Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 08:58:57 WIB
INTERNASIONAL

Burma Stop Rekrut Tentara Anak

Padang Ekspres • Kamis, 28/06/2012 14:20 WIB • * • 312 klik

Yangon, Padek—Burma menandatangani kesepakatan dengan PBB untuk tidak merekrut lagi anak sebagai tentara. Dalam perjanjian yang ditandatangani di ibukota Naypyidaw, Rabu (27/6), Burma juga mengizinkan PBB me­la­kukan pengecekan keberadaan tentara anak di barak-barak militer.

 

”Kami akan bekerja sama dengan Ke­men­terian Pertahanan dan unit-unit militer untuk mendata tentara anak, melepas mereka dari dinas militer, dan mengembalikan ke pihak keluarga,” kata Ramesh Shrestha, perwakilan badan anak PBB (UNICEF) di Burma, seperti dikutip kantor berita AFP.

 

Shrestha mengungkapkan penandata­nga­nan ini merupakan hasil dari perundingan dengan pemerintah Burma selama bertahun-tahun. Dia menambahkan dengan adanya perjanjian ini, militer Burma tidak akan lagi merekrut anak sebagai tentara.

 

Diperkirakan ribuan anak menjadi tentara Burma dan anggota kelompok etnis bersenjata di negara tersebut, meski data pasti jumlah mereka sulit diperoleh. ”Salah satu kesulitan mendata tentara anak adalah minimnya akta kelahiran. Kadang, dokumen yang diserahkan ketika mendaftar menjadi tentara juga tidak asli,” papar Shrestha.

 

Laporan yang disusun PBB belum lama ini menyebut militer Burma dan enam kelompok etnis bersenjata terus mengambil anak sebagai tentara, termasuk Tentara Kemerdekaan Kachin di Burma utara.

 

Direktur organisasi sosial yang bergerak di bidang kesejahteraan anak, Save the Children, Kelland Stevenson, mengatakan sering kali anak-anak ditipu untuk menjadi tentara. ”Kita tahu kecil kemungkinan anak secara sukarela ingin menjadi tentara,” ujar Stevenson.(bbc/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Selasa, 18 Juni 2013

PPS Rawan Diintervensi

Paralu dijago bana tu.........................!


Sumbar Kecipratan Rp48 M

Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!


Tower Tumbang, Listrik Padam

Apo dek itu lampu acok mati kini...............?