Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 17:29:32 WIB
NASIONAL

KPK Perkuat Tim Hambalang

Padang Ekspres • Minggu, 10/06/2012 09:18 WIB • * • 179 klik

Jakarta, Padek—Kasus dugaan korupsi dalam pem­bangunan sport center di bukit Hambalang di Sentul, Bogor, memang masih jalan di tempat. Setelah melalukan gelar perkara selama lebih dari tujuh jam, Jumat (8/6) lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan masih akan memperdalam penyelidikan kasus Ham­balang.

 

Tapi, para pimpinan KPK memutuskan memperkuat tim penyelidik agar bisa tun­tas lebih cepat. “Kami akan kembali melaksanakan ek­spose seminggu lagi,” kata juru bicara KPK Johan Budi. Itu berarti, tim dan pimpinan akan kembali berkumpul dan membahas penyelidikan Ham­balang pada (15/6).

 

Jadwal baru tersebut me­mang jadwal yang sudah dimajukan. Berdasarkan ke­biasan KPK, gelar perkara suatu kasus biasanya dilak­sanakan dua minggu sekali. Nah, dalam rapat yang diikuti penyelidik, penyidik, pe­nuntut, petinggi dan pim­pinan itu, KPK akan me­nentukan nasib suatu kasus penyelidikan.

 

Apabila dalam gelar per­kara tersebut disepakati bah­wa penyelidikan sudah me­menuhi bukti-bukti, kasus itu dinaikkan ke tahap pe­nyidikan. Dengan begitu akan ada tersangka baru. Tapi, apabila alat buktinya belum terpenuhi, mereka akan me­mutuskan untuk kembali men­dalami pe­nye­lidikan dan tidak ada orang yang di­te­tapkan sebagai ter­sangka.

 

“Kami memang bekerja sangat keras untuk me­ngung­kap kasus Hambalang ini,” kata Johan. Me­nu­rut­nya, pimpinan sudah sepakat untuk menambah dan mem­perkuat tim Hambalang. Tu­juannya agar tim bisa lebih cepat mengumpulkan data-data dan keterangan yang diperlukan.

Seperti diketahui, KPK sepertinya kesulitan me­ngung­kap adanya kong-k­a­likong dalam pembangunan proyek yang menelan biaya Rp 1,2 triliun itu. Hingga kini komisi yang dipimpin Abra­ham Samad itu telah me­meriksa sedikitnya 60 saksi terkait kasus tersebut.

 

Beberapa terperiksa yang sudah dimintai keterangan adalah Menpora Andi Mal­larangeng, Kepala Badan Pertahanan Nasional Joyo Winoto, bekas Sesmenpora Wafid Muharam, pemegang saham PT Duta Graha Indah Athiyyah Laila, dan Manajer Pemasaran Duta Graha Mohamad El Idris.(kuh/ttg/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?