Selasa, 21 Mei 2013 - 11 Rajab 1434 H 13:38:43 WIB
INTERNASIONAL

Dunia Terbelah, Korban di Syria Bisa Bertambah

Kofi Annan Sikapi Pertemuan Jenewa

Padang Ekspres • Senin, 02/07/2012 14:28 WIB • * • 618 klik

Jenewa, Padek–Negara-negara berpengaruh di dunia terpecah soal upaya mencari solusi dan penyelesaian atas krisis di Syria yang sudah berlangsung selama 16 bulan. Perpecahan itulah yang me­warnai pertemuan dan dialog perihal solusi Syria di Jenewa, Swiss, Sabtu (30/6) lalu.

 

Pertemuan itu dihadiri para menteri luar negeri (men­lu) lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, yakni AS, Rusia, Inggris, Tiong­kok, dan Prancis. Selain itu, diikuti oleh kekuatan regional di Teluk dan Timur Tengah, seperti Qatar, Turki, Kuwait, dan Iraq. Hadir pula Sekjen PBB Ban Ki-moon serta Utusan Khusus PBB dan Liga Arab untuk Syria Kofi Annan dalam pertemuan tersebut.

 

Sayangnya, begitu pem­bicaraan dimulai, sudah terjadi pertentangan sikap secara mendalam perihal bagaimana mewujudkan transisi ke­kua­saan di Syria. Sebelum dialog dimulai, Inggris sudah me­reaksi sikap oposisi Beijing dan Moskow terkait transisi ke­kuasaan di Syria. Amerika Serikat (AS) menunjukkan sikap berbeda meski Rusia lebih mendominasi pertemuan itu. Perbedaan pandangan tersebut sempat membuat pembukaan tertunda selama dua jam.

 

Pertentangan tersebut lang­sung direaksi Annan. Man­­tan Sekjen PBB itu me­ngingatkan negara-negara besar bahwa mereka akan bertanggung jawab sebagian atas jatuhnya lebih banyak korban rakyat Syria jika gagal menyepakati upaya me­ngak­hiri kekerasan di negeri Pre­siden Bashar al-Assad ter­sebut.

 

”Rakyat Syria jelas akan menjadi korban terbesar dari kekerasan di negara itu. Ke­matian mereka akan menjadi konsekuensi. Tak hanya akibat tindakan para pembunuh di lapangan, tapi juga keti­dak­mampuan Anda semua (ne­gara-negara besar) dalam men­jembatani perbedaan di antara Anda,” papar Annan di depan paar menlu saat pem­bukaan pertemuan. ”Sejarah merupakan hakim yang su­ram. Kita semua akan diha­kimi dengan keras jika terbukti tak mampu mengambil lang­kah yang tepat hari ini,” lan­jutnya.

 

Annan, yang mengusulkan pertemuan tersebut, telah membagikan proposal pem­bentukan pemerintahan tran­sisi yang bertugas membantu dan mendorong implementasi isi rancangan perdamaian. Rancangan yang disepakati pihak-pihak yang berseteru di Syria pada 12 April lalu itu ternyata tak digubris oleh rezim Assad maupun oposisi.

 

Moskow dan Beijing me­nolak usul soal penyerahan atau alih kekuasaan kepada pemerintahan interim (se­mentara) Syria itu. Padahal, menurut Annan, tidak boleh ada unsur dari dua kelompok yang berseteru karena diang­gap sebagai pemicu kekerasan yang merusak stabilitas kea­manan serta proses rekon­siliasi di Syria. Hal itu secara tidak langsung mendorong agar Assad menyerahkan ke­kua­saannya demi kepentingan yang lebih besar.

 

Sebelum memasuki isu utama, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bertemu koleganya dari Prancis dan Inggris. Rusia dan Tiongkok melakukan pertemuan ter­pisah. Rusia tetap bersikukuh bahwa nasib Assad harus di­ten­tukan oleh rakyat Syria sendiri melalui dialog.

 

Menlu Inggris William Ha­gue memulai pembicaraan di Jenewa dengan menyatakan bahwa masing-masing pihak tak mampu menjembatani perbedaan pandangan yang ada. ”Situasinya tetap sulit dan apakah ini mungkin berhasil (mencapai kesepakatan), saya tidak tahu,” ujarnya. Hague menekankan bahwa bagi Ing­gris, masa depan Syria yang stabil bisa terjadi jika Assad lengser.

 

Clinton dan Menlu Rusia Sergey Lavrov sempat bertemu pada Jumat malam (29/6) sebelum pertemuan kemarin, Saat itu, keduanya mencapai kesepakatan terkait nasib As­sad meskipun hanya kepu­tusan kecil.

 

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri (Dep­lu) AS mencatat adanya perkembangan dalam per­temuan itu meski masih ada perbedaan di antara dua ne­gara. ”Namun, demi meng­hormati Mr Annan, mereka sepakat berangkat ke Jenewa dan berupaya menghasilkan sesuatu,” tuturnya.

 

Sejauh ini, kekerasan di Syria telah merenggut lebih dari 15.800 jiwa sejak revolusi anti-Assad meletus pada Ma­ret tahun lalu. Sebagian besar korban jiwa itu adalah warga sipil.

 

Korban jiwa di Syria bukan mustahil terus bertambah. Pertempuran di antara dua kubu belum kunjung berhenti. Sedikitnya 25 orang tewas di seantero Syria kemarin dalam bentrok antara tentara Assad dan oposisi. Kebanyakan di antara korban jiwa itu warga sipil. Ratusan orang terjebak di tengah perang di Douma, Pro­vinsi Damaskus.

 

Kelompok aktivis Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan, para korban termasuk seorang war­ga sipil yang ditembak mati sniper (penembak jitu) di Dou­ma. Seorang aktivis anti-Assad tewas di Provinsi Hama. Lalu, seorang pejuang oposisi kehi­langan nyawa di Daraa. Tiga orang sekeluarga tewas setelah serangan mi­liter Assad di Pro­vinsi Idlib.(AFP/AP/RTR/cak/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Senin, 20 Mei 2013

Polda Geledah Tempat Hiburan

Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?

 

Komitmen Kapolda Dipertanyakan

Tancap gas lah Pak...............!

 

Warga Ancam Tuntut PT AMP

Pajuangan taruih sampai dapek...........!