- 11:27 WIB
- 12:48 WIB
- 12:47 WIB
- 12:46 WIB
- 12:46 WIB
- 12:45 WIB
- 12:43 WIB
- 12:42 WIB
- 12:42 WIB
- 12:41 WIB
Media Propemerintah Diserang
Sejumlah Reporter Dibunuh
Padang Ekspres • Kamis, 28/06/2012 14:24 WIB • * • 180 klik
Damaskus, Padek—risis politik kian menyeret Syria lebih dalam ke pusaran konflik. Kelompok bersenjata kembali melancarkan serangan mematikan di ibu kota negeri di Tepi Laut Mediterania tersebut kemarin (27/6). Kali ini, giliran kantor media propemerintah yang menjadi sasaran.
Stasiun televisi Al-Ikhbariya yang berada di kawasan Al Drushah, pinggiran Damaskus, hancur akibat serangan itu. Sekelompok orang yang bersenjata sengaja meledakkan dua bangunan markas stasiun televisi yang terletak sekitar 20 kilometer selatan ibu kota tersebut. Serangan itu terjadi hanya terpaut beberapa jam setelah Presiden Bashar al-Assad menyatakan bahwa negaranya sudah berada dalam situasi perang.
”Kelompok teroris sengaja menyerang markas stasiun televisi Al-Ikhbariya, lantas meletakkan peledak di dalam beberapa ruang, dan meledakkannya secara bersamaan,” ungkap Menteri Informasi Syria Omran al-Zohbi kemarin. Tapi, beberapa jam setelah serangan tersebut, Al-Ikhbariya tetap mengudara. Kerusakan akibat ledakan ditayangkan dalam siaran berita kemarin.
Selain memorakporandakan hampir semua studio siaran beserta seluruh peralatan di dalamnya, serangan kelompok bersenjata itu juga menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya, tujuh orang tewas. ”Ini merupakan serangan paling buruk terhadap media. Mereka membunuh beberapa reporter dan staf keamanan stasiun televisi tersebut,” terang Zohbi.
Tidak hanya merusak properti milik Al-Ikhbariya dan menembaki reporter serta staf, kelompok bersenjata itu juga dilaporkan telah menculik beberapa karyawan saat beraksi. Namun, seorang karyawan berhasil menyelamatkan dan membebaskan diri dari penyerang sekaligus penculiknya.
Dia mengungkapkan bahwa para penyerang yang belum diketahui identitasnya itu melakukan penculikan sebelum melancarkan serangan. ”Mereka memaksa kami masuk ke mobil dengan mata tertutup dan tangan terikat. Setelah meninggalkan kantor sekitar 200 meter, kami mendengar ledakan,” kata pria yang merahasiakan namanya itu dalam wawancara telepon. Saat di perjalanan itulah, dia berhasil melarikan diri dari tangan para penculik. Namun, sejumlah staf lain yang diculik bersama dia masih tersandera.
Para saksi mata melaporkan bahwa serangan itu terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari kemarin. Kelompok bersenjata itu melancarkan aksi pertamanya di pos keamanan. Setelah melumpuhkan penjaga, penyerang yang belum diketahui jumlahnya itu melanjutkan aksi ke dalam kompleks stasiun televisi. Sedikitnya, lima bangunan runtuh dan seluruh perabotan kayu hangus terbakar.
Dalam jumpa pers kemarin, Zohbi menyatakan bahwa serangan itu merupakan salah satu bentuk pembantaian yang bertentangan dengan kebebasan pers. ”Kelompok teroris di balik semua aksi ini,” tudingnya merujuk pada kelompok oposisi bersenjata. Selama ini rezim Assad selalu menyebut kelompok oposisi bersenjata sebagai teroris.
Namun, oposisi membantah keras tuduhan rezim Assad. Mereka menegaskan bahwa oposisi tidak pernah menarget media kendati sering diberitakan negatif oleh Al-Ikhbariya. Selama ini, oposisi menilai media propemerintah sebagai kepanjangan tangan rezim Assad. Mereka juga mengatakan bahwa Syria tidak pernah memiliki kebebasan pers karena Assad lah yang mengendalikan semuanya.
Beberapa jam sebelum serangan itu, Assad menyatakan di hadapan kabinet Syria bahwa negerinya telah berada dalam situasi perang. Karena itu, putra mendiang Presiden Hafez al-Assad tersebut mengimbau para menteri kabinet untuk memerangi kelompok antirezim. Imbauan senada juga dia serukan kepada para pejabat pemerintah.
”Saat kita telah berada dalam situasi perang, seluruh kebijakan dan kemampuan yang ada harus dikerahkan demi mencapai kemenangan,” tegas Assad seperti disiarkan kantor berita resmi pemerintah Syria, SANA, Selasa malam (26/6). (AP/AFP/RTR/hep/dwi)
[ Red/Administrator ]
Kebangkitan, Manufacturing Optimisme
BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan
Jaan patah samangaik .................!
Disdik Siapkan PPDB Online
Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?
Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan
Ado lo tacium baun busuk tu................................?