- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Data Warga Miskin Dinilai tak Valid
Padang Ekspres • Selasa, 26/06/2012 12:43 WIB • * • 241 klik
Padangpanjang, Padek–Data BPS 2011 tentang penduduk miskin di Padangpanjang mulai menuai kritikan. Sebab, meski angka miskin di kota itu naik dari 886 rumah tangga (RT) pada 2008 jadi 1.677 RT pada 2011, hampir miskin 923 RT, tapi ada sekitar 200 RT miskin dari data BPS 2008 tidak masuk. Akibatnya, juga tidak masuk data penerima raskin (beras miskin) Juni 2012 ini.
Hal itu terungkap dari rapat TKPK (Tim Penanggulangan Kemiskinan) Kota Padangpanjang beberapa hari lalu di Bappeda setempat, terkait data BPS 2011 tentang penduduk miskin di kota itu yang diterima dari TNP2K pusat awal Juni 2012 lalu. Hadir di rapat itu Wakil Walikota Edwin, kepala Bappeda Rusdianto, kepala BPS setempat M.Hudaya, dan SKPD terkait.
Di antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang hadir mengungkap, protes, kritikan dan pertanyaan mulai datang dari warga soal data BPS 2011 tentang si miskin di kota itu. Sebab, pada 2008 waktu jumlah RT miskin hanyat 886 RT nama mereka masuk, kini saat data RT miskin kota ini melambung jadi 1.677 RT, dan 923 RT hampir miskin, malah tidak masuk.
Camat Padangpanjang Barat Rinofen mengungkap, di wilayahnya ada 174 RT miskin yang tadinya di data BPS 2008 masuk di antara 886 RT miskin, tapi di data BPS 2011 tidak masuk di antara 2.600 RT miskin/hampir miskin. Hal serupa juga diungkap Camat Padangpanjang Timur, Rudi, di mana checking sementara ada sekitar 40 RT miskin tidak masuk data BPS 2011.
Dari SKPD terkait lain terungkap ada temuan yang perlu jadi perhatian serius. Contoh, ada keluarga miskin yakni buruh kebersihann kota – dengan upah Rp 750 ribu sebulan itu – yang tinggal di rumah keluarga berpunya, tapi tidak masuk data miskin di data BPS 2011. Contoh lain, ditemui ada RT dianggap relatif mampu tapi ikut masuk data 2.600 RT tersebut.
Kepala BPS Padangpanjang M.Hudaya soal data miskin 2011 mengatakan, pendataan pihaknya berpedoman pada data Sensus Penduduk 2010 dan Susenas 2010. Sesuai data itu, sasaran pendataan sekitar 35 % dari 47.000 penduduk Kota Padangpanjang. Itu sebabnya, BPS tidak mendata ke rumah relatif bagus atau mewah, ungkap stafnya, Ika Maila Sary terpisah kepada koran ini.
Indikator yang dipakai pada pendataan 2011 menurut M Hudaya, 13 indikator, sebelumnya 14 indikator. Diantara 13 indikator itu, status kepemilikan rumah, luas lantai, jenis lantai/dinding/atap terluas, sumber air minum, cara memperoleh air minum, sumber penerangan, bahan bakar memasak, fasiltas WC, dan pola septitank. Sedang indikator penghasilan tidak masuk lagi.
Untuk mendata, BPS menurunkan 2 pegawai dibantu 17 orang warga. Hasilnya setelah dikomfermasi ke ketua RT (Rukun Tetangga), BPS mencatat 3.333 RT miskin dan hampir miskin. Data ini dilaporkan ke BPS pusat, terus diberikan ke TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), dievaluasi, hasilnya tercatat 1.677 RT miskin, dan 923 RTHM, total 2.600 RT.
Edwin yang juga ketua TKPK kota itu setelah mendapat berbagai laporan terkait data BPS 2011 tentang data miskin di kota itu, meminta SKPD terkait untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Hasil pengecekan itu nanti akan dibawa lagi ke rapat berikutnya. (jen)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?