Senin, 20 Mei 2013 - 10 Rajab 1434 H 09:30:50 WIB
NASIONAL

Harus Tingkatkan Populasi Sapi

Agar Sumbar jadi Sentra Peternakan Sapi Perah

Padang Ekspres • Kamis, 28/06/2012 14:19 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 220 klik

Padang, Padek—Ke­men­terian Pertanian RI berencana menjadikan Sumatera Barat sebagai sentra peternakan sapi perah dan sapi potong. Namun untuk mewujudkan hal ter­sebut, Sumbar harus mampu meningkatkan populasi sapi serta dapat meningkatkan ketersedian pakan hijau untuk ternak. Kearifan lokal ma­syarakat Minang diyakini seba­gai sebuah potensi yang mam­pu mewujudkan Sumbar se­bagai sentra peternakan.

 

“Kita akan berikan per­hatian khusus untuk Sumbar dan mempertimbangkannya menjadi Sentra Sapi Perah dan Sapi Potong untuk wilayah Sumatera,” kata Wakil Menteri Pertanian RI Rusman He­ria­wan saat penutupan Livestock Expo Sumbar ke-4 Rabu (27/6), di Terminal Regional Beng­kuang  (TRB)

 

Ia menyebutkan, supaya Sumbar dapat menjadi sentra sapi perah dan potong diper­lukan upaya maksimal dari masyarakat, peternak dan Dinas Peternakan Sumbar. Salah  satu persyaratannya adalah populasi sapi harus ditambah dan adanya jaminan pakan hijau sebagai kebutuhan utama sapi-sapi tersebut.

 

“Saya ingin menyampaikan agar dalam ajang expo lebih banyak  menampilkan berbgai  kemajuan teknologi  di bidang peternakan dan kesehatan   hewan dan berbasis  pada  sumberdaya  dan kearifan lokal,” ujarnya.

 

Katanya, banyak faktor  sebagai  pendukung dari ke­majuan teknologi peternakan dan kesehatan  hewan di  Pro­vinsi  Sumbar. Salah  satu  pendorong adalah  kearifan lokal yakni pesta adat batagak penghulu yaitu penobatan datuak pimpinan kaum atau suku yang menyembelih minimal seekor kerbau. Secara teknis, hal tersebut men­do­rong pertumbuhan populasi dan produksi ternak.

 

“Budaya masyarakat mi­nang yakni banyak meng­kon­sumsi daging telah mendorong industri kreatif melalui kuli­nernya. Baik itu  rendang maupun dadiah,” ucapnya

 

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan  ko­mitmen pembangunan di bi­dang peternakan tak terlepas dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ke­se­jah­teraan masyarakat. Usaha pertanian yang dikelola ma­syarakat selama ini masih belum maksimal. Dimana jam kerja 3 jam/hari sementara lahan yang dimiliki hanya 0,3 hektar.

 

Melalui program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) yang didalamnya ada program satu petani satu sapi, maka efektifitas kerja petani diting­katkan. “Kita komit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.(*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?