Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:31:59 WIB
PRO SUMBAR

Harga Karet Turun Drastis

Optimalkan Pasar Lelang

Padang Ekspres • Rabu, 13/06/2012 13:10 WIB • YONI SYAFRIZAL & ZULFIA ANITA • 2704 klik

Painan, Padek—Nasib petani karet saat ini tengah apes. Tak hanya kendala hujan yang sering turun sehingga membuat petani tak dapat menoreh (menyadap) pohon, harga karet pun dari pekan ke pekan terus menurun.

 

Jika awal Mei lalu harga karet masih berkisar Rp­13.000 per kg, memasuki minggu kedua harga turun drastis jadi Rp 9.000 per kg. Tu­run­nya harga karet ini membuat petani ke­lim­pu­ngan. Mereka kewa­la­han untuk menutupi keperluan hidup sehari-hari.

 

Maryati, petani karet di Salido kaget saat menjual karet. Toke yang me­nampung karetnya hanya me­ng­hargai 11 Kg karetnya Rp 99.000.

 

“Setelah saya tanya ke toke, katanya harga karet hanya Rp 9.000 per kg. Padahal  sebelumnya masih mencapai Rp13.000 per kg,” terang Maryati kepada Padang Ekspres kemarin.

 

Dengan harga Rp 9 ribu, kata­nya, petani makin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena pada karet sematalah mereka menggantungkan hidup.

 

“Bagi kami, hanya dari hasil menoreh getah karet inilah yang kami harapkan untuk me­nu­tupi keperluan sehari-hari. Saat harga masih Rp13.000 per kg, masih saja kami tidak dapat me­menuhi ke­per­luan secara pe­nuh, apalagi harga se­karang hanya Rp9.000,” ung­kap­nya.

 

Selain harga yang makin me­nurun, petani karet juga ke­sulitan untuk menoreh. Tak jarang pada malam hari sering turun hujan. Akibatnya, petani tak dapat me­noreh pagi harinya. Terkadang untuk mensiasati agar terus dapat menghasilkan, petani menoreh pada sore hari.

 

Seperti yang dilakukan Apsah, ibu dua anak yang menerima upah menoreh getah milik tetangganya itu, lebih memilih menoreh pada sore hari agar dia tetap bisa men­da­pat penghasilan dari upah me­noreh getah.

 

“Kalau Subuh atau pagi hari, kadang tak bisa karena hujan sering pada malam hari. Makanya dari­pada tak dapat menoreh sama se­kali, saya sering lakukan sore hari,” ujarnya.

Kendati upah yang didapat tak seberapa karena harus bagi dua dengan pemilik karet dari hasil tore­hannya itu, namun Apsah tetap semangat bekerja menoreh getah.

 

“Kalau untuk penghasilan me­mang tak dapat menutupi untuk ke­perluan sehari-hari apalagi se­karang harga karet makin menurun hanya Rp9.000, tapi mau ba­gai­mana lagi, saya tak punya ke­pin­taran lain selain menoreh getah,” ulasnya. Erion, pe­ngum­pul ka­ret  mengatakan harga karet se­karang memang melemah. Ini dika­rena­kan harga di pabrik juga turun. Hal yang sama juga dikatakan, Suharto bahwa harga karet di Padang mengalami pe­nu­ru­nan, sehingga pengumpul terpaksa menye­suai­kan harga.

 

Fungsikan Pasar Lelang

 

Sementara itu, DPRD Dhar­masraya berharap Pemkab un­tuk mengoptimalisasi fungsi pasar lelang karet yang ada di Ka­nagarian Kurnia Selatan Ke­ca­ma­tan Sungai Rumbai. Jika pasar pusat pelelangan karet di Nagari Kurnia Selatan tersebut dikelola dengan optimal dapat mening­kat­kan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan harga pen­ju­lan karet bisa  ditingkatkan.

 

“Dengan telah disahkannya Perda tentang Pasar Lelang, kita yakin dapat meningkatkan PAD. Sekarang tingal kese­riusan Pem­kab dalam me­nge­lolanya,” jelas Ketua Komisi II DPRD Dhar­ma­sraya Sutan Alif. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!