Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 02:02:45 WIB
INTERNASIONAL

Media Propemerintah Diserang

Sejumlah Reporter Dibunuh

Padang Ekspres • Kamis, 28/06/2012 14:24 WIB • * • 180 klik

Damaskus, Padek—risis po­litik kian menyeret Syria lebih dalam ke pusaran konflik. Ke­lom­pok bersenjata kembali me­lan­car­kan serangan mematikan di ibu kota negeri di Tepi Laut Mediterania tersebut kemarin (27/6). Kali ini, giliran kantor media propemerintah yang men­jadi sasaran.

 

Stasiun televisi Al-Ikhbariya yang berada di kawasan Al Drus­hah, pinggiran Damaskus, han­cur akibat serangan itu. Se­ke­lom­pok orang yang bersenjata se­ngaja meledakkan dua bangunan mar­kas stasiun televisi yang terletak sekitar 20 kilometer selatan ibu kota tersebut. Sera­ngan itu terjadi hanya terpaut beberapa jam setelah Presiden Bashar al-Assad menyatakan bahwa negaranya sudah berada dalam situasi perang.

 

”Kelompok teroris sengaja menyerang markas stasiun te­le­visi Al-Ikhbariya, lantas me­le­tak­kan peledak di dalam beberapa ruang, dan meledakkannya se­cara bersamaan,” ungkap Men­teri Informasi Syria Omran al-Zohbi kemarin. Tapi, beberapa jam setelah serangan tersebut, Al-Ikhbariya tetap mengudara. Ke­ru­sakan akibat ledakan dita­yang­kan dalam siaran berita kemarin.

 

Selain memorakporandakan hampir semua studio siaran beserta seluruh peralatan di dalamnya, serangan kelompok bersenjata itu juga menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya, tujuh orang tewas. ”Ini merupakan serangan paling buruk terhadap media. Mereka membunuh be­be­rapa reporter dan staf keamanan stasiun televisi tersebut,” terang Zohbi.

 

Tidak hanya merusak pro­perti milik Al-Ikhbariya dan me­nembaki reporter serta staf, kelompok bersenjata itu juga dilaporkan telah menculik bebe­rapa karyawan saat beraksi. Namun, seorang karyawan ber­hasil menyelamatkan dan mem­be­baskan diri dari penyerang se­kaligus penculiknya.

 

Dia mengungkapkan bahwa pa­ra penyerang yang belum dike­ta­hui identitasnya itu melakukan pen­culikan sebelum melancarkan serangan. ”Mereka memaksa kami masuk ke mobil dengan mata tertutup dan tangan terikat. Setelah meninggalkan kantor sekitar 200 meter, kami men­de­ngar ledakan,” kata pria yang merahasiakan namanya itu da­lam wawancara telepon. Saat di per­jalanan itulah, dia berhasil melarikan diri dari tangan para penculik. Namun, sejumlah staf lain yang diculik bersama dia masih tersandera.

 

Para saksi mata melaporkan bahwa serangan itu terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari kemarin. Kelompok bersenjata itu melan­car­kan aksi pertamanya di pos keamanan. Setelah me­lum­puh­kan penjaga, penyerang yang belum diketahui jumlahnya itu melanjutkan aksi ke dalam kom­pleks stasiun televisi. Sedikitnya, lima bangunan runtuh dan selu­ruh perabotan kayu hangus ter­ba­kar.

 

Dalam jumpa pers kemarin, Zohbi menyatakan bahwa sera­ngan itu merupakan salah satu bentuk pembantaian yang ber­ten­tangan dengan kebebasan pers. ”Kelompok teroris di balik semua aksi ini,” tudingnya me­rujuk pada kelompok oposisi bersenjata. Selama ini rezim Assad selalu menyebut kelompok oposisi bersenjata sebagai teroris.

 

Namun, oposisi membantah keras tuduhan rezim Assad. Me­reka menegaskan bahwa oposisi ti­dak pernah menarget media kendati sering diberitakan negatif oleh Al-Ikhbariya. Selama ini, oposisi menilai media pro­pe­me­rintah sebagai kepanjangan ta­ngan rezim Assad. Mereka juga me­ngatakan bahwa Syria tidak pernah memiliki kebebasan pers ka­rena Assad lah yang me­ngen­da­likan semuanya.

 

Beberapa jam sebelum sera­ngan itu, Assad menyatakan di hadapan kabinet Syria bahwa negerinya telah berada dalam situasi perang. Karena itu, putra mendiang Presiden Hafez al-Assad tersebut mengimbau para menteri kabinet untuk meme­rangi kelompok antirezim. Im­bauan senada juga dia serukan kepada para pejabat pemerintah.

 

”Saat kita telah berada dalam situasi perang, seluruh kebijakan dan kemampuan yang ada harus dikerahkan demi mencapai ke­me­nangan,” tegas Assad seperti disiarkan kantor berita resmi pemerintah Syria, SANA, Selasa malam (26/6). (AP/AFP/RTR/hep/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?