Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 19:54:05 WIB
XPRESI

Tempat Belajar yang Nyaman

SMAN 6 Padang

Padang Ekspres • Jumat, 08/06/2012 09:50 WIB • FRESTI • 467 klik

Penyerahan sertifikat Sekolah Adiwiyata

Ngomong-ngomong ma­­sa­lah adiwiyata, barangkali ada sobeX yang masih belum ngerti dengan istilah adiwiyata. Adiwiyata maksudnya adalah penghargaan yang diberikan Kementrian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kemen­trian Pendidikkan kepada seko­lah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Emang nih sobeX adiwiyata berasal dari dua kata yaitu adi yang artinya agung atau nyaman, sedangkan wiyata arti­nya tempat belajar. Jadi kalau kita artikan, adiwiyata adalah tempat belajar yang nyaman.

 

Begitu pula suasana yang Xpresi dapati ketika mengun­jungi SMAN 6 Padang. Baru saja memasuki gerbang sekolah yang terletak di Mata Air tersebut, Xpresi sudah disambut dengan pemandangan asri. Dimana-mana banyak tumbuhan hijau. Boleh dikatakan nggak ada lagi ruang yang kosong, semuanya ditanami tumbuhan hijau. Bah­kan nih sobeX, tanah belakang sekolah saja sudah disulap seko­lah ini menjadi hutan. Berbagai jenis tanaman ditanami di hutan belakang sekolah tersebut, mulai dari obat-obatan dan tanaman yang lain yang bernilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan.

 

Nggak hanya itu, cobalah tengok di lokasi sekolah tersebut ada beberapa lubang yang bertu­lis­kan biopori. Biopori maksud­nya adalah lubang yang dibuat di tanah untuk menampung sisa ma­kanan siswa dan sisa pro­duk­si kantin. Nah, dalam tanah ini sisa makanan tersebut akan ber­guna jadi pupuk yang diman­faat­kan tumbuhan sekitar bio­pori tersebut. Memang nih so­beX biopori tersebut dibuat di­sekitar taman sekolah yang dikepalai oleh bapak Barlius itu. Setidak­nya ada 15 biopori yang tersebar di sekitar SMAN 6 Padang.

 

Selain biopori, sekolah ini juga memproduksi kompos sendiri. Sekolah ini memakai tiga pola dalam mengolah sam­pah, yaitu reduce, reuse dan recycle. Beberapa prinsip tersebut diaplikasikan dalam beberapa teori. Misalnya nih sobeX, sam­pah-sampah daun-daun dan organik lainnya diolah sendiri sekolah ini dengan 32 kom­poster. Uniknya lagi, masing-masing kelas memiliki kom­poster sendiri. Nah, pengo­lahannya tentu tergantung kelas itu, ada yang sebulan atau bah­kan lebih, tergantung dari jum­lah sampah yang terkumpul dalam komposter.

 

Sekolah ini malahan juga punya bank loh sobeX. Bukan bank tempat menyetor uang seperti yang kita ketahui. Na­mun, bank yang diterapkan sekolah ini adalah bank sampah. Loh, pasti rada-rada bingung kan. Nah, bank sampah me­mang menjadi salah satu tero­bosan SMAN 6 Padang. Prin­sipnya nggak jauh-jauh berbeda dengan bank yang kita kenal. Hanya saja, peneyetorannya tidak dilakukan dengan uang, namun dilakukan dengan me­ngumpulkan sampah. Warga sekolah akan mengumpulkan sampah dan menyetornya ke bank sampah yang bernama Sarasah ini. Sebelum ditimbang, terlebih dahulu sampah akan dipisahkan menurut sifatnya, sampah organik dan anorganik.

 

Nah, lantas apa yang dilaku­kan bank sampah dengan sam­pah-sampah itu. Percaya atau nggak nih sobeX, sampah-sam­pah itu bisa dikreasikan loh. Kalau sobeX hanya tahu sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, nah itu memang benar. Namun, bagaimana dengan sampah anorganik yang berasal dari plastik-plastik?

 

Sekolah ini nggak keting­galan akal kok. Sampah-sampah anorganik tersebut diolah men­jadi kerajinan tangan yang ber­nilai ekonomis. Misalnya nih, sachet susu atau kopi kemasan diolah menjadi tas topi dan lain sebagainya. Botol air mineral diolah menjadi vas bunga dan banyak lainnya. Nantinya, kera­jinan tersebut juga akan dipasar­kan. Namun, sebelum dipasar­kan dipajang dulu di galeri daur ulang untuk menarik pembeli.

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!