Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 12:43:59 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

DPT Payakumbuh Banyak Ganda

Awasi PNS dan Politik Uang

Padang Ekspres • Berita Politik • Rabu, 11/07/2012 10:58 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 861 klik

GRAFIS : ORTA

Payakumbuh, Padek—Pemilihan wa­li kota dan wakil wali kota Paya­kum­buh periode 2012-2017 tinggal se­hari lagi. Besok, sebanyak 83.837 war­ga Payakumbuh yang tercatat da­lam daftar pemilih tetap (DPT), akan memberikan hak suara mereka pada 202 Tempat Pemungutan Sua­ra (TPS) di 76 kelu­rahan.

 

Warga Payakumbuh akan me­milih satu dari tu­juh pasang calon yang su­dah ditetapkan KPUD. Ke­tu­­j­uh pasang ca­lon itu se­suai nomor urut,  pa­sangan De­s­ra-Fitma In­dra­yani, Mulyadi Afmar-Ed­ward DF, Almaisyar-Dedrizal, Syam­sul Bahri-Weri Yunal­di, Riza Falepi-Suwandel Much­tar, Zainul Jusri-Su­par­di dan Nusyir­wan Na­zar-Chandra Seti­pon.

 

Pasangan nomor urut satu Des­ra-Fitma dan pasa­ngan nomor urut dua Mul­yadi Afmar-Edward DF atau Ma­ward, merupakan pa­s­a­ngan ca­lon independen perta­ma sepan­jang se­jarah Paya­kumbuh. Mes­ti sama-sama maju dari jalur in­de­penden, na­mun mereka me­ngan­to­ngi duku­ngan berbeda.

 

Pasangan Desra-Fitma awalnya me­­­ngajukan 14.751 dukungan. Sete­lah diverifikasi oleh PPS, PPK dan KPU, dukungan yang memenuhi per­­syaratan tinggal 9.428 dukungan (11,24 persen dari jumlah pemilih).

 

Se­dangkan pasangan Ma­ward, awal­nya mengajukan 15.266 duku­ngan. Setelah di­ve­rifikasi, dukungan mere­ka ting­gal  9.108 (10,8 persen).

 

Pasangan nomor urut tiga, Al­maisyar-Dedrizal, diusung oleh 9 par­tai politik. Yakni, Partai Golkar, PPP, PBR, PKPB, PKB, PMB, PPRN, PDK, dan PNI Mar­haenisme. Dalam Pemilu 2009, kesembilan partai me­ngantongi  17.727 suara (34,81 persen) dan 9 kursi di DPRD (36 persen).

 

Pasangan nomor urut em­pat, Syamsul Bahri-Weri Yunaldi diusung Partai Demokrat yang me­ngantongi 9.267 suara (18,21 persen) dan 5 kursi di DPRD (20 persen) dalam Pemilu 2009. Pasangan nomor urut lima, Riza Fa­lepi-Suwandel Muchtar, di­usung koalisi PKS-PDIP yang mem­peroleh  5.939 suara (11,67 per­sen) dan 4 kursi dalam Pe­milu 2009.

 

Pasangan nomor urut enam, Zainul Jusri-Zainuddin diusung Par­tai Gerindra, Hanura, Bar­nas, Patriot, dan Partai Karya Per­juangan yang memperoleh 7.868 suara (15,46 persen) dan 2 kursi di DPRD dalam Pemilu 2007. Sedangkan pasangan no­mor urut tujuh, Nusyirwan Na­zar-Chandra Setipon, di­usung PAN yang dalam Pemilu 2009 memperoleh 8.713 suara (17,2) persen) dan 5 kursi di DPRD.

 

Siapa pun calon wali kota yang terpilih, akan menjadi wali kota kesembilan sejak Paya­kum­buh diresmikan Menteri Da­lam Ne­geri Amir Mahmud, 17 De­sem­ber 1970.

Sementara, calon wakil wali kota yang memperoleh duku­ngan terbanyak dalam pemi­lihan besok, akan menjadi wakil wali kota ketiga di Paya­kumbuh.

 

Banyak Pemilih Ganda

 

Sampai Selasa (10/7) ma­lam, KPUD Payakumbuh me­mas­tikan persiapan Pilwako 2012 sudah rampung. “Kotak suara, kertas suara, tinta, kartu pe­milih, surat panggilan, sudah kita distribusikan. Khusus untuk lo­gistik di TPS, pen­dis­tribu­sian­nya dikawal lang­sung oleh apa­rat berwajib,” ujar Ketua KPUD Payakumbuh, Hendra Yani.

 

Soal DPT, Hendra Yani m­e­ya­kini, sampai Selasa sore, be­lum ditemukan persoalan ber­arti, seperti dalam Pilgub DKI Ja­karta. “Sejauh ini, tidak ada per­soalan dengan DPT,” tegas Hendra Yani ketika dihubungi Pa­dang Ekspres melalui telepon genggamnya.

 

Walau KPU menyebut tidak ada persoalan dengan DPT, na­mun kubu Mulyadi Afmar-Ed­ward DF, Riza Falepi-Su­wandel Muchtar menyebut, masih me­ne­mukan kasus pemilih gan­da dalam DPT. Mereka berharap, per­soalan ini dapat segera diatasi oleh KPU.

 

Menurut Mulyadi Afmar, relawannya menemukan data 1.200 pemilih ganda di Keca­ma­tan Payakumbuh Timur, Pa­yakumbuh Selatan, Paya­kum­buh Utara, dan Lam­posi Tigo Na­gari. “Di luar Kecamatan Pa­yakumbuh Barat, relawan kami me­nemukan 1.200 pemilih gan­da dalam DPT. Sedangkan untuk Barat, kami belum bisa bicara angka,” kata Mulyadi, Selasa malam.

 

Konsultan bidang ling­ku­ngan hidup itu berharap, Pa­nitia Pe­mu­ngutan Suara (PPS) dapat me­­laksanakan tugas dengan ob­jek­tif dan mengatasi per­soalan pe­milih ganda dalam DPT itu de­ngan baik. “Kami sendiri, insya Allah, menyediakan saksi di seluruh TPS. Kita berharap se­mua calon bermain fair,” ujar Mul­yadi.

 

Sedangkan Cawawako Su­wan­del Mukhtar, baru mene­mu­k­an satu kasus terkait dengan data pemilih. “Tadi, ada seorang pe­milih yang mendapat dua kar­tu di TPS berbeda. Kita ber­ha­rap, kasus semacam ini tidak ba­nyak terjadi, untuk me­ngant­i­si­pasi terjadinya pe­milih ganda,” ujar pendamping Riza Falepi ini.

 

Suwandel juga mengaku mendapat laporan dari rela­wannya dan tim kampanye PKS-PDIP, bahwa ada tim sukses pa­sangan lain yang membagi-ba­gikan buku sekolah pada saat ming­gu tenang. “Untuk itu, kita ber­harap, Panwaslu mengambil tindakan tegas terhadap,” ulas bekas Kepala Biro Perencanaan Unand ini.

 

Lain pula harapan Cawako Almaisyar. Dia berharap, kartu pemilih disertai surat panggilan benar-benar dibagikan tepat wak­tu.  H-1, kartu pemilih dan su­rat panggilan untuk memilih su­dah harus didistribusikan. “Se­bab, tadi kita temukan dalam satu rumah yang punya 6 pe­milih, kartu pemilih yang dipe­roleh hanya 3 buah,” ujar Al­maisyar.

 

Terkait persoalan satu ru­mah dengan 6 pemilih hanya mem­peroleh 3 kartu atau surat pang­gilan memilih, Almaisyar su­dah mencoba memediasi. “Kita sudah mediasi. Ternyata, pe­milih dalam satu rumah, me­milih pada TPS yang berbeda. Se­mentara untuk pemilih double, mungkin hanya satu dua kasus,” ucapnya.

 

Berbeda dengan Mulyadi Af­mar, Suwandel Muckhtar dan Al­maisyar yang menemukan per­soalan terkait dengan daftar pe­milih, cawawako dari PAN Chandra Setipon, belum men­dapatkan laporan soal ma­salah DPT. ”Sejauh ini, kita belum da­pat persoalan terkait dengan DPT. Entah di daerah ping­gi­ran,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Ca­wawako Weri Yunaldi. “Sam­p­ai ma­­lam ini, kita belum men­da­pati adanya persoalan terkait de­ngan DPT yang sudah ditetap­kan oleh KPU. Kita yakin, KPU akan bekerja dengan sangat baik,” ujar Weri Yunaldi usai ber­temu dengan Syamsul Bahri.

 

Rentan Politik Uang

 

Terpisah, pemerhati politik Luak Limopuluah Wendra Yu­nal­di memperkirakan, Pilwa­ko 2012 rentan dengan politik uang dan mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS). Untuk itu, dia me­minta Panwaslu, Panitia Pe­nga­was Kecamatan dan Panitia Pe­nga­was Lapangan, agar be­nar-benar menjalankan tugas dan fungsi dengan baik.

 

“Khusus keterlibatan PNS atau birokrat, kita menduga, ti­dak hanya berpeluang terjadi pa­da pasangan incumbent. Tapi juga ada birokrat yang bermain di pasangan lain. Ini harus betul-be­tul diawasi oleh Panwaslu,” ujar Wendra yang pada Pemilu 2009, memperoleh suara ter­banyak di Payakumbuh seba­gai calon anggota DPD RI.

 

Rawannya Payakumbuh da­ri politik uang juga disam­paikan Ke­tua Umum Forum Mas­yara­kat Peduli Paya­kumbuh, Yoha­nes Abdullah. “Pilwako berpe­luang besar diwarnai politik tran­saksional. Harus ada penga­wa­san ekstra dari KPU,” ujar Yohanes.

 

Sebelumnya, Cawako Haji Des­ra juga mengingatkan mas­yarakat untuk melawan politik uang. “Masa depan kota ini ada di tangan kita. Gunakanlah hak pi­lih dengan baik dan benar. Awa­si segala bentuk politik uang. Harga diri tidak bisa dinilai de­ngan rupiah,” kata Desra, saat menyampaikan visi-misi di DPRD.

 

Pengurus DPP PKS Syau­rium ketika menghadiri kam­pa­nye Riza Falepi-Suwan­del Much­tar di Gelanggang Ku­bu­gadang juga menyorot ren­tan­nya Pilwako Payakumbuh dari po­litik uang. Syaurium meminta mas­yarakat, langsung me­nang­kap para pembagi uang.

 

”Kalau ada yang datang mem­­beri uang, me­nga­tas­nama­kan pasangan Fa­lepi-Wandel ja­ngan percaya. Laporkan saja ke Panwaslu. Sebab, pasangan Fa­lepi-Wandel menolak segala ben­tuk politik uang dalam Pil­wako Payakumbuh 2012,” tegas Syaurium.

 

Untuk menghindari politik uang sehari sebelum pemu­ngutan suara, Relawan Anak Na­gari Payakumbuh untuk Riza F­a­lepi-Suwandel Mukhtar juga mem­bentuk tim reaksi cepat. “Tim dengan 500 personel ini, akan melakukan ronda politik, termasuk mengawasi bagi-bagi uang, buku dan kampanye terse­lubung,” ujar Ketua Rela­wan Anak Nagari, Anton Permana.

 

Lain pula komentar Cawa­wako Chandra Setipon. Dia me­lihat, politik uang dalam Pil­wako Payakumbuh seperti ken­tut. “Baunya tercium, tapi siapa yang kentut kita tidak tampak. Butuh kerja keras bagi Panwaslu untuk membuktikan. Tapi kita sudah minta seluruh kader PAN, untuk menangkap dan mengum­pul­kan bukti pelaku politik uang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pan­waslu Payakumbuh Yusril Yazid mengaku, belum mendapat laporan tertulis soal adanya politik uang atau politik transak­sional. “Walau demikian, tadi ada dua calon yang meng­hubu­ngi kita, yakni Suwan­del Mukh­tar dan Almaisyar, terkait adanya dugaan politik uang,” kata Yusril.

 

Yusril menyebut, dugaan yang disampaikan tim Suwandel adalah dugaan bagi-bagi buku di kawasan Bulakan Balai Kandi oleh tim relawan pasangan Zai­nul Jusri-Zainuddin. Sedang­kan tim Almaisyar, melaporkan ada­nya rencana pasangan calon ter­tentu, membagi-bagikan am­plop berisi uang yang be­r­tulis­kan dari pasangan Al­maisyar-De­drizal. “Kedua laporan yang di­sampaikan itu, masih kita pe­lajari. Besok, akan kita konfir­masi dan kita dudukkan per­soalannya,” ujar Yusril Yazid.

 

Terkait penertiban atribut kam­panye oleh Panwaslu ber­sama Satpol PP tadi malam, sempat menimbulkan persoalan dengan partai politik. Persoalan terjadi, saat tim penertiban diduga mencopot dan merobek ba­liho pasangan Falepi-Wandel yang berada di kantor DPC PDI-P Payakumbuh, kawasan La­buah­basilang.

 

”Ketua PDI-P Payakumbuh Aribus Madri sudah melaporkan persoalan ini kepada Ketua PDI-P Sumbar Alex Indra Lukman. Nampaknya, PDI-P tidak senang dan akan mempersoalkan ini. Walau demikian, kita tetap meminta seluruh kader parpol pendukung dan relawan, agar tetap menjaga semangat pilwako badunsanak,” kata Suwandel Mukhtar.

 

Diperkirakan Dua Putaran

 

Di sisi lain, Lembaga Survei dan Kajian Publik, Revolt Institute, memperkirakan, Pilwako Payakumbuh akan berlangsung dua putaran, karena jumlah calon wali kota dan calon wakil wali kota yang tampil tujuh pasang.

 

”Dengan calon yang ber­jum­­lah tujuh pasang, sa­ngat su­lit ba­gi pasangan mana pun un­tuk me­me­nangkan Pilwako Pa­ya­kumbuh satu putaran,” ujar Direktur Eksekutif Revolt Ins­titute Eka Vidya Putra ke­tika dihubungi Padang Eks­pres di GOR M Yamin Ku­bu­ga­dang, menjelang masa kam­­pa­nye Pil­wako Paya­kum­buh ber­akhir.

 

Hal senada disampaikan mantan wakil bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi. “Bersama se­jumlah teman-teman, kita su­dah melakukan survei kecil-ke­cilan dan pemetaan di Paya­kumbuh. Nampaknya, Pilwako Paya­kumbuh akan sama dengan Pilkada Limapuluh Kota, digelar dua putaran,” ujar Irfendi.

 

Dia juga memperkirakan, ca­lon yang diusung koalisi partai be­sar, belum tentu menang da­lam Pilwako Payakumbuh. S­e­bab, tipikal pemilih Paya­kum­buh tidak fanatik terhadap partai politik. Irfendi menyebut pasa­ngan Falepi-Wandel, Syamsul-Weri,  dan Desra-Fitma adalah pa­sangan tangguh dalam Pil­wako Payakumbuh 2012, ken­dati pasangan lain juga tidak bisa dianggap sebelah mata. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!