Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 18:27:43 WIB
NASIONAL

Itjen Kemenag Bentuk Dua Tim

Investigasi Dugaan Suap Proyek Al Quran dan Alat Labor

Padang Ekspres • Rabu, 04/07/2012 11:01 WIB • * • 508 klik

Mundzier Suparta

Jakarta, Padek—Tim investigator Inspektorat Jenderal Ke­men­terian Agama (Itjen Ke­me­nag) sudah menye­le­­saikan ta­hapan awal investigasi du­ga­an pe­nye­le­w­e­ngan da­lam pro­yek pengadaan mushaf Al Qu­ran. Hasil se­men­tara inves­ti­gasi me­­nyebutkan bah­wa It­jen Keme­nag membutuhkan upa­ya lebih men­dalam un­tuk me­nelusuri kebenaran dugaan ter­sebut.

 

Kabar perkembangan ini di­­paparkan Irjen Kemenag, Mu­n­­dzier Suparta di sebuah dis­­­kusi di Jakarta kemarin. Su­par­ta mengatakan, hasil inves­ti­gasi sementara itu ber­bunyi; me­nuntut adanya investigasi le­­bih mendalam la­gi. Menurut be­bera­pa keterangan, hasil in­­vestigasi itu ke­luar karena ada ke­cenderungan yang me­­ng­arah pada du­gaan suap dalam ten­der Al Quran.

 

Untuk itu, mulai Senin (2/7) lalu, Su­parta membuat dua tim investigasi yang diberi su­rat tugas berumur sepuluh ha­ri.

 

”Jika durasi waktu itu be­lum cu­­kup, ya bisa diper­pan­jang,” tan­­dasnya.

 

Suparta menerangkan, hasil investigasi baru komplet jika auditor sudah menyatakan cukup.

 

Dia menerangkan, satu tim investigator diturunkan untuk menelusuri lebih dalam proyek pengadaan Al Quran sesuai rekomendasi investigasi awal. Sementara satu tim lagi diterjunkan untuk memulai penelusuran dugaan suap dan korupsi pada proyek pengadaan alat laboratorium di madrasah. Tim kedua ini juga bertugas selama sepuluh hari dan bisa diperpanjang jika dibutuhkan.

 

Terkait proyek pengadaan mushaf Al Quran 2011, Suparta mengatakan, Kemenag pertama kali mengajukan harga satuan Al Quran sebesar Rp 45 ribu per eksemplar. Selanjutnya setelah dibawa ke DPR, harga satuan itu tiba-tiba melonjak menjadi Rp 75 ribu per eksemplar. Seperti dipaparkan sebelumnya, pada 2011 Kemenag mencetak Al Quran sebanyak 17.156 eksemplar melalui APBN 2011 dan 630 ribu eksemplar pada APBN Perubahan 2011.

 

Suparta menceritakan, Ditjen Bimas Islam Kemenag sempat menolak harga yang tetapkan DPR sebesar Rp 75 ribu per eksemplar tadi. Akhirnya, harga satuan Al Quran disepakati senilai Rp 31.500 per eksemplar. Suparta sampai kemarin belum berani menyebut ada indikasi suap atau korupsi dalam proyek pengadaan ini.

 

Pihak Itjen Kemenag masih terus mengeluh dengan kemampuan auditor mereka. Suparta mengatakan, dengan empat ribuan satuan kerja (satker) yang dimiliki Kemenag, kinerja 150 auditor tidak bisa berjalan efektif. Dia menuturkan, audit dijalankan di satker yang mengelola anggaran besar karena berpotensi menimbulkan penyelewengan.

 

Juru bicara KPK, Johan Budi menegaskan, kasus pengadaan Al Quran masih sebatas pada penelusuran dugaan penyuapan. Yaitu, penyuapan terkait penunjukan pemenang tender. Belum mengarah pada penelusuran dugaan korupsi. (wan/jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?