Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:22:09 WIB
XPRESI

Modifikasi Motor

Padang Ekspres • Kamis, 14/06/2012 12:43 WIB • FRESTI • 873 klik

Model: Ayu (SMK DEK) Disain: Orta

Perkembangan motor dari waktu ke waktu memang begitu pesat sobeX. Nah, produsen sepeda motor juga saling kebut-kebutan mendesain motor dengan sebaik-baiknya agar bisa bersaing di pasaran. Lihat aja tuh sobeX, motor-motor keluaran beberapa tahun ini memang banyak mengalami perkembangan, mulai dari desain dan lainnya.

 

Meskipun udah dirancang sesuai kebutuhan dan per­mintaan pasar tetap saja banyak orang yang nggak terima dengan desain pabrik tersebut. Alhasil, mereka mengobrak-abrik motor tersebut dan dimodifikasi sesuai selera. Banyak alasan sih sobeX orang-orang memodifikasi motor mereka, mulai dari alasan hobi, gaya, ingin beda dan seribu alasan lainnya.

 

Nah, Wibowo Ali salah satu orang yang suka mengutak-atik motor nih sobeX. Menurut pengakuan cowok yang baru saja lulus UN ini, ia memang hobi modifikasi motor. Ala­sannya hanya kepuasaan saja. Nah, dari beberapa motor yang sempat ia punya, ia modifikasi semuanya loh.

 

“Dulu aku punya motor bebek. Nah, aku modifikasi motor itu sesuai keinginanku. Namun, be­berapa tahun kemudian aku jual motor itu dan diganti dengan motor matic. Ya, sama kayak sebelumnya lah sobeX. Aku modifikasi lagi motor aku itu,” cerita Bowo.

 

Menurut Bowo nih sobeX, perkara memo­difikasi motor itu dikerjakan sendiri di rumahnya. Ya, konsep motor yang dimodifikasi Bowo adalah konsep ia pribadi dan sesuai kemampuannya.

 

Lain lagi dengan Daniel Siswaka Putra, ia juga tertarik untuk memodifikasi motornya. Jika Bowo modifikasi dengan seleranya sendiri, Daniel malah makai konsep modifikasi yang sesuai dengan standar kontes motor modifikasi.

 

“Nggak mesti mengubah bentuk dasar dari motor itu loh sobeX, cukup dengan me­nambah aksesoris dan lampu-lampu hias,” tuturnya.

Sedangkan Bambang Kaliwardana memodifikasi motornya dengan alasan agar nggak ketiggalan zaman. Menurut pengakuan mahasiswa UNP ini, modikasi motor yang dilakukan hanya untuk membuat motor keluaran tahun 2005 nya itu agar terlihat keren.

 

“Ya sesuai isi kantong mahasiswa lah sobeX. Paling aku modifikasi untuk bagian luarnya saja. Semisal, lampu gede, jok, bodi dilapisi kaca transparan, lampu hias dan aksesoris tambahan lainya,” sebut Bambang.

 

Alasan lain dikemukakan Nandos Saputra. Cowok Asal Pesisir Selatan ini memodifikasi motornya dengan alasan agar sedap dipandang mata aja. Sebab, ia ingin motornya biar tampil beda, unik dan menarik.

 

Alasan yang sama juga dituturkan Rico. Ia sepakat dengan  Nandos, memodifikasi motor agar kelihatan beda dari motor dengan merek dan tipe yang sama. Soalnya, yang punya merek dan tipe motor tersebut kan banyak orang, apalagi sejak jumlah motor itu membeludak banget.

“Biar kelihatan ganteng kayak yang punya,” ujarnya.

 

Nah, menanggapi semuanya itu pendapat lain disebutkan Riski Ramadhani. Ia sih fine-fine aja dengan motor mo­difikasi. Selagi itu wajar, Riski sih nggak masalah sobeX. Pelajar SMAN 1 Tarusan ini hanya menyarankan agar orang-orang yang memodifikasi motor jangan seenaknya modifikasi motor tanpa memikirkan kenyamanan dan keamanan.

 

“Yang wajar aja lah dan jangan melanggar aturan,” tukasnya.

 

Hmm, Xpresi sepakat banget tuh sobeX, soalnya banyak banget yang modifikasi tapi malah membuat pe­langgaran misalnya nih, spion dicopot habis, padahal kan itu penting buat keselamatan. Trus ada juga yang mengganti knalpot dengan suara yang keras, itu kan membuat gendang telinga kita jadi pecah. Selain demi keselamatan dan kenyamanan tersebut nih sobeX, menurut Xpresi nih, sobeX juga harus melaporkan modifikasi motor itu jika modifikasi sudah nggak sesuai dengan aslinya. Hal ini dila­kukan biar sobeX dapat surat-surat yang baru  dan nggak membuat sobeX ketangkap polisi saat razia. Misalnya warna bodi yang diganti nggak sama dengan surat-suratnya.  Nah, selamat berkreasi!

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!