Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 13:13:45 WIB
METROPOLIS

Guru Sertifikasi Tuntut Tunjangan

Padang Ekspres • Jumat, 06/07/2012 10:09 WIB • * • 1726 klik

Puluhan guru-guru SMA di Kota Padang di halaman SD Tan Malaka,

Tan Malaka, Padek—Puluhan gu­ru sertifikasi SMA di Kota Pa­dang menuntut tunjangan serti­fi­ka­si yang hingga kini belum di­bayarkan Dinas Pendidikan Pa­dang. Mereka menilai Dinas Pen­didikan Padang tidak adil dalam mencairkan tunjangan sertifikasi.

 

“Kedatangan kami ke Dinas Pendidikan Padang untuk mena­nyakan pencairan tunjang­an serti­fi­kasi. Guru-guru SMP telah men­da­pat­kan tunjangan sertifi­kasi­nya, kenapa kami guru SMA belum?” kata Mirwan, guru SMAN 8 Pa­dang, mewakili puluhan guru, kepada wartawan di Dinas Pendidikan Padang, kemarin.

 

Sementara, kata Mirwan, di tingkat SMA me­reka juga telah memasukkan rincian jam mengajar tersebut. “Tapi nya­tanya, guru SMP yang dicair­kan, guru SMA tak dicairkan. Ka­mi tak tahu persis bagai­mana petunjuk teknis dalam rangka pencairan tunjangan sertifikasi itu,” ungkap Mir­wan.

 

Mirwan mengakui ada se­ba­gian guru SMA yang telah menerima tunjangan serti­fikasi, ada juga yang belum. “Karena itu, kami memper­tanyakan hal tersebut ke Dinas Pendidikan,” ujar Mirwan.

 

Untuk memperjuangkan tunjangan sertifikasi itu, sejak Senin lalu mereka telah ber­dia­log dengan Dinas Pendidikan. “Ini dialog kedua kami lakukan dengan Dinas Pendidikan. Tapi belum ada titik temu. Ka­mi akan terus memper­juang­kan pencairan tunjangan serti­fikasi itu,” ucap Mirwan.

 

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata menegaskan tidak bisa membayarkan tun­jangan sertifikasi jika guru ber­sangkutan tidak mencu­kupi mengajar 24 jam seminggu. “Ada aturan yang mengatur hal itu sehingga jika dibayarkan, maka Disdik akan dinilai mem­bantu kecurangan data sertifikasi,” ungkapnya.

 

Indang menambahkan, ji­ka tidak mencukupi 24 jam mengajar, guru tersebut mesti mencari tempat mengajar ke sekolah lain. Untuk memenuhi 24 jam, tidak seluruh guru bisa memenuhinya jika tetap me­ngajar di satu sekolah.

 

“Kami tengah mencoba mendistribusikan guru-guru itu ke sekolah swasta agar bisa memenuhi 24 jam agar tun­jang­a­n sertifikasi bisa diteri­ma. Tapi kalau tidak mau melakukan itu, Disdik tidak bisa menyetujui tunjangan sertifikasi itu,” ujarnya.

 

Ketua PGRI Sumbar, Zai­nal Akil menjelaskan, ada yang lucu namun menyedihkan soal guru sertifikasi ini. Dari anali­sanya, ada tiga kategori serti­fikasi. Yaitu, guru tidak berser­tifikasi tapi dapat tunjangan Rp 250 ribu, berikutnya guru ser­tifikasi yang menerima tun­jangan, dan guru sertifikasi yang tidak menerima tun­jang­an.

 

“Kategori terakhir ini yang lucu, bersertifikasi tapi tidak menerima tunjangan. Ada be­berapa solusi jika jam me­nga­jar guru ini kurang, yakni tetap hadir di sekolah beberapa jam untuk menutupi keku­rang­an dan tetap hadir mem­bantu kepala sekolah men­ja­lankan program-program se­ko­lah,” usulnya. (ek)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!