Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 02:56:06 WIB
NASIONAL

Ramadhan 20 Juli, Lebaran 19 Agustus

Muhammadiyah Tetapkan Imsakiyah Ramadhan 1433 H

Padang Ekspres • Rabu, 20/06/2012 11:19 WIB • * • 1802 klik

Launching Imsakiyah

Padang, Padek—Tak terasa, se­­bulan lagi umat muslim mu­lai menjalankan ibadah pua­sa. Se­­perti biasanya, ken­dati pe­me­­rintah belum mene­tapkan se­cara resmi awal puasa, or­mas keagamaan terbesar Mu­ham­madiyah mengumumkan 20 Juli 2012 jatuhnya awal pua­sa. Se­dangkan 1 Syawal 1433 Hi­jriah berlangsung tang­­­­gal 19 Agus­tus mendatang. 

 

Pengurus Wilayah Mu­ham­­­ma­­diyah Sumbar menye­but­kan, pe­netapan itu sudah me­lalui ke­sepakatan Pimpinan Pu­sat (PP) Muhammadiyah. Pe­ne­ta­pan ini berdasarkan me­to­de hi­sab yang me­nunjukkan ma­ta­hari sudah terbenam 29 Sya’ban.

 

Pimpinan Wilayah Mu­ham­madiyah Sumbar, Das­ril Ilyas tidak menafikan ter­ja­dinya perbedaan penetapan awal puasa dengan peme­rin­tah maupun organisasi ke­aga­ma­an lainnya. Tapi, menu­rut per­­hitungan hisab yang dila­ku­kan tim hisab tarjih dan taj­did Mu­hammadiyah, yang ber­pedoman ephemeris ma­tahari dan bulan yang dilakukan Mah­kamah Agung Direktorat Jen­deral Badan Peradilan Aga­ma. Dengan begitu, warga Mu­ham­madiyah menyepakati 1 Ra­madhan pada 20 Juli.

 

“Shalat Tarawih pertama akan dilakukan sehari se­belum­nya (19 Juli, red). Se­dang­kan hitungan hari berpuasa adalah 30 hari,” ujarnya saat launching Im­sakiyah Ramadhan 1433 Hi­jriah, di Gedung Dakwah Mu­ham­madiyah Sumbar, kemarin (19/6). “Jika nantinya berbeda, kita harapkan tidak ada masalah. Kita akan saling menghormati,” ujarnya.

 

Acara tersebut juga dihadiri se­jum­lah tokoh Muham­ma­diyah Sumbar, perwakilan Kan­wil Kemenag Sumbar, dan Wakil Wa­li Kota Padang Mahyeldi An­sharullah. Wawako juga meng­­ha­rapkan, jika memang ada per­bedaan, jangan menja­dikan hal itu masalah. “Ber­ibadahlah ter­gan­tung keimanan. Jangan sam­pai menimbulkan musibah ka­rena perbedaan itu,” imbau­nya..

 

Berpotensi Beda

 

Sebelumnya, Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Ke­dirgantaraan Lembaga Pener­bangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin meyakini penetapan awal puasa di Indonesia bakal mengalami perbedaan. Tetapi, penetapan 1 Syawal berpotensi kompak anta­ra sejumlah ormas dengan pe­me­rintah.

 

Thomas menuturkan, se­telah mengamati posisi bulan, dia menyimpulkan jika ada po­tensi perbedaan dalam pene­tapan 1 Ramadhan. Dia men­je­laskan, pemerintah melalui Ke­menag akan menjalankan pe­nga­matan bulan atau ruk­yatul hilal pada 19 Juli 2012 nanti.

 

Dari perjalanan bulan, dike­tahui bahwa pada magrib akhir Sya’ban atau 19 Juli 2012 nanti, bulan telah tampak di Indonesia. Tetapi, ketinggiannya ku­rang dari imkan rukyat. Keten­tuan imkan rukyat meng­gu­na­kan kriteria yang disepakati ketinggian bulan minimal 2 derajat.

 

 Nah, karena pada 19 Juli 2012 bulan sudah wujud tetapi ku­rang dari 2 derajat, maka peng­guna hisab wujudul hilal akan menetapkan awal Rama­dhan jatuh pada 20 Juli. Peng­guna hisab wujudul hilal ini di an­taranya adalah Muham­ma­diyah.

 

Sedangkan ormas yang meng­gunakan hisab imkan ruk­yat akan menetapkan 1 Ra­madhan pada 21 Juli. Sementara itu, posisi hilal yang rendah tadi (antara 0-2 derajat) tidak mung­kin akan berhasil di-ruk­yat pada 19 Juli. Maka pengguna rukyat kemungkinan besar me­ne­tap­kan 1 Ramadhan jatuh pada 21 Juli. Pengguna rukyat ini di antaranya pemerintah dan Nah­dlatul Ulama. (ek/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?