- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:22 WIB
- 12:21 WIB
- 12:20 WIB
- 12:19 WIB
- 12:18 WIB
- 12:17 WIB
- 12:16 WIB
- 12:15 WIB
Kota Bukittinggi
Anggaran Defisit, Pedati 2012 Batal
Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Kamis, 28/06/2012 14:10 WIB • * • 350 klik

Bukittinggi, Padek—Kendati sudah menjadi iven rutin setiap tahun bagi Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi, namun untuk tahun 2012 ini, Pesta Budaya Seni, Pameran Dagang dan Industri (Padati) Nusantara batal terlaksana, menyusul terjadinya defisit Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011 lalu.
Batalnya ivent Pedati Nusantara tahun 2012 yang sebelumnya juga diikuti oleh beberapa negara tetangga itu, menurut Ketua DPRD Bukittinggi, H. Rachmat Aris, karena dana untuk penyelenggaraan Pedati tidak dianggarkan dalam dalam APBD 2012, dan hal itu pun telah disepakati oleh pihak Eksekutif dan Legislatif.
”Badan Anggaran (Banggar) DPRD, menginginkan adanya anggaran dana untuk menutupi defisit. Untuk itu, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharuskan menyumbangkan dana, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, memotong anggaran untuk kegiatan Pedati Nusantara tahun 2012,” kata Rachmat Aris, Rabu (27/6).
Menurut Rachmat Aris, dewan mencermati jalannya ivent itu selama ini, telah bergeser dari makna yang sebenarnya oleh pencetus ide, yakni sebagai perekat budaya bangsa. Bahkan tehnis pengelolaan di lapangan, dari segi manajemen juga kurang berperan dalam penataan, sehingga menyebabkan lokasi iven Pedati Nusantara yang selama ini berlangsung di lapangan Wirabraja, dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan identik dengan kemacetan.
Dia berharap, iven Pedati Nusantara di masa mendatang agar terlaksana dengan baik, dan untuk memperbaiki image, terutama dari segi tempat, sebaiknya berada dalam ruangan (Indoor), sehingga mudah untuk dikelola dan hal itu juga akan memberikan kepuasan bagi pengunjung. (rul)
[ Red/Administrator ]
KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Hasil Pleno PAN Tuai Polemik
Namo e politik tu iyo ado polemik......!
333 JCH Batal Berangkat
Basaba sajo, nan pantiang adoh niaik ...............................................!
Bemokrat Serahkan Hand Traktor
Lai ndak udang balik bak wan tu..............?