Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 07:43:29 WIB
RAKYAT SUMBAR

Gaji 13 Terkendala SE Ditjen

Padang Ekspres • Selasa, 12/06/2012 12:30 WIB • * • 2842 klik

Padang, Padek—Pem­ba­ya­ran gaji ke-13 PNS di Sumbar tersendat. Sampai kemarin (11/6), Surat Edaran (SE) Di­rektorat Jenderal Per­ben­da­haraan Kementerian Keu­angan belum sampai ke dae­rah. Walaupun begitu, PNS tidak perlu cemas, karena anggaran gaji ke-13 sudah ada dalam APBD 2012.

 

Kepala Bidang Bendahara Umum Daerah (BUD) Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar, Refdiamon, kemarin (11/6), membenarkan bahwa pemerintah akan mem­bayarkan gaji ke-13 untuk pegawai negeri, TNI/Polri, pejabat negara, dan penerima pensiun pada bulan Juni ini melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2012.

 

“Dananya sudah ada dalam APBD, karena sudah diang­garkan dalam dana alokasi umum (DAU) tahun 2012. Kita tinggal menunggu SE Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu. Kalau surat itu sampai lan­g­sung kita cairkan,” katanya.

 

Menurutnya, besarnya gaji atau pensiun ketiga belas ter­sebut berdasarkan Pasal 3 Ayat 1 PP tersebut adalah sebesar penghasilan sebulan yang di­terima pada bulan Juni 2012. “Untuk pencairannya langsung melalui SKPD masing-masing dan tanpa potongan,” te­gas­nya.

 

Data di DPKD Sumbar, jumlah PNS di Sumbar men­capai 8.355 orang. Beberapa PNS yang ditemui Padang Ekspres mengatakan, cairnya gaji ke-13 ini sangat mem­bantu mereka untuk me­me­nuhi kebutuhan dan pem­ba­yaran saat anak-anak mereka ma­suk sekolah.

 

“Ya, alhamdulillah. Bisa untuk membantu membeli pakaian seragam sekolah anak dan biaya pendaftaran seko­lah,” ujar salah satu PNS di kantor gubernur yang minta namanya tidak dituliskan.

 

Joni, 45, PNS lainnya me­nyampaikan hal senada. “Ke­betulan waktunya pas dengan jadwal pendaftaran anak se­kolah. Gaji ke-13 memang sangat membantu dan terasa manfaatnya, apalagi untuk pegawai golongan rendah se­perti saya,” paparnya.

 

Pengamat Ekonomi asal Universitas Bung Hatta (U­BH), Syafrizal Chan menga­takan, cairnya gaji ke-13 ini akan memberikan efek besar terhadap daya beli masyarakat, khususnya PNS. Hal itu secara otomatis akan memberikan multiplier effect terhadap dunia usaha.

 

Menurutnya, saat ini mo­men tepat untuk mencairkan gaji ke-13 karena memasuki tahun ajaran baru.  “Ini dina­makan injeksi ekonomi. Saat PNS membutuhkan penge­lua­ran yang lebih besar, peme­rintah mengucurkan uang tam­bahan. Apabila dikalikan jumlah PNS di seluruh Indonesia jumlahnya sangat besar. Tentu saja akan berpengaruh terhadap perekonomian,” pa­parnya.

 

Namun, dia berharap pen­cairan gaji ke-13 dicairkan proporsional dengan konsep jelas. Tidak merata pada se­mua PNS seperti saat ini. “Alangkah lebih baiknya jika gaji ke-13 ini diberikan sebagai reward kepada PNS yang pa­tuh dan bekerja dengan kinerja yang baik. Sehingga, gaji ke-13 ini bisa memberikan motivasi kerja pada PNS,” jelasnya.

 

Dia menilai, gaji ke-13 belum tentu meningkatkan kinerja dan motivasi PNS ka­rena diberikan pada semua PNS. Tidak peduli yang rajin maupun pemalas. Sebaiknya diberikan berdasarkan pres­tasi kerja PNS. (ad)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!