- 13:34 WIB
- 13:33 WIB
- 13:00 WIB
- 11:05 WIB
- 12:59 WIB
- 12:31 WIB
- 12:08 WIB
- 11:59 WIB
- 11:56 WIB
- 11:49 WIB
Dunia Terbelah, Korban di Syria Bisa Bertambah
Kofi Annan Sikapi Pertemuan Jenewa
Padang Ekspres • Senin, 02/07/2012 14:28 WIB • * • 618 klik
Jenewa, Padek–Negara-negara berpengaruh di dunia terpecah soal upaya mencari solusi dan penyelesaian atas krisis di Syria yang sudah berlangsung selama 16 bulan. Perpecahan itulah yang mewarnai pertemuan dan dialog perihal solusi Syria di Jenewa, Swiss, Sabtu (30/6) lalu.
Pertemuan itu dihadiri para menteri luar negeri (menlu) lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, yakni AS, Rusia, Inggris, Tiongkok, dan Prancis. Selain itu, diikuti oleh kekuatan regional di Teluk dan Timur Tengah, seperti Qatar, Turki, Kuwait, dan Iraq. Hadir pula Sekjen PBB Ban Ki-moon serta Utusan Khusus PBB dan Liga Arab untuk Syria Kofi Annan dalam pertemuan tersebut.
Sayangnya, begitu pembicaraan dimulai, sudah terjadi pertentangan sikap secara mendalam perihal bagaimana mewujudkan transisi kekuasaan di Syria. Sebelum dialog dimulai, Inggris sudah mereaksi sikap oposisi Beijing dan Moskow terkait transisi kekuasaan di Syria. Amerika Serikat (AS) menunjukkan sikap berbeda meski Rusia lebih mendominasi pertemuan itu. Perbedaan pandangan tersebut sempat membuat pembukaan tertunda selama dua jam.
Pertentangan tersebut langsung direaksi Annan. Mantan Sekjen PBB itu mengingatkan negara-negara besar bahwa mereka akan bertanggung jawab sebagian atas jatuhnya lebih banyak korban rakyat Syria jika gagal menyepakati upaya mengakhiri kekerasan di negeri Presiden Bashar al-Assad tersebut.
”Rakyat Syria jelas akan menjadi korban terbesar dari kekerasan di negara itu. Kematian mereka akan menjadi konsekuensi. Tak hanya akibat tindakan para pembunuh di lapangan, tapi juga ketidakmampuan Anda semua (negara-negara besar) dalam menjembatani perbedaan di antara Anda,” papar Annan di depan paar menlu saat pembukaan pertemuan. ”Sejarah merupakan hakim yang suram. Kita semua akan dihakimi dengan keras jika terbukti tak mampu mengambil langkah yang tepat hari ini,” lanjutnya.
Annan, yang mengusulkan pertemuan tersebut, telah membagikan proposal pembentukan pemerintahan transisi yang bertugas membantu dan mendorong implementasi isi rancangan perdamaian. Rancangan yang disepakati pihak-pihak yang berseteru di Syria pada 12 April lalu itu ternyata tak digubris oleh rezim Assad maupun oposisi.
Moskow dan Beijing menolak usul soal penyerahan atau alih kekuasaan kepada pemerintahan interim (sementara) Syria itu. Padahal, menurut Annan, tidak boleh ada unsur dari dua kelompok yang berseteru karena dianggap sebagai pemicu kekerasan yang merusak stabilitas keamanan serta proses rekonsiliasi di Syria. Hal itu secara tidak langsung mendorong agar Assad menyerahkan kekuasaannya demi kepentingan yang lebih besar.
Sebelum memasuki isu utama, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bertemu koleganya dari Prancis dan Inggris. Rusia dan Tiongkok melakukan pertemuan terpisah. Rusia tetap bersikukuh bahwa nasib Assad harus ditentukan oleh rakyat Syria sendiri melalui dialog.
Menlu Inggris William Hague memulai pembicaraan di Jenewa dengan menyatakan bahwa masing-masing pihak tak mampu menjembatani perbedaan pandangan yang ada. ”Situasinya tetap sulit dan apakah ini mungkin berhasil (mencapai kesepakatan), saya tidak tahu,” ujarnya. Hague menekankan bahwa bagi Inggris, masa depan Syria yang stabil bisa terjadi jika Assad lengser.
Clinton dan Menlu Rusia Sergey Lavrov sempat bertemu pada Jumat malam (29/6) sebelum pertemuan kemarin, Saat itu, keduanya mencapai kesepakatan terkait nasib Assad meskipun hanya keputusan kecil.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mencatat adanya perkembangan dalam pertemuan itu meski masih ada perbedaan di antara dua negara. ”Namun, demi menghormati Mr Annan, mereka sepakat berangkat ke Jenewa dan berupaya menghasilkan sesuatu,” tuturnya.
Sejauh ini, kekerasan di Syria telah merenggut lebih dari 15.800 jiwa sejak revolusi anti-Assad meletus pada Maret tahun lalu. Sebagian besar korban jiwa itu adalah warga sipil.
Korban jiwa di Syria bukan mustahil terus bertambah. Pertempuran di antara dua kubu belum kunjung berhenti. Sedikitnya 25 orang tewas di seantero Syria kemarin dalam bentrok antara tentara Assad dan oposisi. Kebanyakan di antara korban jiwa itu warga sipil. Ratusan orang terjebak di tengah perang di Douma, Provinsi Damaskus.
Kelompok aktivis Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan, para korban termasuk seorang warga sipil yang ditembak mati sniper (penembak jitu) di Douma. Seorang aktivis anti-Assad tewas di Provinsi Hama. Lalu, seorang pejuang oposisi kehilangan nyawa di Daraa. Tiga orang sekeluarga tewas setelah serangan militer Assad di Provinsi Idlib.(AFP/AP/RTR/cak/dwi)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!