- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Baru 4,1 KM Dibebaskan
Pembongkaran Dikebut Jelang Ramadhan
Padang Ekspres • Rabu, 04/07/2012 11:13 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 2506 klik

Kototangah, Padek—Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II mendesak Pemko Padang segera menuntaskan pembebasan lahan dan bangunan di areal Bypass dua jalur sebelum Oktober mendatang. Jika tidak mampu, dana pembangunan Bypass dua jalur sebesar Rp 500 miliar terancam ditarik kembali oleh Pemerintah Korea Selatan.
“Rencana awalnya pembebasan itu dimulai 28 Oktober tahun lalu, namun ditunda. Pada 2 Juli, barulah proses pembebasan di mulai dari Batas Kota sampai Anakaia. Untuk itu, kami mem-back up Pemko dalam menuntaskan pembebasan lahan tersebut agar bantuan itu tak ditarik,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12 Wilayah Solok dan sekitarnya Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II, Ovuken Negara, kepada Padang Ekspres, kemarin.
Ovuken mengatakan, sebelum dilakukan pembongkaran, terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan pemilik bangunan, apakah membongkar sendiri bangunannya atau dibongkar. Banyak masyarakat memilih untuk membongkar sendiri bangunan mereka.
“Baru 4,1 km panjang jalan dari batas kota sampai Anakaia dibebaskan dari bangunan liar. Masih tersisa 17,9 km panjang jalan lagi yang harus dibebaskan,” ungkap Ovuken.
Menurutnya, pembangunan Bypass jalur dua ini ada dua segmen. Yakni, Teluk Bayur ke Lubeg sepanjang 5 km dan Lubeg ke Fly Over Duku 22 km. Sepanjang jalan itu ada 4.251 bangunan liar yang harus dibersihkan. Termasuk 200 meter tanah lagi yang belum dibebaskan sepanjang jalan Lubukbegalung ke Teluk Bayur.
Jalan Bypass saat ini hanya selebar 8 meter. Untuk Bypass dua jalur akan diperlebar 2x7 meter, ditambah median jalan 2,5 meter dan bahu jalan kiri dan kanan masing-masing 2 meter.
Selain itu, juga disediakan jalur roda dua untuk sisi kiri dan kanan, luasnya masing-masing 2, 5 meter. Lebar jalan 40 meter yang telah dibebaskan Pemko, seluruhnya akan dimanfaatkan untuk pembangunan Bypass dua jalur.
Untuk fisik, nilai kontrak tahap awal sebesar Rp 275 miliar. Diprediksi total anggaran untuk pembangunan jalan Bypass dua jalur dan pembuatan underpass di lima persimpangan sebesar Rp 500 miliar. Masa proyek dilaksanakan selama 3 tahun.
“Jika pembebasan tidak tuntas dalam rentang waktu ditetapkan, maka kontrak dengan pemerintah Korea Selatan dapat diundur, bahkan bisa tidak dapat dilaksanakan. Mudah-mudahan, persoalan pembebasan tanah dan lahan harus tuntas sebelum kontrak ditandatangani Oktober mendatang,” harap Ovuken.
Asisten I bidang Pemerintahan Setko Padang, Yosefriawan menuturkan, pada hari kedua, ada 25 bangunan liar ditertibkan. Totalnya 78 bangunan ditertibkan. “Target kami penertiban di tanah yang telah dikonsolidasi akan tuntas 15 Juli ini. Tanah yang telah dibayar, konsolidasinya dari Lubeg sampai ke Fly Over Duku,” ujarnya.
Untuk tanah yang belum dituntaskan ganti rugi, dari Lubeg ke Teluk Bayur akan dituntaskan setelah 15 Juli. “Ruas jalan ini, ditargetkan Agustus tuntas. Untuk pembukaan lahan (land clearing) akan dilakukan September. Sehingga Oktober , persoalan pembebasan lahan dan bangunan tidak menghalangi pembangunan Bypass dua jalur itu,” papar Yosefriawan.
Kepala Bagian Pertanahan, Desmon Danus optimistis Oktober pembebasan lahan dan bangunan di Bypass dua jalur tuntas. “Wali Kota telah memberikan surat pada tiap kecamatan di Bypass dua jalur tentang sosialisasi rencana pembangunan jalan itu. Bagi yang belum memberikan surat pernyataan kesediaan membongkar sendiri bangunannya, kami yakin warga akan melakukannya,” tukasnya.
Masih Berlanjut
Pantauan Padang Ekspres di lokasi pembongkaran di Batipuhpanjang, sekitar pukul 11.00, cukup banyak anggota Pol PP dan aparat pemerintahan kecamatan dan kelurahan yang dilibatkan. Tidak hanya itu, dua traktor juga di-standbykan untuk membantu memudahkan.
Lurah Batipuhpanjang, Kecamatan Kototangah, Alimin mengakui di wilayahnya masih ada bangunan di sepanjang jalan Bypass yang konsolidasinya bermasalah sehingga pembongkaran bangli tidak merata.
“Bangunan yang belum bisa dibongkar itu, karena konsolidasinya masih bermasalah,” kata Alimin. (***)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?