Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 12:17:42 WIB
RAKYAT SUMBAR

Tingkatkan Konsumsi Sayur melalui Vertikultur

Padang Ekspres • Jumat, 08/06/2012 10:09 WIB • * • 628 klik

Padang, Padek—Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumatera Barat, Rabu lalu (6/6), menyerahkan 160 paket vertikultur kepada sejumlah warga di Lubuk Minturun, Kota Padang. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat di perkotaan bertanam sayur di lahan terbatas.

 

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumbar, Yustiadi mengatakan, program vertikultur sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu. Masyarakat yang mendapat program tersebut diharapkan dapat merawat tanamannya dengan baik, sehingga pro­duksinya optimal.

 

“Melalui program ini diharapkan konsumsi sayur masyarakat bisa meningkat. Sisanya bisa dijual sebagai salah satu sumber pendapatan. Ini juga salah satu upaya menekan konsumsi beras. Jadi ke depan masyarakat diharapkan bisa lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya.

 

Saat ini, konsumsi beras Sumbar masih tergolong tinggi mencapai 123 kilogram per kapita per tahun. Lebih tinggi dibanding dengan Negara Thailand dan Jepang yang hanya 75 kilogram per kapita per tahun. Sumbar bertekad menurunkan konsumsi beras sebesar 2,5 persen  per kapita per tahun. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan konsumsi buah dan sayur. “Program vertikultur ini me­rupakan salah satu upaya kita mendorong peningkatan konsumsi sayur di perkotaan,” ujar Yustiadi.

 

Vertikultur merupakan media tanam sejenis rak yang disusun vertikal dari bawah ke atas sebanyak 4 tingkatan atau disesuaikan dengan kebutuhan. 

 

Vertikultur sangat cocok digunakan untuk optimalisasi pekarangan rumah. Kotak media tanamnya terbuat dari potongan talang PVC atau bisa juga dari bambu be­sar. Penyangganya bisa terbuat dari bambu atau kayu. 

 

Media tanam berupa campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1.  Tanaman yang ditanam pada vertikultur berupa tanaman sayuran sejenis bayam, sawi, kangkung, bayam, bawang merah, bawang putih, vetsay, cabe atau tanaman obat. 

 

Perawatan yang paling penting adalah penyiraman air yang dilakukan setiap pagi dan sore. Volume kotor setiap vertikultur adalah panjang di bagian depan 100 cm, lebar ke belakang 80 cm, dan tinggi 100 cm.

 

Pengembangan vertikultur ini juga merupakan bagian dari gerakan pensejahteraan petani (GPP). Mereka yang menerima program berada dalam satu lokasi sehingga mudah dalam memasarkan hasilnya. “Jika dalam satu bulan, produksinya lima ikat, dua ikat dikonsumsi dan tiga ikat dijual. Berarti, sudah ada 480 ikat sayur yang bisa dibawa ke pasar,” ujarnya.

 

Pemasaran hasil vertikultur ini tidak hanya pasar-pasar tradisional, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi souvenir pada berbagai kegiatan yang bertemakan pertanian. “Jadi semua pihak kita dorong untuk turut mendukung program ini. Salah satunya dengan memperbanyak peluang pasarnya,” ujar Yustiadi. (geb)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!