- 13:09 WIB
- 11:45 WIB
- 13:09 WIB
- 13:08 WIB
- 13:08 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:06 WIB
- 13:04 WIB
- 13:01 WIB
Biaya Kuliah masih Tinggi
Di Unand Tertinggi Rp 27,8 Juta, Terendah Rp 2,2 Juta
Padang Ekspres • Rabu, 13/06/2012 11:24 WIB • ROMI DELFIANO • 5181 klik

Padang, Padek—Lulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2012 belum bisa bernapas lega. Biaya kuliah yang cukup besar sudah menanti di depan mata. Di Unand, biaya kuliah tertinggi mencapai Rp 27,8 juta. Meski begitu, Universitas Andalas (Unand) maupun Universitas Negeri Padang (UNP) menjamin semua mahasiswa lulus SNMPTN tetap bisa kuliah.
Mahalnya biaya masuk perguruan tinggi bisa dilihat dari rincian biaya mahasiswa baru 2012 Unand. Jurusan Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran tercatat berbiaya paling tinggi, Rp 27,8 juta. Besarnya biaya ini tak lepas pada adanya biaya pengembangan institusi sebesar Rp 25,5 juta. Kondisi ini lebih akibat pada program studi ini relatif baru, sehingga biaya operasional dikeluarkan universitas lebih besar.
Tak jauh beda, Jurusan Pendidikan Dokter dan Psikologi uang masuk masing-masing Rp 12,2 juta dan Rp 14 juta. Mahalnya biaya kuliah kedua program studi yang paling diminati calon mahasiswa baru ini, karena dibebani biaya pengembangan institusi sebesar Rp 10 juta.
Namun begitu, besarnya biaya masuk ini diyakini tak akan mengurangi minat calon mahasiswa baru melanjutkan pendidikan ke dua prodi ini.
Sedangkan biaya kuliah termurah prodi Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Fakultas Ekonomi Kampus II Payakumbuh. Dua prodi baru ini hanya Rp 4,6 juta dengan biaya pengembangan institusi Rp 2,2 juta. Selain biaya pengembangan institusi, biaya masuk ini sudah termasuk biaya registrasi, SPP, praktikum, uang bakti, ESQ, Toefl/napza, ICT, transportasi, dan asrama.
Kendati begitu, Pembantu Rektor I Unand Dr Febrin Anas menyebutkan, total biaya tak jauh berbeda ketimbang tahun lalu. Kebijakan ini dilakukan seiring adanya penegasan Dirjen Pendidikan Tinggi bahwa PTN dilarang menaikkan biaya kuliah. Bahkan, pihaknya berencana mengevaluasi lagi soal besaran biaya masuk mahasiswa baru ini.
“Tapi yang jelas, kita (Unand, red) tetap akan meladeni mahasiswa miskin. Kalau sudah diterima di Unand baik SNMPTN jalur undangan maupun ujian tulis, kita tetap memberi kesempatan kepada mereka berkuliah di Unand melalui program-program beasiswa seperti Bidik Misi (beasiswa pendidikan mahasiswa berprestasi),” kata Febrin kepada Padang Ekspres ketika meninjau pelaksanaan ujian SNMPTN hari pertama di sejumlah lokasi di Padang, kemarin (12/6).
Peninjauan SNMPTN hari pertama ini, juga diikuti Rektor UNP Z Mawardi Efendi, PR II Unand Herry, PR III Novesar Jamarun, PR I UNP Yanuar Kiram, PR III Ali Zamar, Humas Unand Eriyanti, Humas UNP Amril Amir, dekan kedua PTN, serta Panitia Lokal 17 Padang. Rombongan ini mengawali peninjauan ke sejumlah gedung perkuliahan di Kampus Unand Limaumanih dan berakhir di SMK 6 Padang.
Total peserta ujian tahun ini berjumlah 38.019 peserta, IPA 10.239 orang, IPS 14.632 orang, dan IPC 13.148 orang. Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta SNMPTN Panlok 17 Padang mengalami kenaikan 3.973 orang (tahun lalu totalnya 34.046 orang). Mereka tersebar di 112 lokasi dengan 1.901 lokal, sedangkan jumlah pengawas ujian 3.802 orang. Tiga di antara peserta berkebutuhan khusus, umumnya bermasalah pada mata.
Tahun ini, daya tampung Unand mencapai 5.000 orang, untuk UNP 6.800 orang. Penerimaan mahasiswa baru meliputi SNMPTN jalur undangan, ujian tulis, mandiri, dan prestasi. Selain ujian tertulis selama dua hari, peserta SNMPTN yang memilih program studi olahraga dan seni, harus mengikuti ujian keterampilan pada 14-15 Juni mendatang.
“Khusus prodi olahraga dan seni tersebut, peserta SNMPTN memang harus mengikuti ujian keterampilan. Bobot penilaiannya 50:50 (ujian tulis 50 persen dan keterampilan selebihnya). Jadi, peserta SNMPTN wajib mengikutinya,” kata Z Mawardi Effendi. Dijadwalkan hari ini, rombongan ini kembali melakukan peninjaun dikhususkan sekitar kampus UNP Padang. (***)
[ Red/Administrator ]
Tolak Pemekaran dengan Kerusuhan
SIDANG paripurna DPR akhirnya mengesahkan Kabupaten Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan pada 11 Juni lalu. Disaksikan Mendagri Gamawan Fauzi, seluruh fraksi menyatakan setuju. Palu sidang pun diketok Ketua DPR Marzuki Alie. Muratara –begitu kabupaten baru tersebut populer dipanggil– menjadi kabupaten/kota ke-505. Sementara provinsi mencapai 34.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
PPS Rawan Diintervensi
Paralu dijago bana tu.........................!
Sumbar Kecipratan Rp48 M
Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!
Tower Tumbang, Listrik Padam
Apo dek itu lampu acok mati kini...............?