Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 22:17:04 WIB
NASIONAL

Labfor Medan Selidiki Kebakaran Mapolres

Padang Ekspres • Kamis, 12/07/2012 10:57 WIB • * • 419 klik

Padang, Padek—Tak mau diang­gap lamban meng­ungkap pe­nyebab kebakaran gedung Ma­polres Pesisir Selatan (Pes­sel) Selasa (10/7) dini hari, Pol­da Sumbar meminta ban­tuan Tim Laboratorium Forensik (Lab­­for) Polda Medan. Dijad­w­al­­­kan, hari ini (11/7), tim Lab­for turun ke lokasi keba­karan ber­gabung dengan tim In­done­sia Automatic Fingerprints Iden­tification System (INAFIS) yang sudah berada di lokasi.

 

“Mudah-mudahan, setelah tim Labfor Polda Medan turun ke lokasi, penyebab kebakaran bisa diketahui secepatnya,” kata Pjs Kabid Humas Polda Sum­­bar AKBP Mainar Sugian­to kepada Padang Ekspres, ke­marin (11/7).

 

Soal tahanan berjumlah 13 orang, menurutnya, lima di an­ta­­ranya sudah dipindahkan ke ta­­­hanan Mapolsek IV Jurai Sa­li­d­o dan sisanya dititipkan di Lem­­­­ba­ga Pemasyarakatan (LP) Pai­nan.    

Kepala Rutan Kelas II B Pai­nan, Edi Kasman menga­ta­kan, tidak ada perlakuan khu­sus terhadap tanahan titipan tersebut.

 

”Semuanya diperlakukan sama dengan 53 tahanan lain­nya. Mereka ditempatkan di dua tempat berbeda,” jelasnya. Daya tampung LP kelas II B Painan berjumlah 64 orang.

 

Menurutnya, tidak ada per­soalan seiring penambahan tahanan. Di mana, sebanyak tiga orang di antaranya yakni David, 36 dan Abzul Sepniko, 29 (ke­dua­nya kasus narkoba), serta Do­di Putra, 25 (pencurian), su­dah dilengkapi dengan surat pe­rintah penahanan (SPP). “Sisa­nya sedang diminta SPP-nya kepada Polres Pessel agar bisa dimasukkan dalam buku register penghuni LP. Bagi tahanan ham­pir berakhir masa ta­hanan­nya diminta surat per­panjangan pe­nahanannya,” tutup Edi.

 

Di sisi lain, Kepala Badan Pe­nanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Pessel, Doni Gusrizal me­ngakui bahwa armada pema­dam kebakaran (damkar) Pessel sa­ngat terbatas. Saat ini, kabu­paten memanjang dari utara ke selatan sepanjang 234 km itu, ha­nya didukung dua unit dam­kar. Bahkan, saat ini satu di antaranya rusak dan parkir di pos pembantu Balaiselasa, Keca­matan Ranahpesisir. Akibat­nya, upaya pemadaman keba­karan gedung Mapolres Pessel tidak maksimal. 

 

“Dengan hanya memiliki 2 unit mobil damkar, jelas pen­a­nganan kebakaran tidak bisa mak­simal. Belum lagi akibat be­ratnya kondisi medan dan jauh­nya jarak yang akan dile­wati. Ter­utama bila kebakaran itu ter­jadi di daerah paling ujung se­perti bagian selatan dan uta­ranya Pessel,” katanya.

 

Anggaran pembelian 1 unit dam­kar sebesar Rp 1,8 miliar. Dia berharap DPRD Pessel bisa me­ngabulkannya. Itulah se­bab­nya, pihaknya akan mengajukan lagi pembelian damkar melalui APBD 2013 minimal satu unit. BPBD juga merencanakan pem­be­­lian pluthing pam (mesin pom­pa air). Sehingga bila terjadi ke­ba­karan, alat ini bisa digu­na­kan melalui sumur terdekat dari lokasi kebakaran. “Harga 1 unit pluthing pam ini mencapai Rp 90 juta,” jelasnya.

 

Saat ini, anggaran BPBD Pessel dari APBD hanya sebesar Rp 1,05 miliar. Dari jumlah ini yang bisa digunakan untuk biaya ope­rasional dan kebutuhan rutin semua bidang hanya Rp 300 juta. “Kita kewalahan akibat mi­nimnya anggaran. Apalagi biaya operasional yang dibutuh­kan sangatlah besar dengan luas­nya wilayah yang akan dijela­jahi,” keluhnya. (rdi/yon/n)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?