Rabu, 22 Mei 2013 - 12 Rajab 1434 H 20:28:47 WIB
NASIONAL

Menteri BUMN: Indarung VI Harus Tahun Ini

Semen Gresik Group jadi Semen Indonesia

Padang Ekspres • Senin, 02/07/2012 13:02 WIB • * • 1923 klik

GRAFIS : EKO

Padang, Padek—Produksi Semen Padang bakal meningkat menyusul segera dibangunnya Indarung VI. Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menggaransi pembangunan pab­­rik ber­ka­pa­sitas 3 juta ton itu di­mulai akhir ta­hun ini. Langkah cepat ini di­am­bil guna men­dorong pen­ca­paian target in­dustri semen Indonesia ter­besar di Asia Tenggara.

 

Dahlan mengemukakan itu ke­tika menyaksikan pe­nan­da­ta­nga­nan nota kesepahaman an­tara PT Semen Padang dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pe­lindo II, di Wisma Indarung PT Semen Padang, kemarin (1/7).

 

“Kita ketahui persaingan tam­bah berat, dan tugas semua BUMN tambah berat sekarang. Pelindo mendapat tugas mem­ba­ngun koridor Timur-Barat Indonesia atau Barat Timur. Harus selesai akhir tahun depan atau paling lambat awal tahun 2014. Itu akan bersejarah, karena logistik Indonesia berubah, ongkos kirim turun drastik,” kata mantan Dirut PLN Persero ini.

 

Begitu juga industri semen. Tahun ini, tambah Dah­lan, nama Semen Gresik seba­gai holding berubah menjadi Semen Indonesia. “Tugas in­dustri semen tidak kalah be­rat juga. Harus menjadi nomor satu. Sesuai road­map (pe­ta jalan) Kemeneg BUMN, fungsi pabrik semen ada dua. Per­tama, engine of grow (me­sin pertumbuhan). Ke­dua, men­jadi jago Indonesia di pentas internasional. Semen In­do­nesia harus tidak kalah dengan pabrikan semen lain­nya seperti Sam Semen Thailand.

 

“Setiap keterlambatan pem­ba­ngun­an pabrik, berarti membuka kesempatan kepa­da Sam Semen untuk me­nyalip Semen Indonesia. Kita mengharapkan sekali, akhir tahun ini pembangunan In­darung VI dilak­sanakan,” sebut Dahlan.

 

Hadir saat itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ke­tua DPRD Sumbar Yultekhnil, Wali Kota Padang Fauzi Ba­har, Wawako Padang Mahyel­di Ansharullah, dan anggota Komisi VI DPR, Refrizal, yang membidangi BUMN. Dahlan menegaskan, pihak­nya tak akan berhenti setelah pem­bangunan Indarung VI. Sele­pas itu, akan direncanakan lagi pembangunan pabrik-pab­rik baru.

 

“Selepas itu, kita langsung merencanakan lagi pabrik lain­nya. Kebutuhan semen tidak akan turun, sesuai per­tum­buhan ekonomi Indonesia,” ujar Dahlan. Secara khu­sus, Dahlan juga menga­pre­siasi langkah manajemen PT SP mengirim tim untuk mem­bantu pembangunan unit V pabrik PT Semen Tonasa.

 

Seiring terealisasinya pem­­bangunan pabrik In­da­rung VI, Ke­meneg BUMN juga sudah membicarakannya dengan Di­rut Pelindo untuk mening­kat­kan kapasitas der­maga semen. “Tak perlu mem­­bangun der­ma­ga besar dengan waktu lama, ta­pi ke­mam­puan pom­panya saja ditingkatkan. Kalau sebe­lum­nya dayanya hanya 100 ton, di­tingkatkan jadi 200 ton da­lam waktu sama,” harap Dah­lan.

 

Percepatan pembangunan Inda­rung VI ini, menurut Dahlan, tak lepas juga kian pesatnya produksi Semen Padang. “Sangat pesat  dan memiliki sejarah panjang sela­ku pabrik semen pertama di In­donesia. Selain itu, keun­tung­an­nya makin besar dari ta­hun ke tahun. Dulu kisaran Rp 100-200 miliar per tahun, se­karang Rp 600 miliar-an. Se­telah Indarung VI, seper­ti­nya diperlukan lagi Indarung VII dan seterusnya,” tutur Dahlan.

 

Dahlan menargetkan 20 BUMN Indonesia bisa men­jadi nomor satu, minimal di ASEAN. Ketika menyebut industri semen, orang tak lagi menyebut Thailand, bicara pelabuhan tak hanya Singa­pura, dan sawit bukan lagi Malaysia. “Kita mampu untuk merealisasikan itu semua,” tegas Dahlan.

 

Dirut PT SP Munadi Arifin mengatakan, bila Indarung VI terealisasi, kapasitas produksi Semen Padang meningkat men­jadi 9,5 juta ton. Saat ini, PT Semen Padang memiliki kontrak angkutan semen cu­rah dengan PT KAI dari pab­rik Indarung ke Teluk Bayur dengan target 2,9 ton per tahun. “Artinya, pembangun­an Inda­rung VI sangat men­de­sak sege­ra direalisasikan,” harapnya.

 

Dirut PT Semen Gresik Group, Dwi Sucipto meng­ung­­kapkan, dari tahun ke ta­hun keuntungan masing-ma­sing perusahaan mengalami per­tum­buhan, termasuk PT SP. Tahun lalu, laba bersih PT SP mencapai  Rp 728 miliar. “Ke depan, kita menekankan pem­bangunan pabrik baru, me­ngu­rangi biaya, termasuk mem­bangun citra baru,” ujar­nya.

 

Penandatanganan nota ke­se­pahaman (MoU) itu dila­kukan tiga dirut BUMN tersebut, yakni  Dirut PT KAI Ig­nasius Jonan, Dirut PT Pelindo II R J Lino, dan Dirut PT SP Munadi Arifin. Dalam MoU tersebut, masing-masing pihak menyepakati se­jum­lah per­soalan. Di antara­nya, PT KAI mendukung dan menjamin kelancaran angku­tan semen curah, lalu PT Pelindo II me­nye­diakan der­ma­ga curah, bag dan peti ke­mas, serta peningkatan ka­pa­sitas peralatan terpasang.

 

Selain menyaksikan pe­nan­datanganan MoU, Dahlan juga menyempatkan diri mengikuti senam dan jalan sehat bersama ribuan peserta ter­diri dari karyawan dan masyarakat mengitari pabrik Semen Pa­dang di Indarung. Pe­serta terlihat antusias me­ngi­si lem­baran jawaban sekali­gus men­jadi kupon doorprize. Antusias warga juga men­da­pat apresiasi Dahlan. Menu­rut­nya, selama mengikuti jalan sehat, hanya di PT SP paling meriah. Dahlan juga me­ner­bangkan balon ke udara tanda bergantinya logo PT SP, meninjau kawasan pabrik Semen Padang, dan ditutup dengan pertemuan dengan ang­gota PWI Sumbar. (rdo/zil)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?