Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 15:05:02 WIB
EKONOMI BISNIS

Harga Gula Melonjak

Dijual Rp14 Ribu Sekilo, Daya Beli Menurun

Padang Ekspres • Rabu, 20/06/2012 13:14 WIB • * • 891 klik

Padang, Padek—Masyarakat mengeluhkan harga gula pasir yang naik drastis dalam sepekan terakhir. Kenaikan mencapai Rp 3 ribu per kilogram. Pantauan Padang Eks­pres di Pasar Raya Padang, gula pasir yang sebelum dijual seharga Rp11 ribu per kilogram, melonjak menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut menurut sejumlah pedagang, sudah terjadi sejak mereka mengambil barang dari distributor.

 

Pedagang sembako di Pa­sar Raya Padang Oyon mengaku, sebelumnya, mereka mem­beli gula dari distributor per karung berat 50 kilogram, Rp 440 ribu. Namun, dalam sepe­kan terakhir naik jadi Rp 615 ribu. “Itu belum termasuk upah angkut dari distributor ke toko kami,” kata Oyong kepada Padang Ekspres, kemarin.

 

Dengan harga beli sebesar itu, dia pun terpaksa menaik­kan harga jual ke masyarakat sebelum Rp11 ribu per kilogram jadi Rp14 ribu per kilogram.

 

Hal senada diungkapkan Hen, pedagang sembako lain­nya di Pasar Raya Padang. Ke­naikan harga tersebut, kata Hen, merugikan pedagang ka­re­na daya beli masyarakat menjadi menurun. “Kalau bia­sanya kami bisa menjual gula pasir 2 sampai 3 karung dalam sehari, tapi kini 1 karung saja tidak habis terjual,” kata Hen yang mengaku mengam­bil gula di salah satu distributor di kawasan Jalan Bandar Olo Padang.

 

Menurunnya daya beli ma­sya­rakat mem­buat seba­gian pedagang me­milih tidak men­jual gula pasir. “Coba saja tanya toko sebelah itu. Dia tidak lagi mengambil gula ke distributor,” tukas Hen, sam­bil menunjuk ke toko di se­belah­nya.

 

Salah satu pembeli, Wati mengakui, agar tidak me­ngu­ras uang untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, Wati memilih mengurangi kon­sumsi gula pasir. “Biasanya saya membeli gula pasir 2 kilogram tiap minggu, kini hanya 1 kilogram saja,” kata Wati.

 

Sementara, ba­han pokok lainnya, relatif stabil. Misalnya, minyak go­reng masih tetap dijual Rp 10.000 /kg, dan tepung Rp 6.000/kg. Begitu pula dengan kacang padi Rp 12.000/kg dan kacang tanah Rp 16.000/kg.

 

Kumpulkan Distributor

 

Mengantisipasi lonjakan harga sembako jelang Ra­madhan, Dinas Koperasi, Pe­rin­dustrian dan Perdagangan (Koperin­dag) Sumbar bakal mengum­pul­kan distributor kebutuhan bahan pokok. Hal  ini dilaku­kan untuk me­mas­tikan keter­se­diaan stok di  tingkat  distributor.

 

“Dalam waktu dekat ini, kami akan panggil distributor barang kebutuhan pokok. Ini memang agenda tiap tahun yang kami lakukan jelang Ra­ma­dhan. Pertemuan ini kami lakukan agar lonjakan harga barang kebutuhan sehari- hari tidak membuat masyarakat panik,” kata Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Koperindag Sumbar, Triyani Susilawati.

 

Ia menyebutkan jika peme­rintah tidak antisipasi sejak dini, dikhawatirkan gejolak kenaikan harga tidak terben­dung dan menyengsarakan masyarakat. Pemanggilan distributor ini untuk mengetahui kondisi stok yang ada, sehingga pemerintah dapat membuat langkah strategis demi penga­manan stok kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

 

“Koperindag selalu mela­ku­kan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok di pasar-pasar satelit. Jika ada lonjakan harga tinggi, baru­lah  Koperindag mengajukan ope­ra­si pasar,” tukasnya. (mg20/ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!