Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 20:06:24 WIB
RAKYAT SUMBAR

Bos Tambang Emas Tertangkap

Tiga Pekerja Kabur

Padang Ekspres • Rabu, 27/06/2012 12:15 WIB • * • 3123 klik

Polisi mengamankan dua unit mesin dompeng milik salah satu bos tambang di Solok

Solsel, Padek—Berselang sepekan, jajaran Polres Solok Selatan kembali me­nga­man­kan tersangka pelaku illegal minning (penambangan tanpa izin), Senin (25/6) lalu sekitar pukul 17.30. Dari tangan ter­sangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua set dompeng.

 

Tersangka yang telah dia­mankan itu berinisial HKA, warga Jorong Lubukgadang, Nagari Lubukgadang, Ke­ca­matan Sangir, Solok Selatan. Saat ditangkap, lelaki berusia 25 tahun itu tengah me­nam­ba­ng emas, bersama tiga re­kan­nya, di kawasan Pa­mong­ga­da­ng, Duriantaruang, Lu­buk­ga­dang, Sangir. Tiga pekerja itu berhasil kabur, dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

 

Belakangan diketahui, HK­A merupakan pemilik dua set dompeng alias bos tambang. Lokasi penggerebekan rom­bongan HKA, hanya berjarak se­kitar 500 meter dari pena­ng­kapan tiga tersangka illegal minning pada Sabtu (16/6) lalu. “Saat penangkapan, pe­mi­lik dompeng juga ikut be­kerja,” terang Kapolres Solok Se­latan AKBP Djoko Trisulo, di­dam­pingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Basrial, Selasa (26/6).

 

Tiga pekerja yang telah men­jadi DPO juga merupakan warga Ke­camatan Sangir. Kini, ter­sang­ka sedang dalam pe­merik­saan petugas. Operasi penertiban penambangan emas tanpa izin yang digelar jajaran Polres Solsel selama beberapa pekan terakhir merupakan bentuk komitmen ke­polisian dalam rangka me­wujudkan zero illegal minning.

 

Tersangka illegal minning akan diancam Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman kurangan 10 tahun penjara dan denda 10 miliar.

Sementara itu, berkas tiga tersangka illegal minning yang tertangkap sepekan lalu, Safri, 52, Romi Bukari, 29, Defni Saputra, 18, sudah siap. Se­da­ng­kan Toib, sang pemilik modal, keberadaannya masih misterius. “Berkasnya sudah siap, sekarang menunggu tahap satu,” imbuh Basrial.

 

Dia menambahkan, pihak­nya terus melakukan penyisiran di seluruh titik penambangan untuk menghentikan penam­ba­ngan ilegal di daerah tersebut.

 

Belum Ada Solusi

 

Hingga kini, kasus illegal minning masih menjadi per­soa­lan pelik di Sumbar. Selain Solok Selatan, persoalan tambang emas liar juga marak di Dhar­masraya. Hingga kini, mas­ya­rakat kedua daerah ter­sebut masih menunggu kebi­jakan pemerintah untuk menye­diakan wilayah penam­bangan rakyat (WPR) agar mereka tak lagi dikejar-kejar aparat.

 

“Kita berharap Pemkab So­lok Selatan segera mencarikan jalan keluar. Kasihan masya­ra­kat kita. Mereka butuh lahan agar dapat bekerja dengan te­nang. Harus segera disediakan WPR,” kata anggota DPRD Sols­el, Mursiwal beberapa waktu lalu.

 

Di Dharmasraya, razia tam­bang emas dinilai tebang pilih. Sejak dinyatakan seluruh akti­vitas tambang emas rakyat di­hentikan pada pertengahan 2011 lalu, hingga kini dompeng-dompeng penambang emas masih leluasa beroperasi di sepanjang aliran Batang Hari.

 

Dari pantauan Padang Ek­s­pres, tambang emas liar itu masih tetap beroperasi di Sigun­tur, Sipangku dan Pulai. Hanya saja, para penambang itu ter­ke­san tidak tersentuh razia apa­rat. Padahal, lokasi tambang emas itu berada tidak jauh dari ka­wa­san permukiman.  

 

“Kalau dilarang, ya harus dilarang semua. Jangan yang satu dikejar-kejar, yang lain dibiarkan. Begitu juga bupati dan DPRD, cuek-cuek saja. Katanya akan dibuat WPR, nyatanya belum dibahas,” jelas salah seorang penambang. (sih)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!