Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 10:14:34 WIB
NASIONAL

Suami-Istri Selamatkan Sumbar

Padang Ekspres • Rabu, 13/06/2012 11:30 WIB • * • 1019 klik

Pasangan suami istri, Ade Setiawan (tengah) dan  Etika  Vestia (kiri)

Ambon, Padek—Hasil menge­ce­wakan kafilah Sumbar di hari ke­tiga Musabaqah Tilawatil Qu­ran (MTQ) Nasional ke-24 di Kota Ambon, terobati pada hari k­e­empat. Kemarin (12/6), dua wa­kil Sumbar berhasil melaju ke ba­bak final melalui cabang khat nas­kah putra dan khat hiasan mushaf putri. Di samping itu, pe­rolehan nilai dua wakil Sumbar lain­­nya ber­tan­ding di cabang syar­hil dan tila­wah de­wasa te­tap ber­tahan di po­sisi pertama di hari keem­pat.

 

Duo wakil Sumbar berhasil melaju ke babak final itu yakni, khat naskah putra Ade Setiawan dan khat hiasan mushaf putri Eti­ka Vestia. Sedangkan dua wa­kil Sum­bar berpeluang mere­but me­dali emas adalah, syarhil Qu­ran El­fitri dkk dan tilawah de­w­asa Das­rizal. Sumbar berpe­luang mendulang prestasi di tujuh cabang lainnya yang sampai hari ke­empat belum satu pun wakil Sumbar yang berlomba.

 

“Pada hari ketiga memang pencapaian kafilah Sumbar tidak terlalu menggembirakan, kalah dari kafilah Banten dan DKI. Tapi, alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) ada dua wakil Sum­bar masuk final. Mereka ini pa­­sangan suami istri. Kita ber­harap mereka berhasil mem­pe­roleh emas,” ujar Koordinator Pe­latih Kafilah Sumbar, Am­sa­ruddin Chan kepada Padang Ekspres, kemarin (12/6)

 

Ade Setiawan beserta istri­nya Etika Vestia kepada Padang Eks­pres di arena lomba, me­nga­ku keberhasilan mereka ma­suk final karena saling ber­si­ner­gi dan me­ngisi kekurangan dan kele­bihan masing-masing. Jika Etik­a jago dalam hal pewarnaan, na­­mun kurang di bidang tulisan. Sedangkan suaminya, mengisi kekurangannya tersebut.

 

Khusus cabang syarhil Qu­ran dan tilawah dewasa, me­nurut Amsaruddin, satu-sa­tunya peng­hambat kafilah Sumbar mem­peroleh medali emas ada­lah belum tampilnya kafilah Ban­ten. “Sampai hari ini (ke­marin, red), posisi nilai tertinggi ma­sih dipegang kafilah kita. Mu­d­ah-mudahan saja, posisi itu ti­dak berubah dan kafilah Ban­ten tidak menggeser kedudukan kita,” ujarnya.

 

Untuk cabang tilawah rema­ja putri, kafilah Sumbar hanya be­rada pada posisi keempat. Be­gitu juga cabang Bahasa Indonesia putra, kafilah Sumbar berada di posisi keempat. Tahfiz 20 juz, ka­filah Sumbar menduduki pe­ringkat kelima, tilawah canet pu­tri peringkat keenam, tafsir ba­hasa Inggris putra pada pe­ring­k­at kesembilan. Se­dangkan tahfiz 190 juz putri, posisi kafilah Sumbar berada pada peringkat ke-13, tartil Quran peringkat Sumbar merosot ke posisi 12.

 

“Persaingan dalam MTQN tahun ini memang sangat ketat. Beda nilai antara kafilah satu dengan lainnya sangat tipis. Hanya berbeda koma. Mudah-mu­dahan sajalah kafilah Sum­bar berada di posisi aman, tidak lagi tersalib kafilah lainnya,” ujarnya.

 

Amsaruddin beralasan ba­nyak­nya kafilah Sumbar bergu­gu­ran dalam MTQN ini, juga tak lepas banyaknya kafilah Sumbar langsung berlomba di hari perta­ma. Kondisi ini, menurutnya, me­rugikan Sumbar karena be­lum se­penuhnya siap setelah men­ja­lani perjalanan jauh dari Padang. Karena itu, pihaknya meminta pa­nitia mengubah jadwal pe­nam­­pilan wakil Sum­bar di hari ter­akhir. “Alham­du­lillah, per­min­­taan ini dikabul­kan. Bukti­nya, cabang-cabang an­dalan Sumbar yang men­da­patkan me­­da­li di MTQN, belum tampil,” ujarnya.

 

Cabang lomba itu adalah, qira’at putri, tilawah dewasa putri, tilawah remaja putra, tafsir bahasa Inggris putri, tahfiz 5 juz putra, tahfiz 1 juz dan khat naskah. “Kita berharap kafilah Sumbar yang turun pada cabang ini dapat memberikan prestasi terbaik,” ujarnya.

 

Kepala Bagian Agama Set­prov Sumbar, Eko Faisal menga­takan, yang berhasil mempero­leh medali emas dalam ajang ini akan mendapat bonus Rp 100 juta, perak Rp 50 juta, dan medali perunggu Rp 30 juta.

 

Kemarin (12/6), Wakil Ketua DPRD Sumbar Asli Chaidir dan anggota Komisi IV Muslim M Yatim datang ke lokasi lomba untuk memberikan dukungan.  “Kalau MTQN Bengkulu berada di posisi lima, harapan kita MTQN kali ini bisa masuk tiga besar,” harapnya. (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!