Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 13:54:58 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Anggaran Defisit, Pedati 2012 Batal

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Kamis, 28/06/2012 14:10 WIB • * • 350 klik

Pameran Dagang dan Industri (Pedati) 2011 di Lapangan Wirabraja Bukittinggi. Say

Bukittinggi, Padek—Kendati su­dah menjadi iven rutin setiap ta­hun bagi Pemerintah Kota (Pem­ko) Bu­kit­tinggi, namun untuk tahun 2012 ini, Pesta Budaya Seni, Pame­ran Dagang dan Industri (Padati) Nusan­tara batal terlaksa­na, menyusul terjadinya defisit Angaran Pen­da­patan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011 lalu.

 

Batalnya ivent Pedati Nusan­tara tahun 2012 yang sebelumnya juga diikuti oleh beberapa negara tetang­ga itu, menurut Ketua DPRD Bukit­tinggi, H. Rachmat Aris, karena dana untuk penyeleng­ga­raan Pedati tidak dianggarkan da­lam dalam APBD 2012, dan hal itu pun telah disepakati oleh pihak Eksekutif dan Legislatif.

 

”Badan Anggaran (Banggar) DPRD, menginginkan adanya ang­garan dana untuk menutupi defisit. Untuk itu, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharus­kan menyumbangkan dana, terma­suk Dinas Kebudayaan dan Pariwi­sata, memotong anggaran untuk kegiatan Pedati Nusantara tahun 2012,” kata Rachmat Aris, Rabu (27/6).

 

Menurut Rachmat Aris, dewan mencermati jalannya ivent itu se­lama ini, telah bergeser dari makna yang sebenarnya oleh pen­ce­tus ide, yakni sebagai perekat budaya bangsa. Bahkan tehnis pengelolaan di la­pang­an, dari segi manajemen juga kurang berperan dalam pena­taan, sehingga menyebabkan loka­si iven Pedati Nusantara yang selama ini berlangsung di lapangan Wirabraja, dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan identik dengan kemacetan.

 

Dia berharap, iven Pedati Nu­san­tara di masa mendatang agar terlak­sana dengan baik, dan untuk mem­per­baiki image, terutama dari segi tempat, sebaiknya berada dalam ruangan (Indoor), sehingga mudah untuk dikelola dan hal itu juga akan memberikan kepuasan bagi pengun­jung. (rul)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Nakhoda Baru Komisi Yudisial

KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Kamis, 20 Juni 2013

Hasil Pleno PAN Tuai Polemik

Namo e politik tu iyo ado polemik......!


333 JCH Batal Berangkat

Basaba sajo,  nan pantiang adoh niaik ...............................................!


Bemokrat Serahkan Hand Traktor

Lai ndak udang balik bak wan tu..............?