Sabtu, 18 Mei 2013 - 8 Rajab 1434 H 15:50:31 WIB
METROPOLIS

Sablon Sendiri Baju Dahlan demi Bertemu Idola

Melly Syandi, Mahasiswi Idolakan Sosok Dahlan Iskan

Padang Ekspres • Senin, 02/07/2012 13:54 WIB • FAHRIL MUBARAK -- Padang • 1431 klik

Meneg BUMN Dahlan Iskan menandatangani salah satu buku

Rona bahagia terpancar pada raut wajah Melly Syandi, 21, setelah bertemu Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Tak hanya berfoto, ia menda­pat­kan tanda tangan Dahlan Iskan di empat buku karya mantan direktur utama PLN tersebut. Bagaimana per­juangan­nya bertemu sang ido­la, Dahlan Iskan?

 

MELLY Syandi yang me­nge­­nakan kaos Hope Dahlan Is­kan sambil memegang empat buku karya Dahlan Iskan dan spidol di tangan, dengan sa­bar menunggu idolanya di pin­tu keluar seusai seminar ke­wirau­sahaan di auditorium Gu­ber­nu­ran Sumbar, kemarin siang.

 

Tak ada rasa takut atau canggung sedikit pun baginya untuk menemui seorang men­teri. Begitu Dahlan Iskan keluar ruangan, Melly Syandi pun mencegat langkah Meneg BUMN ini. Ia pun menyo­dor­kan empat buku karya Dahlan Iskan dan spidol untuk ditan­datangani.

 

Empat buku itu, masing-masing berjudul Sepatu Dah­lan, Ganti Hati, From Zero to Hero, dan Tidak Ada yang tidak Bisa.

 

“Siapa namanya?” tanya Dahlan Iskan kepada Melly di tengah pengawalan menuju mobil. Melly pun menjawab. “Melly, pak”.

 

Dahlan pun membubuh­kan tanda tangannya dan me­nulis nama Melly keempat buku yang disodorkan. Usai menandatangani, Melly pun minta izin untuk foto bersama.

 

Mendengar permintaan itu, Dahlan Iskan pun mengi­yakan dan menghentikan lang­kah. Niat Melly pun kesam­pai­an untuk foto bersama dengan Meneg BUMN Dahlan Is­kan.

 

Seusai bertemu sang idola, Melly kepada Padang Ekspres mengaku bahagia dan niatnya kesampaian. “Penuh perjuang­an, Bang untuk bertemu Pak Dahlan Iskan. Alhamdulillah, keinginan pun sudah tercapai,” ujar Melly, kemarin.

 

Melly harus rela mening­gal­kan kegiatan pelatihan yang di­ikutinya di Payakumbuh untuk bertemu Meneg BUMN ini. Ia pun membuntuti seluruh rangkaian kegiatan Dahlan Iskan.

 

“Awalnya, saya mengikuti Jalan Sehat Semen Padang. Usai itu, saya pun meluncur ke Masjid Nurul Iman. Di masjid saya ketemu dan bapak me­nyampaikan masih ada kegia­tan di Gubernuran,” ungkap Melly.

 

Mahasiswa Agroteknologi Universitas Andalas ini pun be­rangkat menuju Guber­nu­ran. Di sana, ia juga ikut men­dengarkan materi kewi­rau­sa­haan disajikan Meneg BUMN. “Alhamdulillah, Pak Dahlan Iskan pun membubuhkan tan­da tangannya pada empat buku ini,” ucapnya.

 

Sehari sebelum menemui sang idola, Melly menyiapkan baju kaos Manufacture Hope, Dah­lan Iskan yang disablon­nya sendiri. “Baju ini saya sab­lon sendiri, Bang. Untuk gam­barnya saya browsing di inter­net,” ungkap Melly.

 

Melly mengidolakan Dah­lan Iskan sejak awal tahun ini. Ketika itu, ia membaca bebe­ra­pa tulisan dan berita tentang Meneg BUMN ini. Ia pun ma­kin penasaran siapa benar Dahlan Iskan.

 

“Setelah baca biografinya cukup unik dan beberapa buku karangannya, saya menjadi respek sama beliau. Saya pun akhirnya mengidolakan bapak Dahlan Iskan,” ujarnya.

 

Di mata Melly, Dahlan Is­kan itu orangnya ramah, pin­tar, sederhana dan tak som­bong. “Kebetulan kisah hidup­nya luar biasa dan penuh per­juangan. Saya sendiri sedang berjuang untuk menggapai sebuah cita-cita,” kata Melly.

 

Melly berprinsip bahwa untuk menjadi orang sukses, harus mengidolakan orang sukses pula. “Beliau termasuk orang yang sukses. Makanya, saya mengidolakan bapak Dah­­lan Iskan,” tutur perem­puan berjilbab tersebut.

 

Sejak respek dengan Me­neg BUMN ini, kata Melly, awal Maret lalu ia mulai ber­bu­ru buku karangan Dahlan Iskan. “Buku terakhir yang saya beli, Tidak Ada yang tidak Bisa. Saya beli tadi sebe­lum bertemu bapak Dahlan Iskan,” ungkap Melly sambil memperlihatkan buku itu.

 

Buku Tidak Ada yang tidak Bisa ini, karya ketiga Dahlan Iskan. Buku ini bicara tentang kisah tragis Karmaka, yang ternyata lebih tragis na­sib­nya daripada diri kisah hi­dup Dahlan Iskan.

 

“Buku ini mengisahkan Karmaka yang sudah ganti hati, ternyata masih ganti ginjal dan berupaya bunuh diri karena banyak utang. Ternyata Tuhan masih menyelamatkan diri Karmaka agar bisa mem­besarkan usahanya,” ujar ma­hasiswi tingkat 3 ini.

 

Melly mengaku banyak pelajaran yang bisa diambil dan memotivasi dirinya dari buku-buku Dahlan Iskan. “Pe­nuh inspirasi setiap buku ba­pak Dahlan Iskan,” tuturnya.

 

Melly berharap sosok Dah­lan Iskan bisa menjadi pemim­pin bangsa. Sebab, banyak orang merindukan pemimpin bersahaja, sederhana dan ber­martabat. “Itu ada pada bapak Dahlan Iskan. Sayangnya, be­liau tidak ada keinginan untuk berpartai. Mudah-mudahan saja, pemerintah mengubah atu­ran memberi ruang bagi ca­lon independen,” ujar Melly berharap mimpi rakyat Indonesia itu kesampaian. (***) 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?