- 04:49 WIB
- 04:48 WIB
- 04:47 WIB
- 04:46 WIB
- 04:45 WIB
- 13:09 WIB
- 13:12 WIB
- 13:12 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
Harus Tingkatkan Populasi Sapi
Agar Sumbar jadi Sentra Peternakan Sapi Perah
Padang Ekspres • Kamis, 28/06/2012 14:19 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 220 klik
Padang, Padek—Kementerian Pertanian RI berencana menjadikan Sumatera Barat sebagai sentra peternakan sapi perah dan sapi potong. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, Sumbar harus mampu meningkatkan populasi sapi serta dapat meningkatkan ketersedian pakan hijau untuk ternak. Kearifan lokal masyarakat Minang diyakini sebagai sebuah potensi yang mampu mewujudkan Sumbar sebagai sentra peternakan.
“Kita akan berikan perhatian khusus untuk Sumbar dan mempertimbangkannya menjadi Sentra Sapi Perah dan Sapi Potong untuk wilayah Sumatera,” kata Wakil Menteri Pertanian RI Rusman Heriawan saat penutupan Livestock Expo Sumbar ke-4 Rabu (27/6), di Terminal Regional Bengkuang (TRB)
Ia menyebutkan, supaya Sumbar dapat menjadi sentra sapi perah dan potong diperlukan upaya maksimal dari masyarakat, peternak dan Dinas Peternakan Sumbar. Salah satu persyaratannya adalah populasi sapi harus ditambah dan adanya jaminan pakan hijau sebagai kebutuhan utama sapi-sapi tersebut.
“Saya ingin menyampaikan agar dalam ajang expo lebih banyak menampilkan berbgai kemajuan teknologi di bidang peternakan dan kesehatan hewan dan berbasis pada sumberdaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Katanya, banyak faktor sebagai pendukung dari kemajuan teknologi peternakan dan kesehatan hewan di Provinsi Sumbar. Salah satu pendorong adalah kearifan lokal yakni pesta adat batagak penghulu yaitu penobatan datuak pimpinan kaum atau suku yang menyembelih minimal seekor kerbau. Secara teknis, hal tersebut mendorong pertumbuhan populasi dan produksi ternak.
“Budaya masyarakat minang yakni banyak mengkonsumsi daging telah mendorong industri kreatif melalui kulinernya. Baik itu rendang maupun dadiah,” ucapnya
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan komitmen pembangunan di bidang peternakan tak terlepas dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Usaha pertanian yang dikelola masyarakat selama ini masih belum maksimal. Dimana jam kerja 3 jam/hari sementara lahan yang dimiliki hanya 0,3 hektar.
Melalui program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) yang didalamnya ada program satu petani satu sapi, maka efektifitas kerja petani ditingkatkan. “Kita komit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.(*)
[ Red/Administrator ]
HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.
Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Wako: Tertibkan Baliho
Mada bana, sapu habih se lai ..........!
Polda Diminta Usut Temuan BPK
Lai ndak adoh main mato ......................?
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur
Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?