Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 14:07:34 WIB
RAKYAT SUMBAR

Oknum Polisi Peras Penambang

Demo Rumah Bupati, Warga Desak Kapolres Tindak Polisi Nakal

Padang Ekspres • Sabtu, 30/06/2012 10:26 WIB • * • 736 klik

Para penambang emas demo ke kantor bupati.

Dharmasraya, Padek—Citra polisi kembali tercoreng menjelang pe­ringatan Hari Bhayangkara yang jatuh Minggu (1/7) besok. Tidak tahan “diperas” oknum polisi, para pe­nam­bang mendemo rumah bupati Dh­armasraya, kemarin malam. Mereka mendesak bupati agar segera me­ngeluarkan regulasi pertambangan rakyat agar ada kepastian berusaha.

 

Massa datang sekitar pukul 20.00 WIB dari berbagai jorong di Keca­matan Kotobaru. Di antaranya Jorong Aurjaya, Sitiung V, Bukitmindawa, Seberangpiruko dan lainnya. Warga yang datang tidak saja kaum laki-laki, tapi juga kaum wanita dan anak-anak.

 

Massa juga meminta aparat mem­bebaskan warga Aurjaya yang ditang­kap Polres Dharmasraya saat razia penambangan emas tanpa izin, ke­marin sore. Dalam demo itu, massa juga menyerahkan lima nama oknum anggota Polres yang diduga terlibat dalam illegal minning tersebut. 

 

Semakin malam, massa yang da­tang makin banyak. Ada yang datang dengan sepeda motor, mobil pick up, truk dan lainnya. Massa disambut Bupati Dharmasraya Adi Gunawan, Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz, dan Danramil Pulaupunjung. Puluhan anggota Polres yang ber­pakaian preman dan Pol PP terlihat berjaga-jaga. Aksi demo berjalan tertib dan lancar.  

 

Salah seorang warga Aurjaya, Asep, 49, didampingi Marni, 38, yang sua­minya ditahan di Mapolres Dhar­masraya karena melakukan penam­bangan liar mengatakan, mereka menambang hanya untuk menghidupi keluarga.

 

“Kami bukan mencuri atau me­rampok. Kami menambang di tanah tambang yang kami sewa. Kenapa suami saya ditahan? Hidup kami tambah susah gara-gara tindakan aparat tersebut,” ucapnya.

 

Atas nama warga Aurjaya, Asep menyayangkan sikap arogansi oknum kepolisian. Setiap bulan, katanya, para oknum itu meminta upeti dari warga yang menambang. “Kami berharap Bupati Adi Gunawan yang kami pilih dalam pilkada lalu, merealisasikan janjinya. Kapolres juga kami minta menindak tegas oknum aparat nakal dan membebaskan warga kami yang ditahan,” tegasnya.

 

Adi Gunawan didampingi Ka­polres usai aksi demonstrasi menya­takan tidak bisa me­ngi­zinkan pe­nam­bangan emas liar karena bertentangan de­ngan hukum.

 

Kapolres AKBP Chairul Aziz menegaskan tidak akan menolerir aktivitas pe­nam­bangan emas tanpa izin. “Yang sudah ditangkap akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

 

Terkait adanya oknum apa­rat yang terlibat, Chairul Aziz mengatakan sedang me­lakukan penyelidikan. “Jika terbukti kita akan proses se­suai aturan di­siplin kepo­lisian,” tegasnya.

 

Meski dilarang, di la­pa­ngan masih terjadi pungli terhadap para penambang oleh oknum aparat. Para pe­nam­bang mengaku harus mem­bayar upeti kepada ok­num polisi dengan jumlah bervariasi. “Sudahlah bayar upeti, kami dirazia pula,” kata salah seorang pendemo.  

 

Para penambang emas dari Koto­baru ini merasa di­dis­kri­mi­nasi oleh aparat. Mereka menilai polisi tebang pilih karena para penambang di kawasan Si­gun­tur, Pulai dan Sipangku terkesan tidak ter­sentuh tangan aparat.

 

“Kenapa kami (Kotobaru, red) saja yang dirazia, se­dangkan di tempat lain dibiar­kan saja menambang. Kalau memang dilarang, ya harus semuanya ditertibkan. Jangan kami saja yang dirazia,” kritik penambang lainnya.

 

Para penambang emas dari Kotobaru itu hanya ingin ke­pastian berusaha dari Pemkab Dharmasraya. Mereka ber­sedia mengikuti aturan dan persyaratan yang harus di­penuhi, bila pertambangan emas rakyat dilegalkan.

 

“Kalau memang alasannya merusak lingkungan, kami ber­sedia mengurus analisa me­ngenai dampak lingkungan (amdal) atau UKL/UPL. Kalau harus bayar pajak, kami ber­sedia membayarnya setiap tahun. Kalau memang me­miliki se­jumlah perizinan, kami pun siap mengurusnya. Terpenting bagi kami adalah kepastian,” ujar penambang lainnya.  Puas me­nyampaikan unek-uneknya, de­ngan tertib massa mem­bu­bar­kan diri massa sekitar pukul 24.00. (ita) 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!