Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 13:43:15 WIB
NASIONAL

Pulangkan Sherny dengan Pengamanan

Padang Ekspres • Minggu, 10/06/2012 09:20 WIB • * • 200 klik

Jakarta, Padek---Interpol Mabes Polri sedang bersiap memulangkan buron isti­me­wa. Sherny Kojongian, ter­pi­dana 20 tahun dalam korupsi BLBI Bank Harapan Sentosa (BHS), akan dibawa ke Indonesia dari San Francisco, A­me­rika Serikat. Untuk uru­san keselamatan Sherny, Polri tak mau ambil risiko.

 

”Petugas di lapangan dan tim akan mempertimbangkan semua faktor dalam operasi penjemputan ini,” ujar Kepala Divisi Hubungan Inter­na­sio­nal Polri Irjen Pol Boy Sa­lamudin di Jakarta kemarin. Divisi hubungan internasional adalah struktur Polri yang, antara lain, membidangi kerja sama dengan polisi negara lain melalui Interpol.

 

Saat ini satu tim sudah berangkat ke Amerika Serikat untuk berkoordinasi dengan pejabat terkait di sana. ”Kita memastikan pemulangan ber­jalan lancar, aman, dan sukses sampai yang bersangkutan diberikan ke pihak Kejaksaan Agung,” katanya.

 

Rencana awal, Sherny di­ter­bangkan ke Indonesia pada 11 Juni nanti dengan meng­gunakan pesawat Garuda Indonesia. Rutenya adalah San Francisco– Singapura–Ja­karta. Tak tanggung-tanggung, penjemput Sherny dipimpin langsung oleh Sekretaris National Central Bureau (Ses NCB) Interpol Indonesia Brig­jen Arief Wicaksono.

 

Secara terpisah, sumber Jawa Pos (Grup Padang Ek­spres) di lingkungan Interpol menyebutkan, karena Sherny merupakan buron dengan kla­sifi­kasi strategis, Polri me­nyiapkan sejumlah skenario pemulangan. ”Termasuk jalur transitnya, apakah tetap me­lalui Singapura, atau pindah ke Hongkong, atau Kuala Lum­pur,” kata perwira muda itu kemarin.

 

Sherny sangat penting un­tuk dilindungi karena dia me­miliki segudang informasi yang sangat berharga terkait pelariannya. ”Siapa yang me­lindungi selama buron, apakah ada orang dalam yang terlibat, dan banyak informasi lain yang berguna untuk kasus ini,” tuturnya.

 

Termasuk, Sherny diduga mengetahui persembunyian buron lainnya, Eko Edi Pu­tranto. ”Karena itu, dia akan dilindungi secara maksimal, baik selama di San Francisco, dalam pesawat, maupun nanti setiba di Jakarta,” katanya.

 

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kom­bes­pol Boy Rafli Amar me­nya­takan tak mengetahui secara detail pemulangan Sherny dari AS ke Jakarta. ”Itu dikoor­dinasi oleh Interpol kita de­ngan otoritas AS,” katanya.

 

Mantan Kanit Negosiasi Densus 88 itu menambahkan, pihak Kejaksaan Agung juga terlibat selama proses pe­mu­langan tersebut. ”Nanti ada koordinasi dengan pihak ter­kait, termasuk prosesnya seti­ba di Jakarta, apakah langsung ke tahanan dan sebagainya, itu nanti,” ujar Boy.

 

Dalam kasus BLBI, Sherny bersama terpidana Hendra Rahardja (komisaris utama PT BHS –pemegang saham) dan terpidana Eko Edi Putranto (komisaris/pemegang saham) pada 1992 hingga 1996 mem­berikan persetujuan untuk memberikan kredit kepada enam perusahaan grup.

 

Selain itu, para terpidana memberikan persetujuan pem­berian kredit kepada 28 lembaga pembiayaan yang ternyata merupakan rekayasa. Sebab, kredit itu oleh lembaga pembiayaan disalurkan ke­pada perusahaan grup dengan menerbitkan giro kepada pe­ru­sahaan grup tanpa melalui proses administrasi kredit serta tidak dibukukan.

 

Bank Indonesia lantas me­ngeluarkan surat yang ditu­ju­kan kepada direksi PT BHS. Intinya, direksi PT BHS di­minta untuk menghentikan penyaluran kredit kepada di­rek­tur terkait. Namun, la­rangan tersebut tidak ditaati Sherny yang memberikan per­setujuan penarikan dana dan valas oleh pihak terkait.

 

Sherny kemudian men­ja­lani sidang secara in absensia karena melarikan diri. Dia divonis hukuman 20 tahun penjara. Tapi, terpidana tidak bisa dieksekusi badan sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 125/PID/2002/PT DKI tang­gal 8 November 2002 yang te­lah berkekuatan hukum tetap.

 

Dengan tertangkapnya Sher­ny, dalam kasus BLBI BHS, tinggal Eko Edi Putranto yang belum tertangkap. Se­mentara itu, Hendra Rahardja yang divonis seumur hidup meninggal di Australia.

 

Dalam situs Interpol Indonesia, Sherny diketahui bera­lamat terakhir di Taman Ke­bon Jeruk Blok B1.8 Nomor 6, Jakarta Barat. Setelah dilacak, alamat itu tidak  ditemukan. (jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!