- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB
Itjen Kemenag Bentuk Dua Tim
Investigasi Dugaan Suap Proyek Al Quran dan Alat Labor
Padang Ekspres • Rabu, 04/07/2012 11:01 WIB • * • 508 klik

Jakarta, Padek—Tim investigator Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) sudah menyelesaikan tahapan awal investigasi dugaan penyelewengan dalam proyek pengadaan mushaf Al Quran. Hasil sementara investigasi menyebutkan bahwa Itjen Kemenag membutuhkan upaya lebih mendalam untuk menelusuri kebenaran dugaan tersebut.
Kabar perkembangan ini dipaparkan Irjen Kemenag, Mundzier Suparta di sebuah diskusi di Jakarta kemarin. Suparta mengatakan, hasil investigasi sementara itu berbunyi; menuntut adanya investigasi lebih mendalam lagi. Menurut beberapa keterangan, hasil investigasi itu keluar karena ada kecenderungan yang mengarah pada dugaan suap dalam tender Al Quran.
Untuk itu, mulai Senin (2/7) lalu, Suparta membuat dua tim investigasi yang diberi surat tugas berumur sepuluh hari.
”Jika durasi waktu itu belum cukup, ya bisa diperpanjang,” tandasnya.
Suparta menerangkan, hasil investigasi baru komplet jika auditor sudah menyatakan cukup.
Dia menerangkan, satu tim investigator diturunkan untuk menelusuri lebih dalam proyek pengadaan Al Quran sesuai rekomendasi investigasi awal. Sementara satu tim lagi diterjunkan untuk memulai penelusuran dugaan suap dan korupsi pada proyek pengadaan alat laboratorium di madrasah. Tim kedua ini juga bertugas selama sepuluh hari dan bisa diperpanjang jika dibutuhkan.
Terkait proyek pengadaan mushaf Al Quran 2011, Suparta mengatakan, Kemenag pertama kali mengajukan harga satuan Al Quran sebesar Rp 45 ribu per eksemplar. Selanjutnya setelah dibawa ke DPR, harga satuan itu tiba-tiba melonjak menjadi Rp 75 ribu per eksemplar. Seperti dipaparkan sebelumnya, pada 2011 Kemenag mencetak Al Quran sebanyak 17.156 eksemplar melalui APBN 2011 dan 630 ribu eksemplar pada APBN Perubahan 2011.
Suparta menceritakan, Ditjen Bimas Islam Kemenag sempat menolak harga yang tetapkan DPR sebesar Rp 75 ribu per eksemplar tadi. Akhirnya, harga satuan Al Quran disepakati senilai Rp 31.500 per eksemplar. Suparta sampai kemarin belum berani menyebut ada indikasi suap atau korupsi dalam proyek pengadaan ini.
Pihak Itjen Kemenag masih terus mengeluh dengan kemampuan auditor mereka. Suparta mengatakan, dengan empat ribuan satuan kerja (satker) yang dimiliki Kemenag, kinerja 150 auditor tidak bisa berjalan efektif. Dia menuturkan, audit dijalankan di satker yang mengelola anggaran besar karena berpotensi menimbulkan penyelewengan.
Juru bicara KPK, Johan Budi menegaskan, kasus pengadaan Al Quran masih sebatas pada penelusuran dugaan penyuapan. Yaitu, penyuapan terkait penunjukan pemenang tender. Belum mengarah pada penelusuran dugaan korupsi. (wan/jpnn)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?