Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 02:35:28 WIB
XPRESI

MOS hanya Perkenalan?

Jangan Ada Kekerasan

Padang Ekspres • Selasa, 10/07/2012 11:17 WIB • IWAN • 1007 klik

Model :  Fitriyeni (SMAN 4 Padang )  Fotografer:  Iwan Desain:  Orta

MOS memang seru, tapi tak bagi semua orang MOS itu terasa seru. Pasalnya, masih ada se­ba­gian orang yang pro pada MOS, akan tetapi ada juga yang kontra. Kenapa bisa seperti itu? “Pada dasarnya karena hakikat MOS itu mulai bergeser dari yang se­mes­tinya,” tutur Rian Hanami dari Unand. “Sesuai ke­pan­jangannya, Masa Orientasi Sekolah. Ha­rus­nya MOS menjadi masa orientasi bagi siswa/mahasiswa baru agar bisa lebih mengenal sekolah/kampus baru mereka. Sekarang, MOS malah disusupi dengan kegiatan perpeloncoan di da­lamnya. Jelas kegiatan seperti itu bertentangan dengan pengertian sebenarnya dari MOS. Karena hal itulah ada sebagian orang yang menjadi kontra dengan kegiatan MOS,” tambah cowok yang kini telah masuk semester tujuh ini.

 

Nah, Rian sendiri gimana? Masuk golongan yang pro atau kontra nih dengan MOS?

 

“Kalau aku sih, asalkan ke­gia­tan MOS itu masih sesuai dengan semestinya ya jelas bakal pro dan itu pasti jadi MOS yang positif. Kalau kegiatan MOS itu udah disusupi perpeloncoan, nah itu yang nggak pernah aku suka. Karena jika MOS disusupi per­pe­loncoan, maka pada MOS tahun ajaran depan aksi perpeloncoan itu bakal tetap ada. Itu menjadi balas dendam bagi yang dulu dipelonco oleh seniornya. MOS yang seperti itu akan me­nim­bulkan efek negatif terhadap siswa/mahasiswa baru.”

 

Penjelasan Rian diamini oleh Sri Ningsih dari UNP. Menurut cewek yang yang aktif di or­ga­nisasi ini, kegiatan perpeloncoan sering terjadi di saat MOS ber­lang­sung. Padahal sebenarnya kegiatan negatif tersebut bu­kanlah program resmi dari pa­nitian MOS. “Biasanya per­pe­lon­coan dilakukan oleh oknum ma­hasiswa, bukan dari or­ganisasi ma­hasiswa di kampus. Boleh dibilang, oknum-oknum tersebut adalah preman kampus. Mereka biasanya bukan panitia resmi dari ke­giatan MOS. Kegiatan per­pe­loncoan ini pun biasanya ter­jadi di saat jam istirahat kegiatan MOS, bukan pada jam kegiatan MOS berlangsung.”

 

Rekan sekampus Sri, yaitu Husna ikut menambahkan. Me­nurut Husna, oknum yang me­lakukan perpeloncoan tersebut biasanya adalah mahasiswa yang dulu juga menjadi korban per­peloncoan oleh seniornya dulu di saat MOS. “Jadi ya semacam balas dendam gitu lah sobeX. Kalau kegiatan per­pe­lon­coan yang jelas-jelas negatif ini tetap dibiarkan, maka sampe generasi keberapapun bakal tetap ada kegiatan seperti itu dalam MOS. Harus dihen­tikan, minimal untuk tiga generasi. Maka setelah itu kegiatan perpe­lon­coan akan hilang dari kam­pus.”

 

Nah, gimana dengan ke­giatan MOS di sekolah-se­kolah yang ada di Padang? Ternyata nggak seseram kegiatan MOS di kam­pus lho sobeX. Ke­giatan MOS di se­kolah dipandu la­ng­sung oleh para guru-guru. Saat ke­giatan ber­la­ng­sung pun, ha­nya siswa yang menjadi panitia saja yang boleh ikut campur tangan. Sis­wa yang bukan pa­nitia, pasti disuruh pulang. “Agar tak mengganggu,” ujar Ringga, salah seorang panitia MOS di sebuah se­kolah. “Tapi beberapa siswa yang bandel tetap ada yang mengganggu. Mereka me­ng­goda siswi baru. Jumlahnya nggak banyak, dan bisa di­an­tisipasi. Lagipula hanya seka­dar gitu aja kok, nggak sampai pake kekerasan.”

 

“Ya jangan sampelah acara MOS pakai kekerasan segala. Ini kan SMA sobeX, bukan STP… (menyebut nama sebuah kampus yang beberapa tahun lalu ber­masalah dengan tindakan ke­ke­rasan para senior kepada ju­nior­nya). Kalau acara MOS tahun ini pake perpeloncoan, aku yakin seyakin-yakinnya deh sobeX, MOS tahun ajaran depan pasti para junior tersebut bakal balas dendam ke junior yang baru,” tutur Irna dari SMAN 3 Padang. “Efek jangka lamanya nih sobeX, bakal tercipta generasi muda yang lebih ngandelin kekerasan daripada kecerdasan. Nggak salah kan kalau banyak kejadian ta­wuran, kekerasan remaja dan kejahatan lainnya yang dilakukan orang muda saat ini. Salah satu pen­ye­bab­nya ya per­­pe­lon­­coan itu .

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!