- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Oknum Polisi Diduga Aniaya Pelajar
Salah Sasaran, Dipicu Kaca Spion Mobil Patah
Padang Ekspres • Rabu, 13/06/2012 11:27 WIB • * • 475 klik

M Yamin, Padek—Tindak kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil kembali terjadi. Setelah kasus polisi koboi di sebuah kafe di Pasaman Barat 23 Mei lalu, kini institusi Polda Sumbar kembali dicoreng oleh tindak kekerasan anggotanya pada pelajar.
Kemarin (12/6), sekitar pukul 16.00, seorang anggota Polda Sumbar berinisial F, 30, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMK Negeri I Padang bernama Havif Al Farabi, 16. Kasusnya telah dilaporkan ke Propam Polda Sumbar.
Akibat kejadian ini, remaja piatu yang tinggal di Sawahan Dalam I No 14, Padang Timur itu, mengalami luka lebam di bagian pipi sebelah kanan. Selain itu, pinggang, punggung serta kepala korban mengalami luka memar. Selain kekerasan fisik, jok motor korban Yamaha Mio warna merah bernomor polisi BA 5406 BC, juga dibakar oleh oknum polisi tersebut.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, sebelum dilaporkan ke Propam Polda Sumbar, kasus tersebut diadukan ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Padang. Setelah laporan korban dicatat dengan nomor LP/1002/K/VI/2012-Resta, korban langsung divisum ke RSUP dr M Djamil Padang.
Usai divisum, korban bersama tante dan neneknya, langsung melaporkan kejadian itu ke Propam Polda Sumbar.
Pengakuan korban kepada Padang Ekspres, kejadian itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Selasa (12/6). Saat itu, dia dengan lima temannya melintas di Jalan Sudirman dengan dua motor berboncengan. Satu motor di antaranya, berbonceng tiga.
Setiba di depan Kantor Gubernur Sumbar, motor berbonceng tiga yang dikendarai temannya bernama Defan, menyenggol kaca spion mobil Innova yang dikendarai polisi itu. Akibatnya, spion sebelah kanan mobil tersebut patah.
“Setelah menyenggolnya, teman saya langsung melarikan diri ke arah Jati.
Saya yang juga merasa takut, juga ikut melarikan diri. Namun setiba di depan gerbang RSUP dr M Djamil, ban motor saya kempes,” kata korban kepada wartawan di SPK Polresta Padang, kemarin (12/6).
Saat berhenti, lanjutnya, tiba-tiba oknum polisi itu langsung menangkapnya. Sedangkan temannya yang berboncengan dengannya langsung kabur. “Saya awalnya juga berusaha melarikan diri, tapi jari telunjuk kaki saya sebelah kiri sakit, Bang, sehingga saya hanya berdiam diri,” ungkapnya.
Setelah ditangkap, oknum polisi itu langsung memukul korban beberapa kali. Kemudian, memaksanya naik ke mobil polisi itu dan kembali menghajarnya.
“Di dalam mobil, saya ditodong dengan pistol. Bahkan dia (oknum polisi, red) itu, juga sempat memukulkan gagang pistolnya ke kepala saya,” kata korban dengan suara terbata-bata.
“Saya kemudian dibawa ke kawasan Rimbokaluang, Jl Raden Saleh. Setiba di sana, ada sekitar lima orang lebih berpakaian preman. Mereka juga ikut mengebukin saya bergantian, Bang. Punggung saya juga dilempar dengan batu bata,” kata korban sembari mengaku seluruh tulang punggung dan pinggangnya masih sakit.
Usai disiksa oleh oknum polisi itu, sekitar pukul 03.00 dini hari, dirinya kemudian dibawa ke Polresta Padang. “Kepada petugas SPK Polresta Padang, oknum itu menuduh saya telah melakukan pengrusakan terhadap mobil milik polisi itu. Namun karena saya takut, semua tuduhan itu terpaksa saya terima,” imbuh korban.
Dia juga menilai polisi salah tangkap karena yang menyenggol spion mobil polisi itu temannya. “Kenapa harus saya yang ditangkap dan disiksa,” tanya korban.
Corry Diana Fetrisia, 38, tante korban, menegaskan akan membawa kasus ini hingga ke pengadilan. “Setelah keponakan ini divisum, saya langsung mendatangi Propam Polda Sumbar untuk melaporkan oknum polisi itu, karena telah menyiksa keponakan saya. Apalagi keponakan saya tidak ada salah apa-apa,” ujar Corry didampingi nenek korban Syamsu Niar, 59.
Menanggapi itu, anggota Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik menyayangkan perilaku polisi tidak kunjung berubah, meski telah berulang kali disorot publik karena bertindak kasar. Seorang anggota polisi telah diajarkan proses penyidikan dan penyelidikan yang benar, bukan dengan pendekatan kekerasan.
“Mestinya ditanyakan dulu apa benar melakukan pengrusakan itu korban atau tidak? Kalaupun iya, proses hukumnya kan ada. Jadi polisi tidak boleh arogan, apalagi main hakim sendiri. Sebab, setiap kesalahan oknum polisi, itu ada hukumannya,” kata Ilhamdi.
Karena itu, Ilhamdi meminta Kapolda memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi tersebut, jika terbukti bersalah. Ilhamdi mendukung tindakan keluarga korban yang melaporkan kejadian ini ke Provost atau Propam Polda Sumbar. “Kasus ini harus ditindak hingga tuntas. Baik dalam pelanggaran kode etik, maupun pidana umum,” ujarnya.
Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto ketika dikonfirmasi, menegaskan tidak akan memberikan ampun kepada oknum polisi yang melakukan tindakan kejahatan. “Tidak ada ampun untuk anggota polisi yang bermasalah,” tegas mantan Kabid Propam Polda Sumbar itu saat dihubungi Padang Ekspres via handphone, kemarin. (rdi)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?