Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 21:41:56 WIB
NASIONAL

Gaji 13 Cair Senin

Refdiamon: Teknisnya, Tergantung SKPD

Padang Ekspres • Sabtu, 16/06/2012 11:02 WIB • HIJRAH ADI SUKRIAL • 1886 klik

GRAFIS : ORTA

Padang, Padek—Ini kabar gembira ba­gi pegawai negeri sipil (PNS) di Sum­bar. Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar memastikan mulai Senin (18/6) mendatang, gaji ke-13 siap di­cairkan. Namun teknis pencairannya, ter­gantung kesiapan satuan kerja pe­rangkat daerah (SKPD) masing-masing.

 

Kepala Bidang Bendahara Umum Dae­rah (BUD) Dinas Pengelolaan Ke­uangan Dae­rah (DPKD) Sumbar, Refdia­mon me­nga­­ta­kan, agar gaji PNS bisa se­gera diba­yar­kan, ma­ka pihak­nya akan be­ru­paya me­nyele­saikan surat perintah pen­cairan dana (SP2D) sesegera mun­g­kin.

 

“Hari Sabtu dan Minggu, kami (DPKD, red) akan tetap bekerja. Sehing­ga SP2D bisa selesai, dan gaji ke-13 bisa di­bayarkan Senin,” paparnya.

 

Dia menjelaskan, pencairan gaji ke-13 mengacu kepada surat eda­ran Pem­prov Sumbar me­ngac­u kepada Surat Eda­ran (SE) Di­rektorat Jenderal Perben­da­ha­­raan Kementerian Keuangan ten­­tang Petunjuk dan Meka­nis­me Pencairan Gaji ke-13.

 

Refdiamond menjelaskan, gaji ke-13 akan dikirim ke reke­ning masing-masing PNS sehing­ga tidak terjadi pemo­tongan. Dia ber­harap, seluruh SKPD juga bisa ber­­gerak cepat dalam pencairan gaji ke-13 ini, sehingga uangnya bisa segera diman­faatkan untuk membiayai sekolah anak.

 

”Momennya pas dengan pem­bayaran uang sekolah dan biaya lainnya. Semoga bisa di­manfaatkan dengan baik,” ha­rap­nya.

 

Sebelumnya diberitakan, pem­ba­yaran gaji ke-13 PNS di Sum­bar sempat ter­sendat. Hal itu disebabkan SE Ditjen Pe­r­ben­­­da­haraan Kementerian Ke­uangan belum sam­pai ke daerah.

 

Gaji ke-13 sudah beberapa ta­hun diberikan pemerintah pa­da PNS. Tidak sekadar gaji po­kok, tapi juga berbagai tun­jangan lainnya seperti tun­jangan keluarga dan tun­jangan jabatan lainnya. Ketentuan ini mengacu pa­da PP No 57 Tahun 2012 ten­tang Pemberian Gaji/Pensiun/Tun­jangan ke-13. Sayang dalam pasal 1 mengenai ketentuan umum yang biasanya menje­laskan tentang definisi gaji ke-13 tidak dicantumkan. Sehingga, per­lu kiranya atau sekurangnya di­diskusikan kembali makna dari gaji ke-13 itu.

 

Soal gaji ke-13 ini, pengamat eko­nomi dari Universitas Bung Hatta, Syafrizal Chan menilai, su­dah seharusnya pemerintah me­nyusun kriteria dan prosedur bagi pegawai negeri dan pejabat ne­­g­ara yang berhak mem­pe­roleh tambahan kesejah­teraan.

 

”Jika hal ini tidak dilakukan, ma­ka menurut hemat saya, pem­berian gaji dan tunjangan pu­kul rata ke semua pegawai ne­geri dan pejabat negara, baik ber­p­restasi maupun tidak pres­tasi. Ini sama saja dengan pem­borosan,” jelasnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!