- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Rendang Disukai Peserta TdS
Padang Ekspres • Minggu, 10/06/2012 08:40 WIB • * • 602 klik

Painan, Padek—Tuan rumah Tour de Singkarak (TdS) etape VI, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menyiapkan menu beragam mulai dari masakan khas daerah dan Eropa untuk menyambut para peserta TdS, kemarin (9/6).
Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan selera peserta yang berasal dari berbagai Negara di dunia. Untuk menyiapkan menu makanan Eropa misalnya, pemkab mendatangkan koki dari Perancis, Selvy Y Trosseau.
Kepada Padang Ekspres, Selvy Y Trosseau yang lancar berbahasa Indonesia ini mengatakan menu utama yang disiapkan adalah Western European Food. “Ini sengaja kita sajikan untuk memancing selera para tamu asing,” ujarnya.
Juga tersedia suguhan roti bakar dan daging panggang Bagueto. “Ini sangat disukai orang Eropa, makanya sengaja kita siapkan,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Pessel, Wartawati Nasrul Abit mengatakan koki yang profesional dalam selevel TdS sangat diperlukan. Sebab makanan yang tersedia harus benar-benar sesuai selera peserta. “Kita tidak ingin mereka kecewa, makanya makanan yang sesuai selera mereka juga kita siapkan. Tapi selain mengakomodir masakan Negara para peserta TdS, kita juga mengenalkan masakan-masakan tradisional yang tidak kalah nikmatnya,” ungkapnya.
Masakan tradisional yang disajikan di antaranya randang lokan, sup ayam, samba lado, gulai ikan, gulai ayam, rendang, palai bada, tumis paku, dan tumis kangkung. “Melalui masakan itu, kami berharap para tamu selalu ingat dengan Pesisir Selatan,” ujarnya.
Eiichi Hirai, salah seorang atlet balap sepeda TdS asal Jepang mengaku senang dengan berbagai masakan yang disiapkan panitia. Menunya yang beragam benar-benar menggugah seleranya.
“Saya senang dengan jamuan makan di sini. Rasanya semua makanan yang dihidangkan cocok dengan selera saya,” ujarnya dalam Bahasa Jepang kepada Padang Ekspres, kemarin (9/6).
Sedangkan Alexander Edmondson, atlet asal Australia, secara terpisah mengakui bisa menerima semua hidangan yang disiapkan. Hanya saja dia merasa sedikit terganggu dengan rasa pedas.
“Sekarang saya lagi belajar membiasakan lidah saya untuk makan makanan yang pedas. Saya juga mau coba rendang. Hampir di setiap daerah yang kami lewati selalu ada masakan renang. Rasanya cocok dengan lidah saya, hanya perlu penyesuaian saja karena pedas,” ujarnya dalam Bahasa Inggris. (yo)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?