- 13:09 WIB
- 13:12 WIB
- 13:12 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:01 WIB
- 13:06 WIB
- 12:56 WIB
- 12:59 WIB
- 12:58 WIB
Sablon Sendiri Baju Dahlan demi Bertemu Idola
Melly Syandi, Mahasiswi Idolakan Sosok Dahlan Iskan
Padang Ekspres • Senin, 02/07/2012 13:54 WIB • FAHRIL MUBARAK -- Padang • 1431 klik

Rona bahagia terpancar pada raut wajah Melly Syandi, 21, setelah bertemu Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Tak hanya berfoto, ia mendapatkan tanda tangan Dahlan Iskan di empat buku karya mantan direktur utama PLN tersebut. Bagaimana perjuangannya bertemu sang idola, Dahlan Iskan?
MELLY Syandi yang mengenakan kaos Hope Dahlan Iskan sambil memegang empat buku karya Dahlan Iskan dan spidol di tangan, dengan sabar menunggu idolanya di pintu keluar seusai seminar kewirausahaan di auditorium Gubernuran Sumbar, kemarin siang.
Tak ada rasa takut atau canggung sedikit pun baginya untuk menemui seorang menteri. Begitu Dahlan Iskan keluar ruangan, Melly Syandi pun mencegat langkah Meneg BUMN ini. Ia pun menyodorkan empat buku karya Dahlan Iskan dan spidol untuk ditandatangani.
Empat buku itu, masing-masing berjudul Sepatu Dahlan, Ganti Hati, From Zero to Hero, dan Tidak Ada yang tidak Bisa.
“Siapa namanya?” tanya Dahlan Iskan kepada Melly di tengah pengawalan menuju mobil. Melly pun menjawab. “Melly, pak”.
Dahlan pun membubuhkan tanda tangannya dan menulis nama Melly keempat buku yang disodorkan. Usai menandatangani, Melly pun minta izin untuk foto bersama.
Mendengar permintaan itu, Dahlan Iskan pun mengiyakan dan menghentikan langkah. Niat Melly pun kesampaian untuk foto bersama dengan Meneg BUMN Dahlan Iskan.
Seusai bertemu sang idola, Melly kepada Padang Ekspres mengaku bahagia dan niatnya kesampaian. “Penuh perjuangan, Bang untuk bertemu Pak Dahlan Iskan. Alhamdulillah, keinginan pun sudah tercapai,” ujar Melly, kemarin.
Melly harus rela meninggalkan kegiatan pelatihan yang diikutinya di Payakumbuh untuk bertemu Meneg BUMN ini. Ia pun membuntuti seluruh rangkaian kegiatan Dahlan Iskan.
“Awalnya, saya mengikuti Jalan Sehat Semen Padang. Usai itu, saya pun meluncur ke Masjid Nurul Iman. Di masjid saya ketemu dan bapak menyampaikan masih ada kegiatan di Gubernuran,” ungkap Melly.
Mahasiswa Agroteknologi Universitas Andalas ini pun berangkat menuju Gubernuran. Di sana, ia juga ikut mendengarkan materi kewirausahaan disajikan Meneg BUMN. “Alhamdulillah, Pak Dahlan Iskan pun membubuhkan tanda tangannya pada empat buku ini,” ucapnya.
Sehari sebelum menemui sang idola, Melly menyiapkan baju kaos Manufacture Hope, Dahlan Iskan yang disablonnya sendiri. “Baju ini saya sablon sendiri, Bang. Untuk gambarnya saya browsing di internet,” ungkap Melly.
Melly mengidolakan Dahlan Iskan sejak awal tahun ini. Ketika itu, ia membaca beberapa tulisan dan berita tentang Meneg BUMN ini. Ia pun makin penasaran siapa benar Dahlan Iskan.
“Setelah baca biografinya cukup unik dan beberapa buku karangannya, saya menjadi respek sama beliau. Saya pun akhirnya mengidolakan bapak Dahlan Iskan,” ujarnya.
Di mata Melly, Dahlan Iskan itu orangnya ramah, pintar, sederhana dan tak sombong. “Kebetulan kisah hidupnya luar biasa dan penuh perjuangan. Saya sendiri sedang berjuang untuk menggapai sebuah cita-cita,” kata Melly.
Melly berprinsip bahwa untuk menjadi orang sukses, harus mengidolakan orang sukses pula. “Beliau termasuk orang yang sukses. Makanya, saya mengidolakan bapak Dahlan Iskan,” tutur perempuan berjilbab tersebut.
Sejak respek dengan Meneg BUMN ini, kata Melly, awal Maret lalu ia mulai berburu buku karangan Dahlan Iskan. “Buku terakhir yang saya beli, Tidak Ada yang tidak Bisa. Saya beli tadi sebelum bertemu bapak Dahlan Iskan,” ungkap Melly sambil memperlihatkan buku itu.
Buku Tidak Ada yang tidak Bisa ini, karya ketiga Dahlan Iskan. Buku ini bicara tentang kisah tragis Karmaka, yang ternyata lebih tragis nasibnya daripada diri kisah hidup Dahlan Iskan.
“Buku ini mengisahkan Karmaka yang sudah ganti hati, ternyata masih ganti ginjal dan berupaya bunuh diri karena banyak utang. Ternyata Tuhan masih menyelamatkan diri Karmaka agar bisa membesarkan usahanya,” ujar mahasiswi tingkat 3 ini.
Melly mengaku banyak pelajaran yang bisa diambil dan memotivasi dirinya dari buku-buku Dahlan Iskan. “Penuh inspirasi setiap buku bapak Dahlan Iskan,” tuturnya.
Melly berharap sosok Dahlan Iskan bisa menjadi pemimpin bangsa. Sebab, banyak orang merindukan pemimpin bersahaja, sederhana dan bermartabat. “Itu ada pada bapak Dahlan Iskan. Sayangnya, beliau tidak ada keinginan untuk berpartai. Mudah-mudahan saja, pemerintah mengubah aturan memberi ruang bagi calon independen,” ujar Melly berharap mimpi rakyat Indonesia itu kesampaian. (***)
[ Red/Administrator ]
HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.
Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Wako: Tertibkan Baliho
Mada bana, sapu habih se lai ..........!
Polda Diminta Usut Temuan BPK
Lai ndak adoh main mato ......................?
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur
Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?