Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 01:21:14 WIB
INTERNASIONAL

Pembantaian Baru di Syria, 86 Tewas

Tentara dan Pro-Assad Serang Desa di Hama

Padang Ekspres • Jumat, 08/06/2012 11:07 WIB • * • 634 klik

FOTO : AFP

Damaskus, Padek– Pem­bantaian yang merenggut nya­wa warga sipil kembali terjadi di Syria. Darah pun kembali tumpah setelah ten­tara pe­merintah dan loyalis Presiden Bashar al-Assad menggempur Desa Al-Kubeir (Al-Qubeir) di Provinsi Hama, tengah Syria, Rabu ma­lam lalu (6/6).

 

Milisi bersenjata Shabiha yang pro-Assad juga terlibat dalam serangan dengan target warga sipil itu. Kelompok oposisi Syria menyatakan bah­wa sedikitnya 86 orang tewas dalam serangan ter­sebut.

 

Rami Abdul-Rahman, pim­­pinan Syrian Observatory for Human Rights (SO­HR), menyatakan kemarin (7/6) bahwa pembantaian itu mene­waskan sedikitnya 55 warga sipil. Bahkan, SO­HR semula melaporkan bah­wa korban tewas mencapai 100 orang. Tapi, mereka kemudian me­revisinya. Ke­lompok aktivis oposisi yang lain, Local Coordination Committees (LCC), menyebut korban tewas be­r­jumlah 86 orang. Tidak ada pihak in­de­penden yang bisa me­masti­kan kebenaran la­poran ter­sebut.

 

Itu kali kedua tentara dan milisi pro-Assad me­lan­ca­r­kan serangan serta mem­bantai warga sipil dalam sebulan ini. Pada 25-26 Mei lalu, para loyalis Assad me­nyerang dan menembaki rumah warga di Kota Houla. Dalam insiden itu, 108 war­ga sipil tewas. Ter­masuk, perempuan dan anak-anak.

 

Pembantaian saat itu men­dapat reaksi dari ma­sya­rakat internasional. Pa­sal­nya, pe­man­tau PBB mem­be­narkan soal pembantaian warga sipil tersebut. DK PBB mengutuk dan 14 negara Barat serta Jepang mengusir diplomat Syria yang ber­tugas di wilayah mereka. Bukannya keder, re­zim As­sad justru balas me­ngusir para diplomat Barat di Da­maskus.

 

Menyusul pembantaian itu, SOHR mendesak agar PBB memerintahkan tim pe­man­taunya di Syria untuk me­ngecek kabar soal pem­ban­taian di Al-Kubeir. ”Jangan menunggu sampai besok (hari ini) untuk menginvestigasi kekejian yang baru saja terjadi ini,” papar Abdul-Rahman kemarin.

 

Dengan demikian, tim pe­mantau dari gabungan ber­bagai negara itu bisa me­nyak­si­kan sendiri pembantaian tersebut. Namun, laporan ter­baru justru menyebutkan bah­wa tentara Syria menutup lokasi pembantaian itu dan melarang tim pemantau PBB berkunjung ke sana.

 

”Sebanyak 49 mayat telah diidentifikasi. Sebagian besar korban tewas berasal dari keluarga Al-Yateem,” lanjut pimpinan regional SOHR ter­sebut. Di antara korban yang sudah dikenali itu, 18 di an­taranya adalah perempuan dan anak-anak. Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa war­ga Al-Kubeir itu dihabisi milisi shabiha yang dikenal kejam.

 

Milisi bersenjata yang loyal kepada Assad itu memasuki rumah warga desa secara acak. Dengan senjata di tangan, mereka mengobrak-abrik ru­mah penduduk dan mem­bu­nuh siapa saja yang ada di dalamnya. ”Mereka mem­ban­tai tanpa ampun,” beber seo­rang saksi mata. Pembantaian yang dibarengi suara tem­bakan dan dentuman meriam itu memicu perlawanan dari oposisi.

 

Kemarin video amatir yang diunggah melalui YouTube menunjukkan situasi Al-Ku­beir pasca-pembantaian itu. Puluhan mayat dengan label nama terlihat berjajar dalam sebuah ruangan. Selanjutnya, terlihat wajah beberapa anak dan bayi yang menjadi korban dalam serangan tersebut. SO­HR dan koalisi oposisi Dewan Nasional Syria (SNC) me­ngu­tuk keras pembantaian ter­sebut.

 

Oposisi mengimbau dunia internasional meningkatkan tekanannya pada rezim Assad. SNC pun mengimbau Free Syrian Army (FSA) yang be­rang­gotakan tentara pembelot untuk melipatgandakan se­ra­ngan atas pasukan peme­rin­tah. ”SNC meminta Free Syrian Army bertindak lebih agre­sif demi melindungi warga sipil dari serangan militer (pro-Assad),” tutur Mohammed Sermini, jubir SNC.

 

Sementara itu, pe­me­rin­ta­han Assad membantah keras tu­dingan keterlibatan pa­su­kannya dalam pembantaian di Al-Kubeir tersebut. ”Apa yang diberitakan media tentang peristiwa di Al-Kubeir, Pro­vinsi Hama, sama sekali tidak benar,” terang jubir pemer­in­tah dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional kemarin. Rezim Assad lagi-lagi menyalahkan kelompok te­roris atas kejadian tersebut.

 

Dalam keterangan itu, ju­bir pemerintah menyebutkan bahwa korban jiwa dalam insi­den di dekat Hama itu hanya sembilan orang. (AP/AFP/RTR/BBC/hep/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!