- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Labfor Medan Selidiki Kebakaran Mapolres
Padang Ekspres • Kamis, 12/07/2012 10:57 WIB • * • 419 klik
Padang, Padek—Tak mau dianggap lamban mengungkap penyebab kebakaran gedung Mapolres Pesisir Selatan (Pessel) Selasa (10/7) dini hari, Polda Sumbar meminta bantuan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Medan. Dijadwalkan, hari ini (11/7), tim Labfor turun ke lokasi kebakaran bergabung dengan tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) yang sudah berada di lokasi.
“Mudah-mudahan, setelah tim Labfor Polda Medan turun ke lokasi, penyebab kebakaran bisa diketahui secepatnya,” kata Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto kepada Padang Ekspres, kemarin (11/7).
Soal tahanan berjumlah 13 orang, menurutnya, lima di antaranya sudah dipindahkan ke tahanan Mapolsek IV Jurai Salido dan sisanya dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Painan.
Kepala Rutan Kelas II B Painan, Edi Kasman mengatakan, tidak ada perlakuan khusus terhadap tanahan titipan tersebut.
”Semuanya diperlakukan sama dengan 53 tahanan lainnya. Mereka ditempatkan di dua tempat berbeda,” jelasnya. Daya tampung LP kelas II B Painan berjumlah 64 orang.
Menurutnya, tidak ada persoalan seiring penambahan tahanan. Di mana, sebanyak tiga orang di antaranya yakni David, 36 dan Abzul Sepniko, 29 (keduanya kasus narkoba), serta Dodi Putra, 25 (pencurian), sudah dilengkapi dengan surat perintah penahanan (SPP). “Sisanya sedang diminta SPP-nya kepada Polres Pessel agar bisa dimasukkan dalam buku register penghuni LP. Bagi tahanan hampir berakhir masa tahanannya diminta surat perpanjangan penahanannya,” tutup Edi.
Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Doni Gusrizal mengakui bahwa armada pemadam kebakaran (damkar) Pessel sangat terbatas. Saat ini, kabupaten memanjang dari utara ke selatan sepanjang 234 km itu, hanya didukung dua unit damkar. Bahkan, saat ini satu di antaranya rusak dan parkir di pos pembantu Balaiselasa, Kecamatan Ranahpesisir. Akibatnya, upaya pemadaman kebakaran gedung Mapolres Pessel tidak maksimal.
“Dengan hanya memiliki 2 unit mobil damkar, jelas penanganan kebakaran tidak bisa maksimal. Belum lagi akibat beratnya kondisi medan dan jauhnya jarak yang akan dilewati. Terutama bila kebakaran itu terjadi di daerah paling ujung seperti bagian selatan dan utaranya Pessel,” katanya.
Anggaran pembelian 1 unit damkar sebesar Rp 1,8 miliar. Dia berharap DPRD Pessel bisa mengabulkannya. Itulah sebabnya, pihaknya akan mengajukan lagi pembelian damkar melalui APBD 2013 minimal satu unit. BPBD juga merencanakan pembelian pluthing pam (mesin pompa air). Sehingga bila terjadi kebakaran, alat ini bisa digunakan melalui sumur terdekat dari lokasi kebakaran. “Harga 1 unit pluthing pam ini mencapai Rp 90 juta,” jelasnya.
Saat ini, anggaran BPBD Pessel dari APBD hanya sebesar Rp 1,05 miliar. Dari jumlah ini yang bisa digunakan untuk biaya operasional dan kebutuhan rutin semua bidang hanya Rp 300 juta. “Kita kewalahan akibat minimnya anggaran. Apalagi biaya operasional yang dibutuhkan sangatlah besar dengan luasnya wilayah yang akan dijelajahi,” keluhnya. (rdi/yon/n)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?