- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB
KPK Perkuat Tim Hambalang
Padang Ekspres • Minggu, 10/06/2012 09:18 WIB • * • 179 klik
Jakarta, Padek—Kasus dugaan korupsi dalam pembangunan sport center di bukit Hambalang di Sentul, Bogor, memang masih jalan di tempat. Setelah melalukan gelar perkara selama lebih dari tujuh jam, Jumat (8/6) lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan masih akan memperdalam penyelidikan kasus Hambalang.
Tapi, para pimpinan KPK memutuskan memperkuat tim penyelidik agar bisa tuntas lebih cepat. “Kami akan kembali melaksanakan ekspose seminggu lagi,” kata juru bicara KPK Johan Budi. Itu berarti, tim dan pimpinan akan kembali berkumpul dan membahas penyelidikan Hambalang pada (15/6).
Jadwal baru tersebut memang jadwal yang sudah dimajukan. Berdasarkan kebiasan KPK, gelar perkara suatu kasus biasanya dilaksanakan dua minggu sekali. Nah, dalam rapat yang diikuti penyelidik, penyidik, penuntut, petinggi dan pimpinan itu, KPK akan menentukan nasib suatu kasus penyelidikan.
Apabila dalam gelar perkara tersebut disepakati bahwa penyelidikan sudah memenuhi bukti-bukti, kasus itu dinaikkan ke tahap penyidikan. Dengan begitu akan ada tersangka baru. Tapi, apabila alat buktinya belum terpenuhi, mereka akan memutuskan untuk kembali mendalami penyelidikan dan tidak ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami memang bekerja sangat keras untuk mengungkap kasus Hambalang ini,” kata Johan. Menurutnya, pimpinan sudah sepakat untuk menambah dan memperkuat tim Hambalang. Tujuannya agar tim bisa lebih cepat mengumpulkan data-data dan keterangan yang diperlukan.
Seperti diketahui, KPK sepertinya kesulitan mengungkap adanya kong-kalikong dalam pembangunan proyek yang menelan biaya Rp 1,2 triliun itu. Hingga kini komisi yang dipimpin Abraham Samad itu telah memeriksa sedikitnya 60 saksi terkait kasus tersebut.
Beberapa terperiksa yang sudah dimintai keterangan adalah Menpora Andi Mallarangeng, Kepala Badan Pertahanan Nasional Joyo Winoto, bekas Sesmenpora Wafid Muharam, pemegang saham PT Duta Graha Indah Athiyyah Laila, dan Manajer Pemasaran Duta Graha Mohamad El Idris.(kuh/ttg/jpnn)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?