­pa­da­nya, sebab tidak benar kebe­r­ang­katannya dalam kun­jungan ker­janya diwakilkan kepada orang lain. Menurutnya ini adalah permainan politik yang dilancarkan orang-orang yang tidak menyukainya di partai.

 

”Saya merasa dizalimi de­ngan adanya kabar miring se­per­ti itu. Saya tidak pernah ma­­la­kukan hal seperti yang di ka­bar­kan tersebut. Ini meru­pa­kan upaya politik yang dilan­carkan oleh orang-orang yang ti­dak me­nyukai saya,” ung­kapnya.

 

Untuk memastikan hal ter­se­­but, kata Endrijon silakan ta­nyakan kepada Sekwan ke­be­na­rannya. ”Sekwan lebih me­nge­tahui lebih jauh soal itu,” ungkap Endrijon.

 

Politisi PKB tersebut me­ngakui, saat ini memang ada se­dikit persoalan di tubuh par­tai. Se­hingga hal ini dinilai ada­lah ba­gian dari permainan po­litik yang sedang dilan­carkan untuk meng­goyang posisinya di partai mau­pun di dewan.  ”Ya me­mang ada sedikit per­soalan di par­tai saat ini, namun kita akan hadapai situasi de­ngan tenang,” ungkap En­drijon.

 

Ketika ditanya soal posi­si­nya yang mungkin akan teran­cam di DPRD, Endrijon men­ja­wab optimistis. ”Semua itu ti­dak mudah, untuk PAW ten­tu­nya ada prosedur sesuai atu­ran yang berlaku,” pung­kas­nya. (fdl)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!