Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 20:28:33 WIB
METROPOLIS

Antara Kebutuhan dan Lifestyle

Android Padang

Padang Ekspres • Sabtu, 09/06/2012 13:18 WIB • * • 528 klik

Surya Perkasa, Yoga Rianda, Widya, Syafri Doni, dan Doni Satria.

Telepon seluler (ponsel) smartphone kini bukan lagi barang mewah. Harganya pun makin terjangkau. Beberapa jenis smartphone seperti Blackberry, Iphone dan Android saat ini cukup akrab di masyarakat. Semakin meluasnya penggu­naan smartphone tersebut karena adanya berbagai keunggulan ditawarkan.

 

Canda dan tawa terdengar saat lima muda-mudi ini ketika berkumpul di salah satu restoran cepat saji di Plasa Andalas, kemarin. Sambil bercanda, mereka sibuk mengoprek alias mengutak-atik smartphone di genggaman tangan mereka.

 

Berbagai topik hangat pun dibahas. Apalagi kalau bukan seputaran gadget smartphone, aplikasi, dan threat yang menarik untuk membuat smartphone mereka semakin keren fungsinya. Ada juga di antaranya sibuk main games dengan smartphone tersebut.

 

Ketika ditemui Padang Ekspres, kelima muda-mudi itu, Syafri Doni,

 

Surya Perkasa, Widya, Doni Sa­tria, dan Yoga Rianda, ang­gota Komunitas Android Pa­dang. Mereka pun bercerita panjang lebar kepemilikan smartphone ini.

 

“Sebenarnya dulu nggak ada niat sama sekali untuk memiliki smartphone. Na­mun, setelah membaca berita teknologi, ternyata banyak juga aplikasi dan fungsi smart­phone ini. Ya, dengan kocek sendiri, bergantilah hand­phone dari jadul ke smart­phone ini,” kata Doni Satria, wirausaha muda ini, kepada Padang Ekspres.

 

Setelah dimiliki, kata Doni, awalnya hanya untuk main games saja. “Waktu itu, keren sich main games dengan smart­phone. Namun setelah dipelajari dan dioprek, baru saya paham akan fungsi smart­phone ini sebenarnya,” ucapnya.

 

Fungsi dan aplikasi smart­phone ini, ujar Doni, mulai dari peta, email, jejaring sosial, chatting, dan games. “Seperti yang saya baca, memang smart­phone itu komputer mini. Saya bisa bawa ke mana-mana. Awalnya hanya lifestyle saja, kini sudah menjadi kebu­tuhan saya,” ujar pria berusia 23 tahun ini.

 

Doni juga mengaku ada merasa iri jika melihat smart­phone milik orang lain lebih canggih darinya. “Terkadang aja juga sich. Ya mau bagai­mana lagi, rumput tetangga lebih hijau. Karena sifat manu­sia seperti itu,” ungkapnya.

 

Tapi sejak bergabung de­ngan komunitas Android ini, rasa iri itu hilang. “Kita juga bisa mencoba smartphone yang lebih canggih dari punya kita. Bahkan, ikut mengoprek smartphone secara bersama-sama ketika berkumpul. Jadi rasa itu menghilang,” ujarnya.

 

Bagi Doni sendiri, ia lebih banyak menggunakan fungsi smartphone itu untuk kamera, jejaring sosial, chatting, dan email. “Plus juga kebutuhan saya dalam mendukung usa­ha,” ucap pemilik Iphone Apple ini dan mengganti smart­phone satu kali setahun.

 

Ditambahkan Surya Perka­sa, dalam penggunaan smart­phone ini tergantung pada pribadi tiap orang. “Kalau saya sich masih memanfaatkannya untuk jejaring sosial. Bahkan dengan menggunakan skype, kita bisa chatting melihat wajah teman chatting,” paparnya. 

 

Smartphone android level menengah ke bawah berharga sekitar Rp 1-2 juta, android level menengah ke atas dipatok sekitar Rp 2-3 juta. “Ter­gan­tung dari fasilitas apa yang miliki handphone tersebut. Dengan memakai android akan banyak belajar,” terang Surya.

 

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan android, kata Surya, kemudahan dalam ap­likasi yang banyak dan lebih open source. “Jika ingin me­nambah  fitur bisa, menambah prosesornya juga bisa. Tapi itu tergantung dari pemiliknya ingin menambah atau tidak,” tuturnya.

 

Apa saja dilakukan saat berkumpul di komunitas? Wi­dya yang menjadi anggota sejak komunitas ini berdiri 20 Agustus tahun lalu menga­takan, jika berkumpul, selain berbicara tentang android, juga banyak bertukar pe­nga­laman yang lainnya.

 

“Semuanya diobrolkan, mulai dari teknologi hingga cerita pribadi. Bahkan sampai menggosip segala. Jika ada permasalahan, kita sama-sa­ma cari solusinya,” katanya.

 

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode kom­puter yang bisa didis­tribusikan secara terbuka (open source). “Dengan demi­kian, pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya,” tukasnya. (ril)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?